- Kota Tua, Jakarta Barat, menjadi lokasi syuting film internasional berjudul Extraction: Tygo, memicu perhatian publik luas.
- Pemprov DKI memberlakukan penutupan sementara dan rekayasa lalu lintas pada Rabu hingga Kamis, 28-29 Januari 2026.
- Langkah ini mendukung visi Jakarta menjadi Kota Sinema pada 2027, meningkatkan citra dan pariwisata kota global.
Suara.com - Kawasan bersejarah Kota Tua di Jakarta Barat mendadak menjadi pusat perhatian setelah dikabarkan terpilih sebagai lokasi syuting film internasional berjudul Extraction: Tygo.
Hal tersebut memicu keriuhan publik lantaran dibintangi oleh pesohor global sekaligus personel grup K-pop BLACKPINK, Lisa.
Pemprov DKI Jakarta sendiri sempat memberlakukan penutupan sementara di kawasan Kota Tua dan rekayasa lalu lintas di sekitarnya.
Berdasarkan informasi resmi, penutupan kawasan tersebut dimulai sejak Rabu (28/1/2026) pukul 15.00 WIB dan Kamis (29/1/2026) pukul 06.00 WIB.
Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Denny Aputra pun membenarkan bahwa terdapat kegiatan syuting film di wilayahnya.
Langkah ini diselaraskan dengan visi jangka panjang Pemprov DKI untuk mewujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema pada 2027 mendatang, saat perayaan hari jadi ke-500 tahun.
"Izinnya acara Filming in Jakarta, untuk menuju Jakarta Kota Sinema," ujar Denny, Kamis (29/1/2026).
Namun, tidak ada penjelasan lebih detail dari Denny mengenai benar tidaknya Lisa BLACKPINK melakoni syuting di kawasan Kota Tua.
"Informasinya film internasional, dan banyak pemain dari luar," tuturnya singkat.
Baca Juga: Lisa BLACKPINK 'Ambil Alih' Kota Tua untuk Syuting Film, Sejumlah Jalan Direkayasa hingga 7 Februari
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pun juga tidak mau berbicara terlalu banyak mengenai kabar syuting film Lisa BLACKPINK di kawasan Kota Tua.
"Terus terang, saya nggak mau jawab secara spesifik," kata eks Sekretaris Kabinet itu di kawasan Cawang, Jakarta Timur hari ini.
Pramono sekedar memberikan respons positif terkait penggunaan fasilitas kota Jakarta oleh seniman luar negeri.
Ia menegaskan bahwa status Jakarta sebagai kota global menuntut keterbukaan terhadap berbagai kegiatan dokumentasi maupun produksi kreatif berskala internasional.
"Jakarta sebagai kota global tentunya mempersilakan siapa saja untuk menggunakan Jakarta sebagai aktivitasnya. Termasuk kalau kemudian mendokumentasikan, membuat apa pun itu," ucapnya.
Mewakili Pemprov DKI, Pramono merasa terhormat atas kehadiran artis dunia yang memilih ikon Jakarta sebagai latar karya mereka.