Rekam Jejak Adies Kadir Disorot Usai Jadi Hakim MK, Diduga Sarat Misi Politik DPR dan Golkar?

Bella | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2026 | 18:59 WIB
Rekam Jejak Adies Kadir Disorot Usai Jadi Hakim MK, Diduga Sarat Misi Politik DPR dan Golkar?
Adies Kadir usai membacakan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Suara.com/Novian Ardiansyah)
  • Pengangkatan Adies Kadir diduga strategi DPR mengubah komposisi hakim MK demi meloloskan agenda politik, termasuk revisi UU Pemilu.
  • Feri Amsari menyebut proses seleksi hakim saat ini rawan titipan politik, berpotensi mengubah komposisi hakim MK menjadi 5-4.
  • Rekam jejak Adies Kadir yang bermasalah dikhawatirkan membahayakan independensi MK dan menguntungkan Partai Golkar ke depan.

Suara.com - Pengangkatan Adies Kadir sebagai hakim Mahkamah Konstitusi disebut sarat kepentingan politik DPR. Feri Amsari menduga langkah tersebut merupakan bagian dari strategi mengubah komposisi hakim MK demi meloloskan agenda politik, termasuk revisi undang-undang pemilu.

Feri menjelaskan bahwa DPR sebelumnya telah mewacanakan perubahan sistem pemilihan kepala daerah menjadi tidak langsung. Menurutnya, wacana itu sulit diwujudkan jika komposisi hakim MK masih mayoritas berpihak pada konstitusi dan publik. 

“Kalau saya sahkan undang-undang ini sekarang sementara komposisi MK mayoritas berpihak kepada konstitusi dan publik, 6 banding 3 rata-rata putusan mereka belakangan memihak publik. Jadi mereka perlu mengubah komposisi 6 banding 3 ini dulu agar kemudian masuk akal agar undang-undang disahkan,” ujarnya dalam Kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip pada Selasa (24/2/2026).

Feri menilai penempatan Adies Kadir sudah berhasil mengubah komposisi sedikit, meski DPR masih membutuhkan tambahan satu suara lagi. Ia menyebut proses seleksi di Mahkamah Agung yang sedang berlangsung juga rawan titipan politik. 

Jika benar terjadi, komposisi hakim bisa bergeser menjadi 5-4, yang menurutnya cukup untuk menentukan arah perlindungan konstitusional ke ruang politik.

Selain kepentingan DPR, Feri juga menyinggung potensi keuntungan bagi Partai Golkar. Ia menilai Adies Kadir memiliki ikatan kuat dengan partai lamanya, sehingga sulit melepaskan diri dari relasi politik. 

“Golkar sendiri ada misi juga. Mau tidak mau pasti ada keuntungan karena ini partai nomor 2 terbesar. Dan Pak Adies Kadir punya ikatan yang tidak bisa membuat dia macam-macam karena ada problematika etik. Apalagi penggantinya anak sendiri kan,” katanya.

Feri menekankan bahwa kondisi ini berbahaya bagi independensi MK. Ia mempertanyakan apakah Adies Kadir mampu menegur DPR jika melanggar aturan, atau memperjuangkan kepentingan rakyat ketika berhadapan dengan kepentingan partai. 

Ia juga mengingatkan bahwa pada Pemilu 2029, Golkar sebagai peserta akan sangat diuntungkan jika memiliki hakim yang dekat dengan partai.

Lebih jauh, Feri membandingkan proses penunjukan Adies dengan era sebelumnya. Ia menyebut bahwa pada masa Prof. Jimly Asshiddiqie, Mahfud MD, Hamdan Zoelva, hingga Patrialis Akbar, proses seleksi dilakukan melalui panitia seleksi (pansel) dan diumumkan ke publik. 

Hal itu memungkinkan masyarakat memberikan masukan terkait calon hakim. Namun, sejak pergantian hakim Aswanto dengan Guntur Hamzah, DPR menggunakan mekanisme penunjukan langsung tanpa pansel. 

Menurutnya, cara ini menunjukkan DPR tidak ingin bertele-tele dalam mengamankan kepentingan politik.

Feri juga menyoroti track record Adies Kadir yang dianggap bermasalah. Ia menilai catatan masa lalu tidak bisa diabaikan begitu saja, karena seorang hakim konstitusi harus memiliki rekam jejak bersih. 

