Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina

Vania Rossa, Novian Ardiansyah

Jum'at, 23 Januari 2026 | 21:06 WIB
Bukan Pengganti PBB, Board of Peace Jadi Strategi Indonesia Dukung Kemerdekaan Palestina
Menteri Luar Negeri Sugiono (suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Menlu Sugiono menyatakan keikutsertaan Indonesia pada Board of Peace (BoP) bertujuan menyelesaikan konflik dan rehabilitasi pasca-konflik di Gaza.
  • Piagam BoP ditandatangani oleh Presiden Prabowo di Davos, Swiss, sebagai tindak lanjut pertemuan negara Islam terkait Palestina.
  • BoP adalah badan internasional pemantau stabilisasi Gaza, bukan pengganti peran penting Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Suara.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menjelaskan keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP)/Dewan Perdamaian adalah bagian dari upaya Indonesja dalam rangka penyelesaian konflik, mencapai perdamaian, serta rehabilitasi pasca konflik, khususnya di Gaza, Palestina.

Sugiono menjelaskan salah satu agenda utama Presiden Prabowo Subianto adalah penandatanganan Charter BoP, yang dilakukan di sela-sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

BoP, kata Sugiono merupakan bagian dari pertemuan antara beberapa negara Islam dan beberapa negara mayoritas penduduknya Islam yang menbahaa situasi di Palestina. Ia berujar pada pertemuan sebelumnya negara-negaea tersehut bersepakat untuj melibatkan dunia internasional dalam proses perdamaian di Palestina aahar sifatnya dapat permanen

"Dan pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Mesir di Shamr El-Sheikh yang kemudian kemarin ditandatanganilah Charter dari apa yang disebut dengan Board of Peace," kata Sugiono di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026).

Sugiono mengatakan Board of Peace merupakan suatu badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi, stabilisasi, dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza pada khususnya dan di Palestina.

Indonesia memandang perlu ikut serta di BoP karena sejak awal Indonesia merupakan bagian dari negara-negaea yang ikut dalam proses mencapai perdamaian dan penyelesaian konflik di Palestina.

"Memandang bahwa Indonesia perlu ikut bergabung dan terus terang saja perlu disampaikan bahwa prosesnya ini juga agak cepat. Dalam beberapa hari yang lalu penandatanganan piagam ini dilakukan dan Bapak Presiden memutuskan Indonesia untuk bergabung dengan berbagai pertimbangan," kata Sugiono.

Pertimbangan tersebut salah satunya karena keterlibatan Indonesia sejak awal yang peduli terhadap perdamaian, stabilitas internasional, khususnya pada situasi yang terjadi di Gaza.

"Karena Board of Peace ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai perdamaian tersebut maka kita harus ada di dalamnya. Dan ini juga kita lakukan konsultasi dengan negara-negara yang kita sebut dengan Group of New York. Ada beberapa kali pertemuan sebenarnya, banyak percakapan, kemudian dialog yang terjadi, kemudian pertimbangan-pertimbangan dan dua hari sebelum penandatangan kemarin semuanya bersepakat untuk ikut bergabung bersama Board of Peace," tutur Sugiono.

baca juga

"Negara-negara tersebut antara lain adalah Saudi Arabia, kemudian Persatuan Emirat Arab, Qatar, kemudian Jordan, Turkiye, Pakistan dan Indonesia tentu saja. Mesir juga ada di situ. Jadi semuanya bersepakat," sambungnya.

Langkah Konkret

Sugiono menegaskan posisi Indonesia yang meyakini bahwa Board of Peace adalah sebuah langkah yang konkret, setelah sekian lama untuk bisa mencapai perdamaian di Palestina.

Ia berkeyakinan kehadiran negara-negara yang teegabung di Board of Peace akan mengawal dan memastikan upaya yang dilakukan Board of Peace ke depan akan tetap berorientasi pada kemerdakaan Palestina

“Kemudian memastikan bahwa upaya yang dilakukan oleh Board of Peace ini tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan untuk tercapainya solusi dua negara,” kata Sugiono.

Bukan Gantikan PBB

Sugiono sekaligus menegaskan BoP tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Dan karena ada pertanyaan saya juga harus jawab, apakah ini akan menggantikan PBB? Tentu saja tidak," kata Sugiono.

"Kemarin juga disampaikan bahwa Badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB. Ini adalah suatu badan internasional yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza. Oleh karena itu upaya-upaya ini kita harus ikut, Indonesia memutuskan untuk bergabung,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuntaskan Kunjungan di Swiss, Prabowo Lanjut Bertemu Macron di Paris

Tuntaskan Kunjungan di Swiss, Prabowo Lanjut Bertemu Macron di Paris

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 20:53 WIB

Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah

Pidato Prabowo di Swiss Dipuji Ketua DPD RI: Indonesia Kuat, Strategis, dan Pilih Jalan Tengah

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:42 WIB

Prabowonomics Bakal Menggema di WEF Davos, Visi Ekonomi RI Setelah 10 Tahun Absen

Prabowonomics Bakal Menggema di WEF Davos, Visi Ekonomi RI Setelah 10 Tahun Absen

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:37 WIB

Terkini

Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki

Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki

News | Senin, 02 November 2026 | 09:03 WIB

Dari Wishlist hingga Checkout, Lagu no na x Shopee Jadi Soundtrack Kehidupan Para Shopping Lovers!

Dari Wishlist hingga Checkout, Lagu no na x Shopee Jadi Soundtrack Kehidupan Para Shopping Lovers!

News | Senin, 02 November 2026 | 09:00 WIB

35 Tahun Berkarya, Twilite Orchestra Bawa Lagu Legendaris The Beatles dan Queen

35 Tahun Berkarya, Twilite Orchestra Bawa Lagu Legendaris The Beatles dan Queen

Foto | Senin, 02 November 2026 | 09:00 WIB

Usai Batalkan Suket SMA Gibran, MA Gelar Konferensi Pers Jelaskan Putusan Kasasi Siang Ini!

Usai Batalkan Suket SMA Gibran, MA Gelar Konferensi Pers Jelaskan Putusan Kasasi Siang Ini!

News | Senin, 02 November 2026 | 08:55 WIB

Destiny Unchain Online Tayang 2027, Ikumi Hasegawa Isi Suara Karakter Crim

Destiny Unchain Online Tayang 2027, Ikumi Hasegawa Isi Suara Karakter Crim

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 08:50 WIB

Harga Minyak Sentuh US$118 per Barel, OPEC+ Sepakat Tahan Target Produksi Desember

Harga Minyak Sentuh US$118 per Barel, OPEC+ Sepakat Tahan Target Produksi Desember

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 08:49 WIB

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

Mundur dari Polri, Netty Rosdiana Siapkan Langkah Baru: Mengajar di Kampus hingga Kegiatan Sosial

News | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Samsung Sindir Layar Lipat iPhone Duo yang Retak, Singgung Ketahanan Galaxy Fold8

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:41 WIB

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Cara Mengecek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat WA, Catat Nomor Resminya!

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 08:40 WIB

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Bocah 11 Tahun Terperosok Palung Laut 2 Meter di Pantai Mutun, Begini Kondisinya

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 08:39 WIB

×