Viral Ratusan Ton Bantuan Korban Banjir Bireuen Ternyata Menumpuk Rapi di Gudang BPBD!

Dinda Rachmawati

Selasa, 13 Januari 2026 | 15:23 WIB
Viral Ratusan Ton Bantuan Korban Banjir Bireuen Ternyata Menumpuk Rapi di Gudang BPBD!
Viral Ratusan Ton Bantuan Korban Banjir Bireuen Ternyata Menumpuk Rapi di Gudang BPBD! (X/@B3doel___)
  • DPRK Bireuen menemukan ratusan ton bantuan logistik korban bencana menumpuk di gudang BPBD dan Dinas Sosial pada Senin (12/1/2026).
  • Bantuan logistik seperti beras, mi instan, dan selimut ditemukan menumpuk rapi padahal pengungsi sangat membutuhkan.
  • DPRK meminta klarifikasi resmi dan mendesak dinas terkait segera menyalurkan bantuan agar tidak kadaluarsa dan sampai ke korban.

Suara.com - Di tengah derita ribuan warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bireuen, fakta mengejutkan justru terungkap di gudang pemerintah. 

Puluhan hingga ratusan ton bantuan logistik korban bencana diketahui masih menumpuk rapi di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Bireuen, sementara banyak pengungsi mengeluhkan belum menerima bantuan secara layak.

Temuan ini mencuat setelah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Bireuen melakukan inspeksi mendadak atau “penggerebekan” ke gudang logistik, Senin (12/1/2026), menyusul laporan masyarakat terkait dugaan penimbunan bantuan.

Dari video dan foto yang beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah akun @B3doel___ terlihat kondisi gudang penuh sesak dengan tumpukan karung beras, dus mie instan, air mineral, selimut, matras, hingga alat-alat kebersihan.

Bantuan tersebut tampak tersusun rapi, sebagian masih dalam kemasan karton dan karung besar, menandakan belum didistribusikan ke lokasi pengungsian. Di dalam gudang, deretan bantuan terlihat menggunung hingga mendekati langit-langit ruangan. 

Karung beras dan paket sembako bertumpuk berlapis-lapis, sementara dus berisi mie instan dan air mineral masih disegel. Beberapa matras dan selimut juga terlihat terikat rapi, belum tersentuh oleh para korban bencana yang seharusnya menjadi penerima utama bantuan tersebut.

Anggota DPRK Bireuen dari Fraksi PKB, Muhammad Arif, SE, membenarkan temuan tersebut. Ia menyatakan bahwa apa yang dilaporkan masyarakat ternyata sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Apa yang dilaporkan masyarakat ternyata benar. Bantuan yang seharusnya diterima oleh korban justru menumpuk dan seperti sengaja ditimbun di gudang,” tegas Arif.

Padahal, di saat yang sama, banyak warga korban banjir dan longsor masih bertahan di posko pengungsian dengan keterbatasan logistik. Keluhan soal kekurangan makanan, air bersih, alas tidur, dan kebutuhan dasar lainnya masih terus bermunculan dari berbagai titik terdampak.

Ironisnya, saat inspeksi dilakukan, Kepala Pelaksana BPBD Bireuen disebut tidak berada di lokasi. DPRK pun langsung meminta klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai lambannya penyaluran bantuan yang mengakibatkan logistik vital justru menumpuk di gudang.

Arif mendesak agar dinas terkait segera menyalurkan seluruh bantuan tersebut tanpa menunda-nunda lagi.

“Jangan sampai bantuan ini kadaluarsa baru dibagikan. Ini menyangkut hajat hidup dan keselamatan masyarakat yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.

Kasus ini memicu kemarahan publik di media sosial. Banyak warganet menilai bahwa penumpukan bantuan di saat rakyat sedang kesusahan adalah bentuk kelalaian serius, bahkan berpotensi menjadi pelanggaran etika dan hukum jika terbukti ada unsur kesengajaan.

Kini, sorotan publik tertuju pada BPBD dan Dinas Sosial Bireuen. Masyarakat menunggu langkah cepat pemerintah daerah untuk memastikan bahwa setiap karung beras, setiap dus mie instan, dan setiap matras yang tersimpan di gudang itu benar-benar sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Banjir Jakarta: 11 RT Masih Terendam, Ketinggian Air di Bawah 50 Cm

Update Banjir Jakarta: 11 RT Masih Terendam, Ketinggian Air di Bawah 50 Cm

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 14:58 WIB

BPBD DKI Gelontorkan Bantuan Logistik Rp575 Juta bagi Ribuan Pengungsi Banjir di Jakarta Utara

BPBD DKI Gelontorkan Bantuan Logistik Rp575 Juta bagi Ribuan Pengungsi Banjir di Jakarta Utara

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 13:03 WIB

5 Daerah Jakarta Masuk Kategori Siaga Banjir, Pompa Kali Asin Sempat Tembus Level Merah!

5 Daerah Jakarta Masuk Kategori Siaga Banjir, Pompa Kali Asin Sempat Tembus Level Merah!

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:24 WIB

Terkini

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB