DPR Beri 'Lampu Hijau' Pegawai Inti SPPG Jadi ASN: Tapi Tetap Harus Penuhi Kriteria

M Nurhadi

Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:59 WIB
DPR Beri 'Lampu Hijau' Pegawai Inti SPPG Jadi ASN: Tapi Tetap Harus Penuhi Kriteria
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/1/2026). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
baca 10 detik
  • DPR melalui Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad menyetujui pengangkatan pegawai inti SPPG menjadi ASN bersyarat profesionalisme.
  • Badan Gizi Nasional memprioritaskan Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan untuk menjadi PPPK per 1 Februari.
  • Pengangkatan wajib memenuhi kriteria kompetensi, sementara pegawai baru akan melalui tahapan seleksi formal lebih lanjut.

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, lembaga legislatif memberikan 'lampu hijau' bagi kebijakan pemerintah yang ingin mengangkat pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG diangkat menjadi aparatur sipil negara.

Tapi syaratnya, Dasco menegaskan pegawai inti SPPG yang menangani makan bergizi gratis atau MBG itu harus bekerja secara baik serta profesional.

Penegasan ini muncul sebagai bentuk tanggung jawab moral bagi para abdi negara, yang diberikan mandat untuk memastikan asupan gizi anak-anak Indonesia terjaga melalui program nasional tersebut.

Dasco mengaku baru mendengar rencana Badan Gizi Nasional (BGN) mengangkat pegawai dapur MBG pada Selasa pekan ini.

Informasi ini berkembang seiring dengan koordinasi intensif antara pihak eksekutif dan parlemen.

"Pertama, saya juga baru mendengar wacana itu saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR," kata Dasco, dikutip hari Jumat (23/1/2026).

Dasco menekankan, para pegawai SPPG yang akan menjadi PPPK haruslah memenuhi persyaratan dan kriteria di lapangan.

Kualitas SDM dianggap sebagai variabel kunci, agar program MBG tidak hanya sukses secara administratif, tetapi juga memberikan dampak kesehatan nyata bagi masyarakat luas.

Maka dari itu, kata Dasco, para pegawai SPPG harus bekerja dengan baik karena sudah direkrut negara.

baca juga

"Tentu ada komisi teknis untuk menyusun tahapan-tahapan perubahannya, terutama rekomendasi rekrutmen pegawai seperti yang dijelaskan Kepala BGN."

Lebih lanjut, Dasco menginginkan agar seleksi dan penempatan pegawai ini benar-benar berbasis kompetensi mengingat besarnya anggaran negara yang dialokasikan untuk operasional SPPG di seluruh penjuru tanah air.

"Itu penting supaya persyaratan dan kriteria bisa terpenuhi. Harapannya bisa bekerja secara baik nantinya," kata Dasco.

Ada prioritas

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana telah memetakan siapa saja yang berhak mendapatkan status ASN PPPK tersebut.

Ia menegaskan, kebijakan ini diprioritaskan untuk tenaga ahli yang selama ini menjadi tulang punggung operasional di dapur-dapur umum atau SPPG. Pegawai SPPG dapat diangkat menjadi ASN PPPK itu adalah kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan.

Keputusan ini menjadi kabar gembira bagi para profesional di bidang gizi dan keuangan yang telah berkontribusi sejak awal program digulirkan.

"Hampir semua kepala SPPG, ahli gizi, serta akuntan yang sudah lama beroperasi, bakal jadi ASN PPPK per 1 Februari," kata Dadan.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya standarisasi layanan di seluruh unit SPPG.

Namun, bagi mereka yang baru saja bergabung atau tertarik untuk ikut serta dalam gerakan ini, Dadan memberikan catatan bahwa prosesnya akan melalui jalur seleksi formal yang transparan.

Sementara untuk pegawai inti SPPG yang baru bergabung, akan menunggu giliran untuk diangkat menjadi ASN.

"Nanti bakal ada tes lebih lanjut untuk yang kategorinya masih baru-baru," kata Dadan lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat: Dasco - Purbaya Jadi 'Duet Maut' Jaga Stabilitas Ekonomi Politik

Pengamat: Dasco - Purbaya Jadi 'Duet Maut' Jaga Stabilitas Ekonomi Politik

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 12:49 WIB

Bahaya Kecemburuan Kebijakan: Saat Honorer Lama Merasa Dianaktirikan

Bahaya Kecemburuan Kebijakan: Saat Honorer Lama Merasa Dianaktirikan

Your Say | Jum'at, 23 Januari 2026 | 12:31 WIB

BGN Luncurkan Mak Comblang Project, Petani Disambungkan Langsung ke Dapur MBG

BGN Luncurkan Mak Comblang Project, Petani Disambungkan Langsung ke Dapur MBG

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 08:46 WIB

Gusti Purbaya Temui Dasco di DPR, Konflik Keraton Solo Sempat Disinggung

Gusti Purbaya Temui Dasco di DPR, Konflik Keraton Solo Sempat Disinggung

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 17:05 WIB

Pegawai SPPG Mau Dijadikan ASN, Alvin Lie Punya Kekhawatiran seperti Ini

Pegawai SPPG Mau Dijadikan ASN, Alvin Lie Punya Kekhawatiran seperti Ini

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 15:28 WIB

Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra

Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 14:37 WIB

Dasco: Pak Prabowo Tak Pernah Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Dasco: Pak Prabowo Tak Pernah Usulkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 14:08 WIB

Negara Bisa Sat-Set: Menggugat Kecepatan Selektif Antara Gizi dan Guru

Negara Bisa Sat-Set: Menggugat Kecepatan Selektif Antara Gizi dan Guru

Your Say | Rabu, 21 Januari 2026 | 13:56 WIB

Terkini

Febrie Adriansyah Siap Uji Dugaan TPPU dan Keabsahan Aset Rp 846 Miliar di Pengadilan

Febrie Adriansyah Siap Uji Dugaan TPPU dan Keabsahan Aset Rp 846 Miliar di Pengadilan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:17 WIB

Industri Event Jadi Mesin Baru Ekonomi Nasional, Perputaran Uang Capai Rp 1,09 T

Industri Event Jadi Mesin Baru Ekonomi Nasional, Perputaran Uang Capai Rp 1,09 T

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:16 WIB

IHSG Mulai Bangkit Pagi Ini Tetap di Level 6.400, Pantau BRMS

IHSG Mulai Bangkit Pagi Ini Tetap di Level 6.400, Pantau BRMS

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:15 WIB

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

Udara Singapura Memburuk, Asap dari Kalimantan dan Sumatra Terpantau Bergerak Masuk

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:08 WIB

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:06 WIB

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:56 WIB

×