“Track record itu jadi penting. Orang mau lantik hakim di negara barat yang sekuler sekalipun track record mereka menjadi satu hal yang penting. Nah, kita punya track record yang buruk terhadap Pak Adies Kadir yang ditugaskan untuk melindungi hak-hak konstitusional kita,” ujarnya.

Menurut Feri, jika MK benar-benar terkooptasi oleh kepentingan politik, maka seluruh aturan main akan berubah demi kepentingan elite. Undang-undang dasar akan ditafsirkan sesuai kepentingan politik, dan masa depan kepemiluan akan sangat politis. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggota Komisi IX DPR Dorong Pembayaran THR Maju H-14, Ini Alasannya

Anggota Komisi IX DPR Dorong Pembayaran THR Maju H-14, Ini Alasannya

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 17:50 WIB

Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang

Soal Ambang Batas Parlemen, PKS Usul Jalan Tengah Stembus Accord Agar Suara Rakyat Tak Hilang

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 16:48 WIB

DPR Desak THR Dibayar 2 Pekan Lebih Awal, Ternyata Ini Alasannya!

DPR Desak THR Dibayar 2 Pekan Lebih Awal, Ternyata Ini Alasannya!

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 15:04 WIB

BPJS Kesehatan untuk Korban Pelanggaran HAM Berat, Rieke: Jaminan Sosial Hak Konstitusi

BPJS Kesehatan untuk Korban Pelanggaran HAM Berat, Rieke: Jaminan Sosial Hak Konstitusi

DPR | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:51 WIB

Komisi IV DPR RI Apresiasi Produksi Bawang Merah Brebes Tembus Pasar Internasional

Komisi IV DPR RI Apresiasi Produksi Bawang Merah Brebes Tembus Pasar Internasional

DPR | Selasa, 24 Februari 2026 | 14:40 WIB

Menuju Piala Dunia 2026, DPR Minta Pengunduran Diri Dirut TVRI Tak Ganggu Stabilitas dan Kinerja

Menuju Piala Dunia 2026, DPR Minta Pengunduran Diri Dirut TVRI Tak Ganggu Stabilitas dan Kinerja

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 07:42 WIB

Lasarus: DPR Dukung Mendes Tutup Alfamart dan Indomaret Adalah Hoax dan Tendensius

Lasarus: DPR Dukung Mendes Tutup Alfamart dan Indomaret Adalah Hoax dan Tendensius

DPR | Senin, 23 Februari 2026 | 20:52 WIB

Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi

Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi

News | Senin, 23 Februari 2026 | 20:16 WIB

Bukan Cuma Partai di Senayan, Komisi II DPR Bakal Libatkan Partai Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Bukan Cuma Partai di Senayan, Komisi II DPR Bakal Libatkan Partai Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

News | Senin, 23 Februari 2026 | 19:17 WIB

Tragedi IMIP Pasca Longsor, Anggota DPR Desak Audit Total DAS: Jangan Tunggu Korban Berikutnya!

Tragedi IMIP Pasca Longsor, Anggota DPR Desak Audit Total DAS: Jangan Tunggu Korban Berikutnya!

News | Senin, 23 Februari 2026 | 18:42 WIB

Terkini

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

Skandal Riset Palsu di Denmark, Gelar Akademik 3 WNI Bakal Dicabut?

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:48 WIB

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

Si Doel Janji Cari Dana Demi RT Canggih di Gandaria: Kalau Belum Ada, Kita Pikirin

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:42 WIB

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:41 WIB

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

Masjid Al Ikhlas Riverwalk Island Sebar Daging Kurban ke 2.000 Orang, Ini Skemanya

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:33 WIB

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

Heboh Peneliti Indonesia Diduga Palsukan Riset di Denmark, Begini Respons Menteri Dikti

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:23 WIB

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

AI Jadi Alat Tipu Peneliti WNI di Denmark, Dipicu Pencitraan dan Jalan-jalan Gratis

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:15 WIB

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

MK Ancam Coret Parpol Tanpa 30% Caleg Perempuan, Demokrat Tak Gentar

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:49 WIB

AHY: Perjuangan Demokrat Bukan Cuma Bagi-bagi Kurban, Tapi Kebijakan Pro-Rakyat

AHY: Perjuangan Demokrat Bukan Cuma Bagi-bagi Kurban, Tapi Kebijakan Pro-Rakyat

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:39 WIB

Berani! Prancis Gugat Israel karena Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla

Berani! Prancis Gugat Israel karena Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:38 WIB