Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo

Erick Tanjung, Faqih Fathurrahman

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:51 WIB
Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo
Massa driver ojek online (ojol) melakukan demonstrasi di kawasan Monas, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Ratusan pengemudi ojek online menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta.
  • Mereka menagih janji Presiden Prabowo untuk segera terbitkan Perpres ojek online.
  • Aksi digelar di depan Kedubes AS sebagai bentuk dukungan untuk Venezuela.

Suara.com - Ratusan pengemudi ojek online menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, pada Rabu (14/1/2026). Mereka menuntut agar Presiden Prabowo Subianto segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur regulasi ojek online di Indonesia.

Ketua Perhimpunan Ojek Online Indonesia, Cecep Saripudin, menyatakan bahwa aksi ini bertujuan untuk menagih janji yang pernah disampaikan oleh pemerintah.

“Kami pernah mendapatkan pernyataan dari pemerintah Indonesia, Pak Presiden Prabowo, bahwa akan segera diterbitkannya Perpres terkait peraturan atau regulasi di ojek online Indonesia,” ucapnya.

Menurut Cecep, regulasi ini sangat mendesak karena para pengemudi ojek online saat ini mengalami penderitaan yang luar biasa.

"Maka kami meminta negara hadir di dalam kesejahteraan kawan-kawan ojek online dengan mengeluarkannya satu regulasi atau yang disebut dengan Perpres,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus menggelar aksi dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak mendapatkan kepastian.

"Kita akan terus menjadwalkan aksi sampai kita bisa mendapatkan kepastian kapan Perpres itu akan dikeluarkan, karena itu kita menagih janji Pak Presiden,” imbuhnya.

Alasan Demo di Depan Kedubes AS

Cecep juga menjelaskan alasan mengapa aksi unjuk rasa ini digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat. Menurutnya, ini adalah bentuk dukungan moral bagi warga Venezuela.

“Venezuela adalah bagian negara yang seharusnya mendapatkan kebebasan dalam demokrasi, kebebasan dalam menjalankan negaranya. Amerika sebagai simbol negara demokrasi hari ini omong kosong,” tandas Cecep.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Pengemudi Ojol Demo di Depan Kedubes AS, Sindir Janji Jokowi Soal Payung Hukum

Ratusan Pengemudi Ojol Demo di Depan Kedubes AS, Sindir Janji Jokowi Soal Payung Hukum

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 14:02 WIB

1.541 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Ojol di Kedubes ASMonas

1.541 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Ojol di Kedubes ASMonas

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 10:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Presiden Prabowo Subianto Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Video | Selasa, 13 Januari 2026 | 22:00 WIB

Terkini

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:18 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

Risiko Bencana Alam, Bupati dan Wali Kota Jabar Diminta Hentikan Pembangunan di Hutan & Perkebunan

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:57 WIB

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

Skandal Epstein Memanas! Pam Bondi Akui Ada Kesalahan, DPR AS Curiga Ada Fakta yang Ditutupi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB