Penyebab Longsor Cisarua Dominasi Faktor Alam, Ahli Ungkap Ancaman Geologis Gunung Burangrang

Andi Ahmad S

Jum'at, 30 Januari 2026 | 23:41 WIB
Penyebab Longsor Cisarua Dominasi Faktor Alam, Ahli Ungkap Ancaman Geologis Gunung Burangrang
Warga mengamati kondisi rumah yang rusak tertimbun tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz]
baca 10 detik
  • Pakar UPI, Hendro Murtianto, menyatakan faktor alam dominan penyebab longsor Cisarua, bukan semata-mata alih fungsi lahan.
  • Curah hujan tinggi berkelanjutan menjadi pemicu utama membuat bidang gelincir di Gunung Burangrang menjadi tidak stabil.
  • Longsor baru disebut bencana saat terjadi dampak langsung pada aktivitas dan kehidupan masyarakat manusia.

Suara.com - Tragedi tanah longsor Cisarua di Kabupaten Bandung Barat yang menelan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan parah, memicu banyak pertanyaan.

Pakar Mitigasi Bencana dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Hendro Murtianto, akhirnya angkat bicara.

Menurutnya, penyebab longsor Cisarua didominasi oleh faktor alam yang memicu terjadinya pergerakan massa tanah, bukan semata-mata alih fungsi lahan.

"Bahwa alih fungsi lahan memang berperan, tetapi bukan merupakan faktor dominan dalam kasus longsor Cisarua, karena titik awal longsoran berada di bagian atas Gunung Burangrang, bukan di daerah lereng kaki,” kata Hendro dilansir dari Antara.

Hendro Murtianto menjelaskan bahwa kejadian longsor tersebut dipicu oleh kombinasi kompleks antara faktor eksternal dan internal, yang keduanya didominasi oleh kondisi alam.

"Curah hujan yang tinggi secara terus-menerus membuat bidang gelincir menjadi licin dan tidak stabil,” tegas Hendro.

Pakar UPI ini juga mengingatkan tentang karakteristik geologis wilayah. Menurutnya, kawasan Gunung Burangrang merupakan bagian dari bentang alam gunung api purba Gunung Sunda.

Hendro menegaskan sebuah prinsip penting dalam ilmu mitigasi bencana suatu peristiwa longsor baru disebut sebagai bencana apabila menimbulkan dampak langsung terhadap kehidupan manusia.

"Fenomena longsor itu alamiah. Yang menjadi masalah adalah ketika longsor tersebut berdampak pada kehidupan manusia,” katanya.

baca juga

Analisis dari Hendro Murtianto ini menjadi pelajaran berharga, terutama bagi generasi milenial dan anak muda di kota-kota besar Indonesia yang seringkali kurang terekspos pada dinamika geologis wilayah pedalaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemensos Terus Suplai Logistik dan Buka Posko Kesehatan Korban Longsor Cisarua

Kemensos Terus Suplai Logistik dan Buka Posko Kesehatan Korban Longsor Cisarua

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 18:22 WIB

Di Pesantren saat Longsor, Santri Ini Harus Terima Kenyataan Pilu Seluruh Keluarga Meninggal

Di Pesantren saat Longsor, Santri Ini Harus Terima Kenyataan Pilu Seluruh Keluarga Meninggal

Entertainment | Kamis, 29 Januari 2026 | 17:25 WIB

Di Balik Duka Longsor Bandung Barat, Adakah Dosa Pembangunan yang Diabaikan Pemerintah?

Di Balik Duka Longsor Bandung Barat, Adakah Dosa Pembangunan yang Diabaikan Pemerintah?

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 16:30 WIB

Hari Keempat Pencarian korban longsor Cisarua

Hari Keempat Pencarian korban longsor Cisarua

Foto | Selasa, 27 Januari 2026 | 19:33 WIB

Panglima TNI Minta Maaf atas Insiden Truk TNI Himpit Dua Polisi Hingga Tewas

Panglima TNI Minta Maaf atas Insiden Truk TNI Himpit Dua Polisi Hingga Tewas

News | Senin, 26 Januari 2026 | 18:35 WIB

KSAL: Puluhan Marinir Tertimbun Longsor Cisarua Sedang Jalani Latihan Pengamanan Perbatasan

KSAL: Puluhan Marinir Tertimbun Longsor Cisarua Sedang Jalani Latihan Pengamanan Perbatasan

News | Senin, 26 Januari 2026 | 15:44 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×