Sentinel Ungkap Dugaan Skandal Aditif Biosolar B40 Performance Tanpa Tender

Galih Prasetyo

Senin, 02 Februari 2026 | 15:05 WIB
Sentinel Ungkap Dugaan Skandal Aditif Biosolar B40 Performance Tanpa Tender
Ilustrasi stasiun pengisian bahan bakar minyak biosolar. (Pexels)
baca 10 detik
  • Sentinel mengungkap dugaan penyimpangan penunjukan langsung pemasok zat aditif Biosolar B40 Performance tanpa tender resmi.
  • Sentinel mendesak aparat hukum memeriksa Dirut Pertamina Patra Niaga terkait dugaan pelanggaran GCG dan praktik oplosan.
  • Dugaan praktik sistemik mencakup penunjukan langsung pemasok dan pencampuran aditif manual di lapangan, bukan di kilang.

Suara.com - Sorotan terhadap tata kelola bisnis di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga kembali menguat.

Sentinel Studi Hukum dan Masyarakat (Sentinel) mengungkap dugaan penyimpangan dalam proses produksi dan penjualan produk Biosolar B40 Performance, yang disebut melibatkan penunjukan pemasok zat aditif tanpa mekanisme tender resmi.

Dalam keterangan persnya, Sentinel mendesak aparat penegak hukum memeriksa Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, terkait dugaan praktik yang dinilai melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Sentinel menyebut pengadaan zat aditif untuk Solar B40 Performance diduga diberikan langsung kepada perusahaan kimia global Afton Chemical tanpa proses tender terbuka.

“Kami menemukan indikasi kuat adanya penunjukan langsung dalam pengadaan aditif. Praktik ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan serta membuka celah pembengkakan harga,” ujar perwakilan Sentinel.

Menurut mereka, keputusan tersebut diduga berada pada level kebijakan strategis perusahaan, mengingat produk B40 Performance diposisikan sebagai bahan bakar unggulan dengan nilai jual lebih tinggi bagi konsumen industri.

Sentinel juga mengaitkan dugaan ini dengan temuan lama terkait tata kelola pengadaan aditif di lingkungan Pertamina.

Mereka menyinggung pernyataan mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dalam persidangan beberapa waktu lalu yang menyoroti persoalan tender aditif, termasuk dugaan penggantian nama perusahaan pemasok dan selisih harga pengadaan.

Menurut Sentinel, kemiripan pola tersebut menunjukkan persoalan aditif bukan sekadar isu teknis, melainkan persoalan sistemik dalam tata kelola pengadaan.

baca juga

Yang menjadi perhatian serius, Sentinel menyebut adanya metode pencampuran aditif yang tidak melalui proses blending terstandarisasi di kilang, melainkan dilakukan secara manual di unit pelaksana lapangan. Praktik ini oleh Sentinel disebut sebagai “The Real Oplosan”.

“Istilah performance seharusnya identik dengan standar produksi tinggi dan proses terkontrol. Namun jika pencampuran dilakukan manual di luar sistem kilang, maka kualitas dan aspek keselamatan patut dipertanyakan,” kata mereka.

Sentinel menilai pola pengadaan yang dilakukan per unit pelaksana dapat menjadi cara untuk memecah paket pengadaan agar luput dari pengawasan terpusat, meski tetap berada dalam kebijakan operasional dari tingkat pusat.

B40 Performance diketahui dipasarkan sebagai produk biosolar dengan formula aditif khusus yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi pembakaran serta menjaga kebersihan mesin. Produk ini menyasar konsumen industri yang bersedia membayar harga lebih tinggi demi performa bahan bakar yang lebih baik.

Sentinel menilai, apabila dugaan metode pencampuran manual dan penunjukan langsung pemasok terbukti, maka hal itu bukan hanya berpotensi merugikan keuangan perusahaan dan negara, tetapi juga dapat dikategorikan sebagai bentuk penyesatan informasi terhadap konsumen.

Sentinel menyatakan pola yang mereka temukan bersifat sistematis, mulai dari penunjukan pemasok hingga metode pencampuran produk di lapangan. Karena itu, mereka meminta Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melakukan penyelidikan mendalam.

“Mengingat posisi strategis Dirut Pertamina Patra Niaga, sulit membayangkan kebijakan sebesar ini terjadi tanpa sepengetahuan pimpinan. Aparat penegak hukum perlu memeriksa seluruh pihak yang terlibat,” tegas Sentinel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina Patra Niaga maupun Afton Chemical terkait tudingan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum

Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum

News | Senin, 02 Februari 2026 | 19:58 WIB

Cargloss Racing Team Capai Prestasi Gemilang di Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika

Cargloss Racing Team Capai Prestasi Gemilang di Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika

Otomotif | Senin, 02 Februari 2026 | 16:11 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru Turun per 1 Februari 2026, Pertamax Kini Makin Murah

Harga BBM Pertamina Terbaru Turun per 1 Februari 2026, Pertamax Kini Makin Murah

Otomotif | Senin, 02 Februari 2026 | 15:00 WIB

Harga BBM Turun di Semua SPBU Pertamina, Vivo, Shell dan BP

Harga BBM Turun di Semua SPBU Pertamina, Vivo, Shell dan BP

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 11:28 WIB

Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini

Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 01:43 WIB

Terkini

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

PBNU Masih Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU, Persiapan Teknis Terus Dikebut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:42 WIB

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

Dalami Amplop dari Bupati Kuansing, KPK Buka Peluang Periksa Menhut Raja Juli

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

×