PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian

Bangun Santoso

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:35 WIB
PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian
Wakil Ketua PSI Andy Budiman. [Suara.com/Ari Welianto]
baca 10 detik
  • Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara tegas menolak pemindahan Polri dari komando langsung Presiden ke bawah kementerian.
  • PSI menilai posisi Polri di bawah Presiden menjaga supremasi sipil dan memastikan rantai komando responsif terhadap keamanan.
  • Menurut PSI, akuntabilitas politik Polri lebih mudah diawasi publik dan DPR jika tetap berada di bawah Presiden.

Suara.com - Wacana untuk memindahkan posisi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dari komando langsung Presiden ke bawah sebuah kementerian kembali memanas.

Di tengah perdebatan sengit ini, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengambil sikap tegas, menolak mentah-mentah gagasan tersebut dan mendukung penuh agar Polri tetap berada di bawah kendali langsung kepala negara.

Sikap ini disampaikan secara lugas oleh Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman. Menurutnya, mempertahankan posisi Polri saat ini bukanlah sekadar urusan struktur organisasi, melainkan sebuah pilar fundamental untuk menjaga supremasi sipil dan akuntabilitas dalam sistem demokrasi Indonesia.

Bagi PSI, menempatkan lembaga penegak hukum sekuat Polri di bawah figur yang dipilih langsung oleh rakyat adalah sebuah keharusan.

Menjaga Supremasi Sipil dan Rantai Komando

Andy Budiman menjelaskan bahwa dalam sebuah negara demokratis, seluruh instrumen kekuasaan, termasuk aparat keamanan, wajib tunduk pada kontrol otoritas sipil yang memegang mandat rakyat.

Presiden, sebagai panglima tertinggi yang dipilih melalui pemilu, adalah perwujudan dari otoritas tersebut.

“Presiden sebagai kepala pemerintahan merupakan pemegang mandat langsung dari rakyat, sehingga penempatan kepolisian di bawah Presiden adalah perwujudan supremasi sipil dalam negara demokrasi,” kata Andy Budiman, Rabu (28/01/2026).

Selain alasan ideologis, PSI juga menyoroti aspek praktis dan efisiensi. Menurut Andy, struktur komando yang ada saat ini jauh lebih efektif.

baca juga

Dengan berada langsung di bawah Presiden, rantai komando menjadi lebih pendek dan jelas, memungkinkan respons yang lebih cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dinamis.

Debat Lama yang Kembali Muncul

Gagasan menempatkan Polri di bawah kementerian, seperti Kementerian Dalam Negeri atau sebuah Kementerian Keamanan Nasional yang baru, memang bukan isu baru.

Wacana ini kerap muncul dengan argumen untuk menyelaraskan struktur Polri dengan TNI yang berada di bawah Kementerian Pertahanan.

Para pendukung gagasan ini berpendapat bahwa penempatan di bawah kementerian dapat meningkatkan koordinasi antarlembaga dan berpotensi mengurangi politisasi institusi Polri oleh kepentingan eksekutif. Namun, pandangan ini dibantah keras oleh PSI.

Partai yang kini berlambang gajah ini berpendapat bahwa netralitas dan profesionalisme Polri tidak ditentukan oleh posisinya, melainkan oleh kualitas sistem internalnya.

PSI menegaskan bahwa jika ingin menjaga netralitas kepolisian, maka caranya adalah dengan memperkuat profesionalisme, membangun sistem pengawasan yang kuat, dan melakukan perbaikan institusional secara berkelanjutan.

Memindahkannya ke bawah kementerian justru dikhawatirkan akan menciptakan birokrasi baru yang rumit dan berpotensi disusupi kepentingan politik setingkat menteri.

Lebih jauh, PSI menilai posisi saat ini justru mempermudah proses pengawasan dan pertanggungjawaban politik.

"Keberadaan Kepolisian dibawah langsung presiden justru memudahkan pertanggungjawaban politik kepada DPR dan rakyat," tegas Andy.

Atas dasar pertimbangan supremasi sipil, efektivitas komando, dan akuntabilitas, PSI memandang penempatan kepolisian dibawah langsung Presiden sebagai pilihan yang paling rasional dan demokratis untuk memperkuat negara hukum dan pelayanan publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Polri di Bawah Kementerian, Boni Hargens: Sikap Kapolri Jaga Arsitektur Demokrasi

Tolak Polri di Bawah Kementerian, Boni Hargens: Sikap Kapolri Jaga Arsitektur Demokrasi

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 14:40 WIB

Gedung DPR Riuh, Kapolri Pilih Bertani daripada Bernaung di Bawah Kementerian

Gedung DPR Riuh, Kapolri Pilih Bertani daripada Bernaung di Bawah Kementerian

Video | Rabu, 28 Januari 2026 | 16:00 WIB

FPIR Apresiasi Ketegasan Kapolri Tolak Wacana Kementerian Polisi, Polri Tetap di Bawah Presiden

FPIR Apresiasi Ketegasan Kapolri Tolak Wacana Kementerian Polisi, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 14:25 WIB

Sidang Paripurna, DPR Sepakat Polri Berada di Bawah Presiden

Sidang Paripurna, DPR Sepakat Polri Berada di Bawah Presiden

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 15:55 WIB

DPR Laporkan 8 Poin Hasil Panja Percepatan Reformasi Polri, Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

DPR Laporkan 8 Poin Hasil Panja Percepatan Reformasi Polri, Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 27 Januari 2026 | 13:23 WIB

PSI Gaspol Konsolidasi Jelang Rakernas Makassar, Program Disatukan Bareng Relawan Jokowi

PSI Gaspol Konsolidasi Jelang Rakernas Makassar, Program Disatukan Bareng Relawan Jokowi

News | Senin, 26 Januari 2026 | 16:25 WIB

Bareskrim: Dana Syariah Indonesia Putar Duit di Proyek Fiktif

Bareskrim: Dana Syariah Indonesia Putar Duit di Proyek Fiktif

Bisnis | Senin, 26 Januari 2026 | 15:26 WIB

Terkini

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:52 WIB

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon

Banten | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan

Ketika Penyandang Disabilitas Didorong Membangun Bisnis Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB

KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar

KPK Tahan 4 Tersangka Baru Korupsi Asuransi Fiktif PT Pelni Rp263 Miliar

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:44 WIB

Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Limbah Sianida vs Kemarau Panjang: Saat Sungai Cikaniki Mati Rasa dan Warga Berjuang Demi Air Bersih

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:42 WIB

Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi

Askrindo Pertajam Strategi Pertumbuhan, Fokus Diversifikasi Produk hingga Digitalisasi

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:37 WIB

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:31 WIB

Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP

Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:29 WIB

Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya

Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya

Jatim | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:20 WIB

×