6 Fakta Heboh Semburan Minyak di Bangkalan: Ketinggian 5 Meter hingga Sifatnya yang Mudah Terbakar

Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 09 Januari 2026 | 18:43 WIB
6 Fakta Heboh Semburan Minyak di Bangkalan: Ketinggian 5 Meter hingga Sifatnya yang Mudah Terbakar
Lokasi sumur bor mengeluarkan cairan berupa minyak mentah di Bangkalan, Jawa Timur. (BPBD Bangkalan)
baca 10 detik
  • Warga Desa Panyaksagan Bangkalan menemukan cairan coklat pekat menyerupai minyak bumi pada Kamis (8/1/2026) saat mengebor sumur air.
  • Semburan cairan yang mudah terbakar tersebut mencapai ketinggian lima meter sebelum akhirnya surut setelah kedalaman 105 meter.
  • BPBD dan DLH Bangkalan mengambil sampel cairan dan melokalisir area, berkoordinasi untuk uji laboratorium ke ESDM Provinsi Jatim.

Suara.com - Warga Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendadak geger setelah upaya mengebor sumur untuk mendapatkan air bersih justru memunculkan fenomena tak terduga.

Alih-alih air jernih, cairan berwarna coklat pekat yang diduga kuat merupakan minyak bumi menyembur keluar dari perut bumi.

Kejadian yang berlangsung sejak Kamis (8/1/2026) ini langsung menjadi tontonan warga sekitar dan videonya viral di media sosial.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, M. Zainul Qomar, mengatakan temuan itu bermula saat pemilik rumah mengebor tanah untuk mencari sumber air bersih.

“Awalnya mereka ngebor untuk mencari titik sumber air,” ujar Zainul di Bangkalan, Kamis (8/1/2025).

Berikut adalah 6 fakta semburan minyak dari sumur bor di Bangkalan:

1. Berawal dari Upaya Mencari Sumber Air

Peristiwa ini bermula saat seorang warga Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, melakukan pengeboran sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih di halaman rumahnya.

Namun, pengeboran yang dilakukan di pekarangan rumah Auda (43) justru menyita perhatian warga setelah dari lubang bor muncul cairan berwarna coklat pekat yang menyerupai minyak mentah.

baca juga

2. Semburan Mencapai Ketinggian 5 Meter

Pengeboran sumur tersebut awalnya ditargetkan mencapai kedalaman 200 hingga 250 meter. Namun, pada hari ke-11 proses pengeboran, dari lubang sedalam sekitar 105 meter justru muncul cairan berwarna hijau gelap dengan bau gas.

Cairan itu tidak hanya merembes, tetapi menyembur ke atas akibat tekanan dari dalam tanah.

Menurut keterangan saksi mata, ketinggian semburan sempat mencapai lima meter, sebelum akhirnya kondisi sumur bor dilaporkan telah surut.

3. Cairan Terbukti Mudah Terbakar

Salah satu fakta paling krusial yang ditemukan di lapangan adalah sifat cairan tersebut yang sangat mudah terbakar.

Dalam sebuah uji coba sederhana yang dilakukan warga di lokasi, cairan hitam tersebut menyala ketika disulut api.

Hal ini memperkuat dugaan bahwa kandungan tersebut adalah minyak bumi atau zat hidrokarbon.

4. Area Langsung Disterilkan dengan Garis Polisi

Guna menjaga keamanan dan keselamatan warga, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi penemuan.

Langkah ini diambil untuk mencegah warga mendekat, terutama karena adanya risiko kebakaran yang tinggi mengingat sifat cairan yang mudah menyala.

Petugas mengimbau warga untuk tidak menyalakan api atau merokok di dekat area tersebut.

5. BPBD dan DLH Lakukan Uji Laboratorium

Pemerintah Kabupaten Bangkalan bergerak cepat menanggapi temuan tersebut dengan menerjunkan BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke lokasi untuk melakukan peninjauan lapangan dan pengambilan sampel cairan.

Langkah awal yang dilakukan yakni melokalisir tumpahan agar tidak mencemari saluran air warga maupun lahan pertanian di sekitar lokasi.

Kepala BPBD Bangkalan, Zainul Qomar, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan DLH dan Bagian Perekonomian Pemkab Bangkalan sebagai dasar pelaporan ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemerintah Provinsi Jawa Timur guna dilakukan uji laboratorium.

6. Kasus Serupa di Desa Tramok

Peristiwa sumur bor yang mengeluarkan cairan diduga minyak mentah di Desa Panyaksagan, Kecamatan Klampis, bukan kali pertama terjadi di Bangkalan.

Sebelumnya, kejadian serupa juga tercatat pada September 2025 di Dusun Lonbilleh, Desa Tramok, Kecamatan Kokop.

Saat itu, pengeboran yang dilakukan warga di wilayah tersebut memicu keluarnya cairan menyerupai minyak mentah ketika lubang bor mencapai kedalaman sekitar 59 meter.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Bangun Raturan Sumur Bor di Sumatra: Sudah Berapa Titik yang Aktif?

Polri Bangun Raturan Sumur Bor di Sumatra: Sudah Berapa Titik yang Aktif?

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 17:11 WIB

Sejarah! Produksi Sumur Minyak Rakyat Dibeli Pertamina di Jambi

Sejarah! Produksi Sumur Minyak Rakyat Dibeli Pertamina di Jambi

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 19:35 WIB

Bahlil Buka-bukaan Amblil Langkah Berani Legalkan Sumur Rakyat

Bahlil Buka-bukaan Amblil Langkah Berani Legalkan Sumur Rakyat

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 16:59 WIB

Dengarkan Keluhan Warga Soal Air Bersih di Wilayah Longsor, Bobby Nasution Akan Bangunkan Sumur Bor

Dengarkan Keluhan Warga Soal Air Bersih di Wilayah Longsor, Bobby Nasution Akan Bangunkan Sumur Bor

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 11:59 WIB

Terkini

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×