Tok! Laras Faizati Bebas dari Penjara, Hakim Jatuhkan Pidana Pengawasan 1 Tahun

Vania Rossa, Muhammad Yasir

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:40 WIB
Tok! Laras Faizati Bebas dari Penjara, Hakim Jatuhkan Pidana Pengawasan 1 Tahun
Sidang Vonis Laras Faizati. (Suara.com/Muhammad Yasir)
baca 10 detik
  • PN Jakarta Selatan pada 15 Januari 2026 membebaskan Laras dari tahanan dan menjatuhkan pidana pengawasan satu tahun.
  • Laras terbukti menghasut publik berdasarkan Pasal 161 KUHP lama, namun penjara dianggap tidak tepat diterapkan.
  • Hakim mempertimbangkan Laras pelaku pertama, kooperatif, muda, dan tidak ada tindakan kekerasan lanjutan yang konkret.

Suara.com - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan terdakwa kasus dugaan penghasutan demonstrasi Agustus 2025, Laras Faizati Khairunnisa, tidak menjalani hukuman penjara. Majelis hakim menjatuhkan pidana pengawasan selama satu tahun, sekaligus memerintahkan Laras segera dibebaskan dari tahanan, Kamis (15/1/2026).

Putusan dibacakan Ketua Majelis Hakim I Ketut Darpawan dalam sidang vonis yang berlangsung penuh ketegangan. Begitu amar putusan dibacakan, ruang sidang langsung riuh oleh sorak dan tepuk tangan pengunjung. Hakim sempat mengetuk palu untuk menenangkan suasana.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama enam bulan. Memerintahkan agar pidana tersebut tidak perlu dijalani, dengan syarat umum tidak akan melakukan tindak pidana lagi selama menjalani pidana pengawasan dalam waktu satu tahun,” ujar I Ketut Darpawan saat membacakan amar putusan.

Majelis hakim menyatakan Laras terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana “menyiarkan tulisan di muka umum yang menghasut supaya melakukan tindak pidana” sebagaimana dakwaan alternatif keempat Pasal 161 ayat (1) KUHP lama. Namun, hakim menilai hukuman penjara tidak tepat diterapkan dalam perkara ini.

Menurut majelis, meskipun perbuatan Laras dinilai berbahaya karena dilakukan di tengah situasi masyarakat yang sedang marah, terdakwa tidak melakukan tindakan lanjutan yang lebih konkret seperti mengorganisir massa atau menggerakkan orang lain untuk melakukan kekerasan.

“Riwayat hidup dan kondisi sosial terdakwa menunjukkan bahwa terdakwa memiliki potensi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pidana penjara justru berpotensi berdampak buruk bagi masa depannya,” kata hakim.

Atas dasar itu, majelis memilih pidana pengawasan dengan tujuan edukatif dan pembinaan, sebagaimana diatur dalam KUHP baru. Hakim juga mempertimbangkan bahwa Laras merupakan pelaku pertama kali, bersikap kooperatif selama persidangan, masih muda, serta menjadi tulang punggung keluarga.

Karena dijatuhi pidana pengawasan, majelis memerintahkan Laras dikeluarkan dari tahanan segera setelah putusan dibacakan. Perintah tersebut kembali disambut sorakan dan tepuk tangan hadirin di ruang sidang.

Laras Faizati Bebas. (Suara.com/Muhammad Yasir)
Laras Faizati Bebas. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Harapan Kebebasan Jelang Vonis

baca juga

Putusan ini sejalan dengan harapan yang sebelumnya disampaikan Laras jelang sidang vonis. Beberapa jam sebelum sidang, Laras menyatakan berharap putusan hakim menjadi penanda bahwa hukum masih melindungi hak bersuara warga.

“Semoga hari ini kita mendengar kabar baik dan kabar Indonesia yang lebih baik lagi, dan doakan aku bisa bebas dan pulang hari ini,” ujar Laras kala itu.

Laras juga sempat menyebut vonis ini sangat berarti baginya karena digelar empat hari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 pada 19 Januari. Ia berharap kebebasan bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga bagi perempuan lain yang mengalami kriminalisasi serupa.

Majelis hakim dalam putusannya juga menyinggung bahwa kritik terhadap institusi negara pada prinsipnya dilindungi hukum. Namun, hakim menegaskan bahwa ajakan membakar gedung pemerintah tidak dapat dikategorikan sebagai kritik atau opini publik, melainkan masuk dalam kategori hasutan melakukan tindak pidana.

Meski demikian, dengan mempertimbangkan tujuan pemidanaan, nilai keadilan, serta masa depan terdakwa, pengadilan memilih tidak menjebloskan Laras ke penjara.

Sidang vonis ini sekaligus menutup rangkaian panjang persidangan Laras Faizati, yang sejak awal menyedot perhatian publik dan dinilai sebagai ujian bagi batas kebebasan berekspresi di ruang digital Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simbol X di Masker Warnai Sidang Vonis Laras Faizati di PN Jaksel, Apa Maknanya?

Simbol X di Masker Warnai Sidang Vonis Laras Faizati di PN Jaksel, Apa Maknanya?

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:17 WIB

Detik-detik Menegangkan Sidang Vonis Laras Faizati: Pendukung Riuh, Berharap Bebas Sekarang Juga

Detik-detik Menegangkan Sidang Vonis Laras Faizati: Pendukung Riuh, Berharap Bebas Sekarang Juga

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:15 WIB

Jelang Vonis, Laras Faizati Berharap Hukum Lindungi Hak Bersuara: Doakan Saya Pulang Hari Ini

Jelang Vonis, Laras Faizati Berharap Hukum Lindungi Hak Bersuara: Doakan Saya Pulang Hari Ini

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 10:50 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×