- Jenderal Zhang Youxia, sekutu dekat Xi Jinping, diselidiki karena tuduhan pengkhianatan membocorkan rahasia nuklir Tiongkok kepada CIA.
- Kementerian Pertahanan Tiongkok mengonfirmasi penahanan Zhang dan Jenderal Liu Zhenli atas pelanggaran disiplin serius awal pekan ini.
- Pembersihan ini merupakan bagian kampanye antikorupsi Xi, berisiko stabilitas operasional PLA karena hilangnya personel senior berpengalaman.

Christopher K. Johnson, mantan analis CIA, menilai langkah ini menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar aman dari semangat pembersihan Xi. Namun, para ahli memperingatkan bahwa pembersihan ini membawa risiko besar bagi stabilitas internal:
- Krisis Kepemimpinan: Saat ini, dari enam jenderal yang ditunjuk Xi ke CMC pada 2022, lima di antaranya telah disingkirkan.
- Kehilangan Pengalaman Tempur: Zhang Youxia adalah sedikit dari jenderal senior yang memiliki pengalaman tempur nyata (Veteran Perang China-Vietnam 1979). Kepergiannya meninggalkan lubang besar dalam kemampuan operasional praktis PLA.
- Moral Prajurit: Pengamat militer dari Taipei, Su Tzu-yun, menyebut penangkapan sosok yang dianggap "tak tersentuh" ini bisa meruntuhkan kepercayaan diri para perwira tinggi lainnya.
Presiden Xi Jinping secara konsisten menyebut korupsi sebagai ancaman terbesar bagi eksistensi Partai Komunis.
Tuduhan bahwa Zhang membentuk kelompok-kelompok yang mengikis persatuan partai semakin memperkuat alasan Xi untuk melakukan perombakan total.
Meski dalam jangka pendek pembersihan ini mengganggu kesiapan operasional—terutama terkait agenda strategis seperti Taiwan—Xi tampaknya lebih memilih memiliki militer yang "bersih dan setia" daripada militer yang berpengalaman namun terjerat korupsi kontrak senjata di Departemen Peralatan Umum.