Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya

Bella, Lilis Varwati

Rabu, 04 Februari 2026 | 17:27 WIB
Tragedi Bocah NTT Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Mensos Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Kakaknya
Kemensos melalui Sentra Efata Kupang memberikan santunan dan bantuan dengan total Rp9 juta bagi keluarga korban. Santunan diberikan sebesar Rp5 juta, bantuan sembako dan nutrisi dengan nominal Rp1,5 juta serta dukungan bantuan sandang sebesar Rp2,5 juta. Adapun kedua kakak korban akan diberikan bantuan dukungan belajar keterampilan dan diupayakan untuk dapat bersekolah kembali (Dok: Kemensos)
baca 10 detik
  • Kemensos sedang asesmen kasus bunuh diri siswa 10 tahun di Ngada NTT karena kesulitan beli buku tulis.
  • Menteri Sosial membuka peluang dukungan pendidikan bagi saudara kandung korban untuk kembali bersekolah.
  • Pemerintah menekankan pentingnya penguatan data masyarakat miskin akurat guna mitigasi kejadian serupa.

Suara.com - Kementerian Sosial masih lakukan asesmen terhadap keluarga YBR, anak berusia 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang bunuh diri diduga karena tak bisa beli buku tulis dan pena. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa pemerintah membuka peluang dukungan pendidikan terhadap saudara kandung YBR. 

“Sekarang (petugas Kemensos) ada di lapangan, lagi bicara kita sama orang tuanya dan masih berduka. Ada kakaknya yang akan kita coba untuk bisa bersekolah. Apakah di sekolah-sekolah yang dekat sana atau nanti di Sekolah Rakyat. Masih sedang asesmen di lapangan,” kata Gus Ipul di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Gus Ipul menyampaikan duka atas tragedi tersebut. Ia menekankan bahwa peristiwa itu menjadi pengingat pentingnya penguatan data masyarakat miskin yang akurat. Menurutnya, dengan data yang akurat, negara dapat memberikan perlindungan dan dukungan yang tepat kepada keluarga prasejahtera.

“Dengan data yang akurat, semuanya bisa diberi perlindungan dan diberikan dukungan yang tepat. Jadi mudah-mudahan tidak terjadi lagi dan bisa kita mitigasi, kita bisa cegah hal-hal seperti ini ke depan,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, penguatan data menjadi dasar berbagai program perlindungan sosial, termasuk Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi keluarga kurang mampu, terutama kelompok rentan yang selama ini belum terjangkau bantuan. Salah satunya melalui Inpres Nomor 5/2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Jadi pelan-pelan ini datanya tunggal, kita konsolidasikan terus, kita mutakhirkan. Insya Allah makin hari akan tambah akurat. Maka itu sekolah rakyat sekali lagi ingin menjangkau keluarga-keluarga yang seperti itu. Kita harapkan ini menjadi pembelajaran buat kita semua,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut tragedi tersebut, Kemensos melalui Sentra Efata Kupang memberikan santunan dan bantuan dengan total Rp9 juta bagi keluarga korban. Santunan diberikan sebesar Rp5 juta, bantuan sembako dan nutrisi dengan nominal Rp1,5 juta serta dukungan bantuan sandang sebesar Rp2,5 juta. 

Kedua kakak korban disebut akan diberikan bantuan dukungan belajar keterampilan dan diupayakan untuk dapat bersekolah kembali.  

Sebelumnya, siswa sekolah dasar yang meninggal bunuh diri tersebut sempat meninggalkan sepucuk surat yang ditujukan kepada ibunya. Surat itu berisi pesan perpisahan kepada sang ibu. Korban diketahui tinggal bersama nenek. Sementara itu, ibunya merupakan orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani dan kerja serabutan untuk menghidupi lima orang anak, termasuk korban.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siswa SD Akhiri Hidup: Menko PM Minta Pejabat Peka, Masyarakat Lapor Bila Sulit Ekonomi

Siswa SD Akhiri Hidup: Menko PM Minta Pejabat Peka, Masyarakat Lapor Bila Sulit Ekonomi

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:47 WIB

Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada

Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 11:49 WIB

Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!

Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 11:42 WIB

Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!

Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 09:07 WIB

Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan

Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 08:04 WIB

Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin

Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 20:45 WIB

Geger Siswa SD Akhiri Hidup Gegara Tak Mampu Beli Buku, Legislator NTT Minta Polisi Selidiki

Geger Siswa SD Akhiri Hidup Gegara Tak Mampu Beli Buku, Legislator NTT Minta Polisi Selidiki

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 20:33 WIB

Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki

Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 19:29 WIB

Surat Terakhir Bocah SD Akhiri Hidup: Jangan Menangis Mama, Relakan Saya Pergi

Surat Terakhir Bocah SD Akhiri Hidup: Jangan Menangis Mama, Relakan Saya Pergi

Entertainment | Selasa, 03 Februari 2026 | 16:20 WIB

Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis

Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:59 WIB

Terkini

GIIAS Ramai, Mobil Laris: Ekonomi Baik-baik Saja atau Kita Makin Timpang?

GIIAS Ramai, Mobil Laris: Ekonomi Baik-baik Saja atau Kita Makin Timpang?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Video Viral Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik Ancol, Polisi Panggil EO dan MC

Video Viral Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik Ancol, Polisi Panggil EO dan MC

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:58 WIB

Ulasan Doctor Slump: Memaknai Kegagalan di Tengah Tuntutan Kesuksesan

Ulasan Doctor Slump: Memaknai Kegagalan di Tengah Tuntutan Kesuksesan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:55 WIB

Warga Kediri Tertipu Ratusan Juta Titik Dapur MBG Fiktif

Warga Kediri Tertipu Ratusan Juta Titik Dapur MBG Fiktif

Jatim | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:53 WIB

5 Bedak Tone-Up Biar Muka Cerah Alami Sepanjang Hari, Wajah Kusam Jadi Fresh Seketika

5 Bedak Tone-Up Biar Muka Cerah Alami Sepanjang Hari, Wajah Kusam Jadi Fresh Seketika

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:52 WIB

Cara Membedakan Mobil Bekas Banjir plus Rekomendasi Mobil SUV 7 Seater Ground Clearance Tinggi

Cara Membedakan Mobil Bekas Banjir plus Rekomendasi Mobil SUV 7 Seater Ground Clearance Tinggi

Otomotif | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:52 WIB

Viral Challenge Baca Ayat Al-Quran di The Sounds Project, Polisi Turun Tangan

Viral Challenge Baca Ayat Al-Quran di The Sounds Project, Polisi Turun Tangan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:49 WIB

Bukan Cuma ke Kantong Yaqut, Duit Kasus Kuota Haji Mengalir ke Puluhan Orang

Bukan Cuma ke Kantong Yaqut, Duit Kasus Kuota Haji Mengalir ke Puluhan Orang

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:48 WIB

4 Wasit Diduga Terlibat Skandal Esek-esek, Salah Satunya Pernah Pimpin Laga Timnas Indonesia

4 Wasit Diduga Terlibat Skandal Esek-esek, Salah Satunya Pernah Pimpin Laga Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:46 WIB

1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Capai Rp8,6 Miliar

1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Capai Rp8,6 Miliar

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:44 WIB

×