Insiden Udara di Bali, Kronologi Helikopter Raffi Ahmad Alami Gangguan Akibat Kabut Tebal

Vania Rossa

Rabu, 21 Januari 2026 | 15:06 WIB
Insiden Udara di Bali, Kronologi Helikopter Raffi Ahmad Alami Gangguan Akibat Kabut Tebal
Raffi Ahmad [Instagram]
baca 10 detik
  • Helikopter yang ditumpangi Raffi Ahmad nyaris mendarat darurat di Tabanan, Bali, karena terjebak kabut tebal Kamis (15/1/2026).
  • Faktor utama insiden ini adalah kabut tebal mengakibatkan helikopter berputar-putar sekitar sepuluh menit sebelum selamat.
  • Meskipun ada potensi cuaca buruk, penerbangan tetap dilaksanakan demi mengejar jadwal penting ke Solo.

Suara.com - Insiden penerbangan nyaris berujung pendaratan darurat dialami selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, saat melakukan perjalanan udara di Bali, Kamis (15/1/2026).

Helikopter yang ditumpanginya terjebak kabut tebal di wilayah pegunungan Kabupaten Tabanan, Bali, hingga harus bermanuver berputar-putar dengan jarak pandang sangat terbatas. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga di darat dan menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Berikut tujuh fakta penting terkait insiden tersebut:

1. Terjadi Saat Perjalanan Pulang dari Bali Utara

Insiden mencekam ini terjadi saat helikopter yang membawa Raffi Ahmad dan rombongan bertolak dari Bali Utara menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Penerbangan dilakukan usai Raffi menyelesaikan agenda resmi peninjauan progres pembangunan proyek Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Situasi genting dilaporkan terjadi ketika helikopter melintas di wilayah Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, kawasan dengan kontur pegunungan dan cuaca yang mudah berubah.

2. Daftar Penumpang di Dalam Helikopter

Selain Raffi Ahmad, helikopter tersebut juga ditumpangi oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna, pengusaha asal Bali sekaligus pemilik jaringan bisnis Krisna Oleh-Oleh.

baca juga

Turut serta pula Prio Bagja Anugrah, manajer pribadi Raffi Ahmad yang selama ini mendampingi aktivitas profesional sang selebritas.

3. Kabut Tebal Jadi Penyebab Utama

Faktor cuaca menjadi penyebab utama insiden ini. Helikopter mendadak terjebak kabut putih pekat saat melintasi kawasan pegunungan Tabanan.

Kondisi tersebut menyebabkan low visibility hingga nyaris nol, membuat pilot kesulitan melihat medan dan arah penerbangan. Helikopter pun harus berjuang menjaga kestabilan di tengah tekanan udara dan cuaca ekstrem.

Situasi ini menciptakan ketegangan di dalam kabin, mengingat keselamatan penerbangan sepenuhnya bergantung pada kemampuan pilot menembus kabut tebal tersebut.

4. Helikopter Sempat Berputar-putar di Atas Persawahan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-Detik Menegangkan Helikopter yang Ditumpangi Raffi Ahmad Oleng di Bali Akibat Cuaca Buruk

Detik-Detik Menegangkan Helikopter yang Ditumpangi Raffi Ahmad Oleng di Bali Akibat Cuaca Buruk

Entertainment | Selasa, 20 Januari 2026 | 13:28 WIB

Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Kuta Bali Dibanjiri Sampah

Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Kuta Bali Dibanjiri Sampah

Foto | Selasa, 20 Januari 2026 | 09:30 WIB

3 Rekomendasi Hotel Bintang 5 di Bali dengan Fasilitas Lengkap

3 Rekomendasi Hotel Bintang 5 di Bali dengan Fasilitas Lengkap

Lifestyle | Senin, 19 Januari 2026 | 18:45 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×