Waspada Siomay Campuran Ikan Sapu-Sapu, Dinas KPKP DKI Ingatkan Bahaya Logam Berat yang Mengintai

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:44 WIB
Waspada Siomay Campuran Ikan Sapu-Sapu, Dinas KPKP DKI Ingatkan Bahaya Logam Berat yang Mengintai
Ilustrasi siomay. (Pexels/Rio Lecatompessy)
Baca 10 detik
  • Dinas KPKP DKI Jakarta memperingatkan keras penggunaan ikan sapu-sapu liar sebagai bahan makanan olahan karena risiko kesehatan.
  • Ikan sapu-sapu liar dari perairan tercemar Jakarta berpotensi mengandung logam berat berbahaya dan kontaminan lainnya.
  • KPKP mengedukasi publik agar tidak mengonsumsi ikan tangkapan liar yang tidak terjamin mutu serta keamanannya.

Suara.com - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memberikan peringatan keras terkait maraknya penggunaan ikan sapu-sapu liar sebagai bahan olahan makanan.

Isu ini kembali mencuat seiring kekhawatiran masyarakat terhadap oknum pedagang siomay kaki lima nakal yang diduga mencampur adonan dengan daging ikan yang hidup di perairan kotor.

"Yang pakai sapu-sapu biasanya yang pedagang curang tuh," kata Sule, salah satu penjual siomay kaki lima, kepada Suara.com di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, dalam pernyataan tertulis menegaskan bahwa ikan yang hidup di sungai atau waduk tercemar sangat berisiko bagi kesehatan manusia.

"Ikan sapu-sapu secara biologis bisa dikonsumsi, jika berasal dari hasil budidaya yang terkontrol, bukan di sungai atau waduk yang tercemar," ujar Hasudungan.

Kondisi sungai di Jakarta yang terpapar polutan membuat ikan sapu-sapu liar berpotensi mengandung zat kimia berbahaya jika masuk ke tubuh manusia.

"Pada kali yang tercemar, risiko kontaminasi cemaran logam berat berbahaya sangat tinggi dan kontaminan lain seperti E. coli yang berbahaya jika dikonsumsi," lanjut Hasudungan.

Ikan hasil tangkapan liar dari perairan umum dipastikan tidak melalui sistem pengawasan ketat, sehingga mutunya tidak dapat dijamin.

"Sehingga ikan hasil tangkapan liar tidak dapat dipastikan aman untuk dikonsumsi, dan tidak memenuhi standar keamanan dan standar mutu pangan," jelas Hasudungan.

Baca Juga: Mau Cari Inspirasi Bisnis Kuliner? Pameran Makanan dan HoReCa Bakal Hadir Akhir 2026

Berdasarkan kajian instansi terkait, ikan yang diambil dari Sungai Ciliwung mengandung akumulasi berbagai jenis logam berat yang berbahaya bagi kesehatan.

"Dapat mengandung berbagai logam berat seperti arsen (As), kadmium (Cd), timbal (Pb), merkuri (Hg), dan lainnya," tutur Hasudungan.

Kandungan logam berat cenderung mengendap di dalam jaringan daging ikan dan dapat berpindah ke tubuh manusia saat dikonsumsi.

"Meningkatkan risiko keracunan kronis jika dikonsumsi rutin," tambah Hasudungan.

Selain ancaman logam berat, ikan dari perairan tercemar juga berpotensi membawa mikroplastik hingga bakteri patogen.

"Yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan atau infeksi jika tidak dimasak dengan benar," kata Hasudungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI