Jadi Saksi, Rocky Gerung Sebut Jokowi Kewalahan Hadapi Isu Ijazah Palsu

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 27 Januari 2026 | 11:55 WIB
Jadi Saksi, Rocky Gerung Sebut Jokowi Kewalahan Hadapi Isu Ijazah Palsu
Rocky Gerung usai mengikuti acara Rakernas PDIP di Beach Internasional Stadium Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2025). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
  • Rocky Gerung hadir sebagai saksi ahli di Polda Metro Jaya terkait polemik keaslian ijazah mantan Presiden Jokowi.
  • Rocky menilai upaya pengacara Jokowi membela diri justru menunjukkan kepanikan istana terkait isu ijazah tersebut.
  • Ia menegaskan bahwa tuntutan publik untuk menunjukkan ijazah adalah hak konstitusional dan ujian etik bagi kepala negara.

Suara.com - Akademisi sekaligus ahli filsafat, Rocky Gerung hadir memberikan pandangan sebagai saksi ahli terkait polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Polda Metro Jaya.

Melalui analisisnya, Rocky Gerung menilai kehadiran dirinya adalah upaya menjaga akal sehat publik.

Ia melihat saat ini Jokowi sedang mengalami kegelisahan mendalam, tidak hanya karena urusan dinasti politik, tetapi juga karena tekanan terkait keaslian ijazahnya.

"Kelihatannya pihak Jokowi makin panik sehingga mulai mengancam kembali, seolah-olah kalau ijazah itu dipertontonkan akan ada chaos," ujarnya, dikutip dari kanal Rocky Gerung Official pada Selasa (27/1/2026).

Rocky menilai langkah hukum yang diambil melalui tim pengacara mantan Presiden justru menjadi bukti otentik adanya kepanikan di lingkaran dalam Istana.

Ia secara khusus menyoroti argumen lawyer Jokowi, Yakub Hasibuan, yang menyatakan bahwa menunjukkan ijazah secara terbuka dapat memicu kekacauan.

Bagi Rocky, argumen tersebut merupakan pengakuan tidak langsung atas kerapuhan posisi mantan Presiden saat ini.

Rocky juga menyinggung informasi dari kader PDIP, Bitor Suryadi, mengenai dugaan keterkaitan pembuatan ijazah di Pasar Pramuka, Jakarta.

Rocky menanggapi pernyataan mengenai hilangnya dua orang aktivis yang diduga mengetahui proses tersebut sebagai misteri yang harus diungkap, karena hal ini memperkuat tuntutan publik akan kejujuran seorang pemimpin.

"Bahkan saudara Bitor Suryadi terang-terangan mengatakan ia tahu bahwa itu dibikin di Jalan Pramuka. Kan sebetulnya itu membuktikan bahwa banyak betul manusia Indonesia yang ingin ada kejujuran dari Jokowi," jelasnya.

Sebagai saksi atas perjalanan demokrasi, Rocky menegaskan bahwa Presiden adalah "pesuruh" dari kedaulatan rakyat, sehingga warga negara memiliki hak konstitusional untuk bertanya.

Ia menegaskan bahwa tuntutan ini bukanlah urusan hukum antar-individu secara pribadi, melainkan kewajiban administrasi seorang kepala negara kepada rakyatnya.

"Jokowi itu tidak dituntut untuk memperlihatkan ijazahnya sebagai individu yang bernama Jokowi Widodo, bukan, tetapi sebagai kepala negara yang harus mengikuti prosedur administrasi negara."

Ia menambahkan bahwa jika muncul kecurigaan publik terhadap integritas seorang pemimpin, maka hal tersebut sah secara moral dalam ruang demokrasi.

Menurutnya, kontroversi ini kini telah bergeser dari sekadar urusan administrasi menjadi ujian kematangan etik bagi Jokowi.

"Ini adalah persaingan moral, apakah moral Jokowi cukup surplus untuk menandingi moral publik yang menganggap bahwa dia itu pembohong?" ujarnya.

Rocky memperingatkan bahwa upaya menyembunyikan fakta justru akan merugikan martabat Jokowi sendiri sebagai tokoh bangsa.

Baginya, semakin lama kejujuran itu ditunda, maka legitimasi seorang mantan kepala negara akan terasa semakin dangkal di mata sejarah.

"Disembunyikannya kejujuran semakin lama kedudukan Jokowi sebagai mantan kepala negara menjadi makin palsu, menjadi makin dangkal tuh,” pungkasnya. (Dinda Pramesti K)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Saksi Ahli di Kasus Ijazah Jokowi, Rocky Gerung: Ijazahnya Asli, Orangnya yang Palsu!

Jadi Saksi Ahli di Kasus Ijazah Jokowi, Rocky Gerung: Ijazahnya Asli, Orangnya yang Palsu!

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 11:31 WIB

Jelang Diperiksa Polisi, Rocky Gerung akan Jelaskan Metodologi Penelitian Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Jelang Diperiksa Polisi, Rocky Gerung akan Jelaskan Metodologi Penelitian Kasus Ijazah Palsu Jokowi

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 11:18 WIB

Akankah Rocky Gerung Hadir? Polda Metro Tunggu Kedatangannya Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi

Akankah Rocky Gerung Hadir? Polda Metro Tunggu Kedatangannya Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 07:12 WIB

PSI Gaspol Konsolidasi Jelang Rakernas Makassar, Program Disatukan Bareng Relawan Jokowi

PSI Gaspol Konsolidasi Jelang Rakernas Makassar, Program Disatukan Bareng Relawan Jokowi

News | Senin, 26 Januari 2026 | 16:25 WIB

Alasan Damai Hari Lubis Laporkan Pengacara Roy Suryo ke Polda Metro Jaya

Alasan Damai Hari Lubis Laporkan Pengacara Roy Suryo ke Polda Metro Jaya

News | Senin, 26 Januari 2026 | 16:07 WIB

Dulu Tersangka, Kini Pelapor: Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana Laporkan Kuasa Hukum Roy Suryo

Dulu Tersangka, Kini Pelapor: Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana Laporkan Kuasa Hukum Roy Suryo

News | Senin, 26 Januari 2026 | 15:07 WIB

Soal Kemungkinan Periksa Jokowi dalam Kasus Kuota Haji, KPK: Tergantung Kebutuhan Penyidik

Soal Kemungkinan Periksa Jokowi dalam Kasus Kuota Haji, KPK: Tergantung Kebutuhan Penyidik

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 19:14 WIB

Terkini

Lagi Asyik Makan Sate Taichan di Kembangan, Motor Raib Digondol Maling: Pelaku Dikejar hingga Kedoya

Lagi Asyik Makan Sate Taichan di Kembangan, Motor Raib Digondol Maling: Pelaku Dikejar hingga Kedoya

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05 WIB

Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium

Sesumbar Benjamin Netanyahu Mau Masuk ke Iran dan Ambil Uranium

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:59 WIB

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:49 WIB

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35 WIB

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:17 WIB

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:54 WIB

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:15 WIB

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:48 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:47 WIB