Bamsoet: Prabowo Capai Swasembada Beras 'Gaya' Soeharto-SBY Dalam Setahun

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 08 Januari 2026 | 13:58 WIB
Bamsoet: Prabowo Capai Swasembada Beras 'Gaya' Soeharto-SBY Dalam Setahun
Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet. (Suara.com/Fakhri)
  • Presiden Prabowo Subianto berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada beras pada tahun 2025, menyamai prestasi Soeharto dan SBY.
  • Swasembada beras 2025 diproyeksikan surplus 34,7 juta ton, tercapai lebih cepat melalui kebijakan strategis sektor pangan.
  • Anggota DPR RI Bamsoet menekankan dampak keberhasilan ini harus segera dirasakan masyarakat melalui harga beras stabil.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil membawa Indonesia menggapai kembali status prestisius swasembada beras, sebuah pencapaian yang menyejajarkannya dengan dua presiden legendaris, Soeharto pada era 1984 dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2008.

Swasembada beras ini menjadi angin segar di tengah berbagai tantangan ekonomi global, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa janji kampanye di sektor pangan mampu dieksekusi dengan cepat dan efektif.

Menurut Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo, keberhasilan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sebuah tonggak sejarah yang membuktikan kekuatan komitmen politik seorang pemimpin.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menyebut prestasi ini luar biasa karena diraih dalam waktu yang sangat singkat.

"Swasembada beras tahun 2025 patut dimaknai sebagai prestasi luar biasa karena hal tersebut bisa diraih di tengah tantangan yang tidak mudah," kata Bamsoet sebagaimana dilansir Antara, Kamis (8/1/2026).

Melihat kembali jejak sejarah, Indonesia memang baru tiga kali merasakan manisnya swasembada beras. Momen pertama yang paling ikonik terjadi pada masa kepemimpinan Presiden ke-2 RI Soeharto pada tahun 1984.

Kala itu, produksi beras nasional sukses menembus angka 27 juta ton, melampaui konsumsi domestik yang berada di level 25 juta ton. Prestasi fenomenal ini bahkan diganjar penghargaan bergengsi dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada tahun 1985.

Setelah penantian panjang selama 24 tahun, status swasembada beras berhasil direbut kembali pada tahun 2008 di bawah pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Kini, di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, sejarah itu terulang untuk ketiga kalinya. Bamsoet memaparkan data konkret bahwa produksi beras nasional sepanjang tahun 2025 diproyeksikan mencapai sekitar 34,7 juta ton.

Angka itu secara signifikan surplus dari total kebutuhan nasional yang diperkirakan berada di kisaran 30 juta hingga 31 juta ton per tahun.

Pencapaian ini sekaligus menjadi penanda lunasnya salah satu janji paling fundamental Prabowo saat dilantik, yakni mewujudkan ketersediaan dan keamanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menariknya, target ini tercapai jauh lebih cepat dari perkiraan. Awalnya, Prabowo menargetkan swasembada pangan dapat terwujud dalam kurun waktu empat tahun pemerintahannya.

Namun, melalui serangkaian kebijakan strategis yang fokus pada konsolidasi lahan, penguatan posisi petani, hingga distribusi sarana pertanian yang tepat sasaran, swasembada beras justru berhasil dicapai hanya dalam satu tahun pertama.

"Ini menunjukkan bahwa dengan kepemimpinan yang fokus dan eksekusi yang disiplin, agenda strategi nasional dapat dipercepat,” tegas Bamsoet.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa perjuangan belum usai. Keberhasilan di tingkat produksi ini harus segera dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat di dapur mereka masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menuju Nol Kasus Keracunan, BGN Perketat Pengawasan Makan Bergizi Gratis di 2026

Menuju Nol Kasus Keracunan, BGN Perketat Pengawasan Makan Bergizi Gratis di 2026

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 13:48 WIB

BGN Optimistis Target 82,9 Juta Penerima MBG Tercapai 2026, Guru dan Santri Masuk Tambahan

BGN Optimistis Target 82,9 Juta Penerima MBG Tercapai 2026, Guru dan Santri Masuk Tambahan

