BGN Luncurkan Mak Comblang Project, Petani Disambungkan Langsung ke Dapur MBG

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Kamis, 22 Januari 2026 | 08:46 WIB
BGN Luncurkan Mak Comblang Project, Petani Disambungkan Langsung ke Dapur MBG
Potret dapur MBG (bgn.go.id)
baca 10 detik
  • BGN meluncurkan Mak Comblang Project untuk menghubungkan langsung petani dan dapur MBG guna mengatasi masalah rantai pasok.
  • Pertemuan awal di Cipanas mengungkap ketidaksesuaian volume produksi petani dengan kebutuhan signifikan dapur MBG.
  • Proyek ini bertujuan menyelaraskan kalender tanam dan panen untuk kepastian harga petani serta stabilitas pasokan MBG.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memulai langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Mak Comblang Project.

Inisiatif ini dirancang untuk mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG guna mengatasi persoalan klasik dalam rantai pasok pangan, khususnya ketimpangan antara kapasitas produksi petani dan kebutuhan riil dapur MBG di wilayah Jakarta dan Bogor.

Langkah awal Mak Comblang Project ditandai dengan pertemuan koordinasi bersama petani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada Senin (19/1).

Pertemuan tersebut menjadi forum awal pemetaan rantai pasok untuk melihat kondisi lapangan secara faktual, baik dari sisi produksi petani maupun kebutuhan dapur MBG.

Juru Bicara BGN, Dian Fatwa, menjelaskan bahwa selama ini petani dan dapur MBG berjalan pada jalur yang terpisah.

Di satu sisi, petani di Cipanas mengalami kelebihan pasokan. Namun di sisi lain, dapur MBG di Jakarta dan Bogor justru kesulitan memperoleh bahan baku dengan harga yang stabil.

“Mak Comblang Project hadir untuk menyambungkan dua sisi ini secara langsung,” ujar Dian.

Dalam pemetaan awal, BGN menemukan adanya kesenjangan volume produksi dan kebutuhan yang cukup signifikan.

Pada komoditas jagung, misalnya, kapasitas produksi petani Cipanas berada di kisaran 30 ton per bulan, sementara kebutuhan dapur MBG di Jakarta mencapai sekitar 240 ton per bulan.

baca juga

Kondisi ini menunjukkan perlunya perencanaan produksi yang lebih selaras dengan kebutuhan program.

Selain kesenjangan volume, pertemuan tersebut juga mengungkap disparitas harga di tingkat petani dan konsumen dapur MBG.

Juru Bicara BGN, Dian Fatwa. (Suara.com/Lilis)
Juru Bicara BGN, Dian Fatwa. (Suara.com/Lilis)

Dian mencontohkan komoditas wortel, di mana dapur MBG kerap membeli dengan harga Rp15.000 hingga Rp25.000 per kilogram, sementara petani hanya menerima Rp1.500 hingga Rp3.000 per kilogram di tingkat kebun.

“Disparitas ini bukan disebabkan oleh satu pihak, melainkan akibat rantai pasok yang panjang dan tidak terhubung secara langsung,” jelasnya.

Melalui Mak Comblang Project, BGN mulai memetakan komoditas, volume produksi, serta kebutuhan dapur secara terbuka.

Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar penyusunan kalender tanam dan kalender panen, sehingga petani dapat memanen secara bertahap dan berkelanjutan.

Pola tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pasar dan harga yang lebih layak bagi petani, sekaligus menjamin ketersediaan pasokan bahan baku yang stabil bagi dapur MBG.

Ke depan, penyusunan menu MBG juga akan diselaraskan dengan ketersediaan produksi petani lokal, dengan tetap melibatkan peran ahli gizi agar kualitas dan kecukupan gizi terjaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MBG Bertransformasi: dari Piring Makan ke Jaring Pengaman Sosial

MBG Bertransformasi: dari Piring Makan ke Jaring Pengaman Sosial

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 21:38 WIB

Pegawai SPPG Mau Dijadikan ASN, Alvin Lie Punya Kekhawatiran seperti Ini

Pegawai SPPG Mau Dijadikan ASN, Alvin Lie Punya Kekhawatiran seperti Ini

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 15:28 WIB

Purbaya Akan Evaluasi Anggaran MBG 2026, Estimasi Terserap Hanya Rp 200 T dari Total Rp 335 T

Purbaya Akan Evaluasi Anggaran MBG 2026, Estimasi Terserap Hanya Rp 200 T dari Total Rp 335 T

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 15:16 WIB

Negara Bisa Sat-Set: Menggugat Kecepatan Selektif Antara Gizi dan Guru

Negara Bisa Sat-Set: Menggugat Kecepatan Selektif Antara Gizi dan Guru

Your Say | Rabu, 21 Januari 2026 | 13:56 WIB

Terkini

Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan

Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:17 WIB

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:02 WIB

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:50 WIB

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:30 WIB

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:24 WIB

Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%

Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:22 WIB

Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:05 WIB

The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran

The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:05 WIB

×