Alarm Banjir Jawa: Prabowo Perintahkan Aksi Cepat, Zona Merah Disisir

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 19 Januari 2026 | 19:30 WIB
Alarm Banjir Jawa: Prabowo Perintahkan Aksi Cepat, Zona Merah Disisir
Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah diskusi bersama 1.200 akademisi di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026). [Foto: Biro Pers Istana]
  • Presiden Prabowo memerintahkan gerak cepat penanganan darurat dan penguatan mitigasi bencana banjir di Jawa pada Sabtu (17/1).
  • Fokus utama arahan presiden adalah keselamatan warga, penanganan korban, dan perbaikan infrastruktur vital yang rusak parah.
  • Mendagri ditugaskan memetakan zona rawan banjir untuk merumuskan strategi antisipasi dan mitigasi bencana yang lebih efektif.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pemerintah untuk bergerak dengan kecepatan penuh dalam menangani dampak bencana banjir yang mengepung sejumlah daerah strategis di Pulau Jawa.

Tak hanya fokus pada penanganan darurat, Prabowo juga menekan pentingnya penguatan langkah mitigasi di seluruh wilayah yang teridentifikasi rawan bencana.

Perintah tersebut dikeluarkan setelah Presiden menerima laporan komprehensif mengenai situasi terkini, termasuk banjir, tanah longsor, hingga genangan air parah di berbagai wilayah seperti Kabupaten Pati, Kudus, dan Jakarta Utara. Laporan ini dibahas dalam rapat terbatas yang digelar di tengah puncak curah hujan tinggi pada Sabtu (17/1).

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi arahan langsung dari Presiden tersebut. Menurutnya, prioritas utama yang ditekankan Prabowo adalah keselamatan warga dan penanganan korban secepat mungkin.

"Di situ juga kemudian Bapak Presiden langsung memerintahkan kepada kita untuk seluruh jajaran untuk sekali lagi pertama-tama tentunya penanganan secepat-cepatnya yang berkenaan dengan menimbulkan korban dari setiap kejadian," kata Prasetyo saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/1/2026).

Laporan yang diterima Presiden juga merinci adanya sejumlah infrastruktur vital yang rusak, termasuk tanggul yang jebol di beberapa lokasi krusial, yang memperparah kondisi banjir dan memperluas area terdampak.

Menindaklanjuti situasi ini, Presiden Prabowo secara spesifik menugaskan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk segera melakukan pemetaan dan identifikasi menyeluruh terhadap titik-titik wilayah serta zona yang memiliki potensi tinggi mengalami banjir, rob, maupun genangan akibat anomali cuaca dan curah hujan ekstrem.

Langkah identifikasi ini bukan sekadar untuk pendataan, melainkan menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam merumuskan strategi antisipasi dan mitigasi bencana yang lebih efektif.

Tujuannya jelas, yakni untuk meminimalisir dampak dan kerugian, baik materiel maupun korban jiwa, pada kejadian serupa di masa mendatang.

"Nah ini juga menjadi pekerjaan rumah kita bersama, menjadi tugas kami pemerintah untuk bagaimana secepatnya juga memikirkan, mengantisipasi, memitigasi supaya hal-hal seperti ini di kemudian hari dapat dikurangi efeknya," ucap Prasetyo sebagaimana dilansir Antara.

Berdasarkan data yang dihimpun, hujan berintensitas tinggi telah memicu banjir di berbagai titik di Pulau Jawa, antara lain di Lamongan, Pekalongan, Batang, Kudus, Demak, Pati, Jepara, Karawang, Bekasi, hingga pesisir Jakarta Utara.

Di tengah kondisi banjir yang masih berlangsung, Prasetyo juga mengisyaratkan kemungkinan Presiden Prabowo akan meninjau langsung lokasi-lokasi yang terdampak paling parah untuk memastikan penanganan berjalan optimal di lapangan.

"Nanti kita rencanakan," ujarnya singkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Said Didu Ungkap Data Ngeri: Misi Utama Prabowo Rebut RI dari Cengkeraman Oligarki

Said Didu Ungkap Data Ngeri: Misi Utama Prabowo Rebut RI dari Cengkeraman Oligarki

News | Senin, 19 Januari 2026 | 19:04 WIB

Pulihkan Konektivitas Aceh, Pemerintah Tangani Permanen 6 Jembatan dan 28 Titik Longsor

Pulihkan Konektivitas Aceh, Pemerintah Tangani Permanen 6 Jembatan dan 28 Titik Longsor

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 18:55 WIB

Kudus Dikepung Banjir

Kudus Dikepung Banjir

Foto | Senin, 19 Januari 2026 | 18:25 WIB

Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Ini 6 Fakta Partai Baru Gema Bangsa

Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Ini 6 Fakta Partai Baru Gema Bangsa

News | Senin, 19 Januari 2026 | 17:34 WIB

5 Rekomendasi SUV Bekas Ground Clearance Tinggi Rp90 Jutaan, Libas Banjir Tanpa Was-Was

5 Rekomendasi SUV Bekas Ground Clearance Tinggi Rp90 Jutaan, Libas Banjir Tanpa Was-Was

Otomotif | Senin, 19 Januari 2026 | 17:19 WIB

Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet Prabowo

Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet Prabowo

News | Senin, 19 Januari 2026 | 16:04 WIB

Refund Tiket Imbas Banjir, PT KAI Rugi Hingga Rp3,5 Miliar

Refund Tiket Imbas Banjir, PT KAI Rugi Hingga Rp3,5 Miliar

Video | Senin, 19 Januari 2026 | 16:00 WIB

Terkini

28 Tahun Reformasi: Demokrasi Surut, Ekonomi Dihantui Krisis Kepercayaan

28 Tahun Reformasi: Demokrasi Surut, Ekonomi Dihantui Krisis Kepercayaan

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:25 WIB

Operasi Senyap di Blok M: Sehari Diintai, 13 Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan!

Operasi Senyap di Blok M: Sehari Diintai, 13 Jukir Liar Tak Berkutik Terjaring Razia Gabungan!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:49 WIB

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:34 WIB

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

Alarm Bahaya Militerisme: Ruang Demokrasi Menyempit, Ekonomi Kian Terancam

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:29 WIB

Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara

Modus Tambang Luar IUP Terbongkar, Kejagung Jebloskan Bos Bauksit Sudianto Aseng ke Penjara

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:02 WIB

Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:10 WIB

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:56 WIB

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:49 WIB

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:26 WIB

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:18 WIB