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 11:48 WIB

Prabowo Komentari Podcast di Sosial Media: Banyak Pakar Bicara Asal

Prabowo Komentari Podcast di Sosial Media: Banyak Pakar Bicara Asal

Video | Kamis, 08 Januari 2026 | 10:58 WIB

Prabowo Tolak Lihat Daftar Perusahaan Pelanggar: 'Takut Ada Teman Saya di Situ'

Prabowo Tolak Lihat Daftar Perusahaan Pelanggar: 'Takut Ada Teman Saya di Situ'

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 08:17 WIB

Kampanye Sekian Tahun, Prabowo Konsisten Fokus pada Swasembada Pangan

Kampanye Sekian Tahun, Prabowo Konsisten Fokus pada Swasembada Pangan

Video | Rabu, 07 Januari 2026 | 20:15 WIB

Kelanjutan Proyek PLTN Tinggal Tunggu Perpres dari Prabowo

Kelanjutan Proyek PLTN Tinggal Tunggu Perpres dari Prabowo

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 19:17 WIB

Purbaya Siapkan Pembangunan Sekolah Terintegrasi Impian Prabowo, Apa Itu?

Purbaya Siapkan Pembangunan Sekolah Terintegrasi Impian Prabowo, Apa Itu?

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Bukan Main! Rp11,4 Triliun Uang Mafia Hutan Masuk Kantong Negara, Disaksikan Presiden Prabowo

Bukan Main! Rp11,4 Triliun Uang Mafia Hutan Masuk Kantong Negara, Disaksikan Presiden Prabowo

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:56 WIB

Akankah KPK Panggil Nusron Wahid Terkait Skandal Kuota Haji? Ini Penjelasan Jubir

Akankah KPK Panggil Nusron Wahid Terkait Skandal Kuota Haji? Ini Penjelasan Jubir

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:55 WIB

Yusril Ungkap Alasan Kasus Andrie Yunus Masih di Pengadilan Militer, Singgung Usulan Hakim Ad Hoc

Yusril Ungkap Alasan Kasus Andrie Yunus Masih di Pengadilan Militer, Singgung Usulan Hakim Ad Hoc

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:54 WIB

Sok Jagoan Pecahkan Mangkok Bakso dan Peras Warga, Preman Tanah Abang Ternyata Lagi Fly Sabu!

Sok Jagoan Pecahkan Mangkok Bakso dan Peras Warga, Preman Tanah Abang Ternyata Lagi Fly Sabu!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:37 WIB

Kendaraan Listrik Jadi Fokus Transisi Energi, Benarkah Sudah Sepenuhnya Bersih?

Kendaraan Listrik Jadi Fokus Transisi Energi, Benarkah Sudah Sepenuhnya Bersih?

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:35 WIB

Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS, Pakar Sebut Konflik Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Global

Iran Incar 17 Raksasa Teknologi AS, Pakar Sebut Konflik Selat Hormuz Bisa Picu Krisis Global

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:23 WIB

Polisi: Restorative Justice Rismon Belum Diputus, Tunggu Gelar Perkara

Polisi: Restorative Justice Rismon Belum Diputus, Tunggu Gelar Perkara

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:14 WIB

Profil Liliek Prisbawono Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Pernah Terseret Kontroversi Pemilu dan CPO

Profil Liliek Prisbawono Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Pernah Terseret Kontroversi Pemilu dan CPO

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:14 WIB

Andi Rahadian Resmi Jadi Dubes OmanYaman, Siap Ikuti Arahan Pusat di Tengah Isu Selat Hormuz

Andi Rahadian Resmi Jadi Dubes OmanYaman, Siap Ikuti Arahan Pusat di Tengah Isu Selat Hormuz

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:11 WIB

ASN WFH Diawasi Sistem Digital, Menteri PANRB: Bukan Soal Absensi Fisik

ASN WFH Diawasi Sistem Digital, Menteri PANRB: Bukan Soal Absensi Fisik

News | Jum'at, 10 April 2026 | 15:08 WIB