Punya Uang, Tapi Takut Belanja: Ini yang Terjadi pada Konsumen Indonesia

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 09 Februari 2026 | 09:49 WIB
Punya Uang, Tapi Takut Belanja: Ini yang Terjadi pada Konsumen Indonesia
Ilustrasi menahan belanja. (Freepik)
  • Daya beli masyarakat Indonesia tumbuh, namun perilaku konsumsi tertahan karena meningkatnya tekanan biaya hidup dan ketidakpastian.
  • Pertumbuhan konsumsi rumah tangga agregat stabil antara 2023-2025, menunjukkan permintaan domestik masih menopang ekonomi nasional.
  • Upah riil pekerja terkontraksi pada paruh kedua 2025 karena inflasi melampaui kenaikan nominal upah.

Suara.com - Daya beli masyarakat Indonesia dinilai masih tumbuh dan terjaga, namun perilaku konsumsi justru semakin tertahan. Masyarakat kini cenderung menahan belanja bukan karena kekurangan uang, melainkan akibat meningkatnya tekanan biaya hidup, ketidakpastian ekonomi, serta sikap kehati-hatian pascapandemi.

Senior Analyst NEXT Indonesia Center, Sandy Pramuji, mengatakan kondisi ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang lebih defensif dalam mengelola keuangan rumah tangga.

"Dari hasil riset yang kami lakukan, daya beli memang ada dan tumbuh, tapi masyarakat kini lebih memilih bersikap defensive. Mereka menahan konsumsi bukan karena tidak punya uang, melainkan lebih memprioritaskan keamanan finansial karena ketidakpastian ekonomi di masa depan,” ujar Sandy dalam keterangannya ditulis Senin (9/2/2026).

Konsumsi rumah tangga secara agregat dinilai memang masih menunjukkan kinerja yang relatif stabil. Pada periode 2023–2024, pertumbuhan konsumsi tercatat berada di kisaran 4,53 persen hingga 5,22 persen (year on year/yoy), dan bertahan di level 4,98 persen sepanjang 2025.

Menurut Sandy, angka tersebut menandakan bahwa ekonomi domestik belum mengalami pelemahan signifikan dan permintaan dalam negeri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun demikian, tekanan mulai terlihat dari sisi pendapatan masyarakat. Pada paruh kedua 2025, upah riil pekerja mulai terkontraksi seiring kenaikan upah yang tidak lagi mampu mengimbangi inflasi.

Data Agustus 2025 menunjukkan kenaikan upah hanya sebesar 1,94 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi yang mencapai 2,31 persen (yoy).

“Kondisi ini menyebabkan upah riil terkontraksi sekitar -0,37 persen, sebuah sinyal tertekannya daya beli, karena pendapatan tidak lagi mampu mengimbangi kenaikan harga,” ungkap Sandy.

Tekanan serupa juga tercermin dari Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang dirilis Bank Indonesia. Meskipun masih berada di atas level 100, indeks tersebut melemah cukup tajam pada paruh kedua 2025 sebelum mengalami pemulihan terbatas di akhir tahun.

“Hal ini mengindikasikan bahwa penghasilan yang dirasakan rumah tangga mulai tergerus oleh kenaikan biaya hidup,” jelasnya.

Sandy menegaskan, tantangan utama ke depan bukan sekadar menjaga konsumsi tetap berjalan, melainkan memastikan pertumbuhan pendapatan riil yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Catat Belanja Nasional Capai Rp 393,78 T Sepanjang 2025

Pemerintah Catat Belanja Nasional Capai Rp 393,78 T Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 15:20 WIB

Sensasi Seoul di Lombok, Nikmati Kuliner Korea Otentik dan Pengalaman Belanja Kekinian di Sini

Sensasi Seoul di Lombok, Nikmati Kuliner Korea Otentik dan Pengalaman Belanja Kekinian di Sini

Lifestyle | Jum'at, 06 Februari 2026 | 08:39 WIB

Konsumsi Rumah Tangga Jadi 'Penyelamat' Ekonomi RI Sepanjang 2025

Konsumsi Rumah Tangga Jadi 'Penyelamat' Ekonomi RI Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:36 WIB

Terkini

KPK Periksa Pengusaha Rokok Jatim Martinus Suparman dalam Kasus Suap Bea Cukai

KPK Periksa Pengusaha Rokok Jatim Martinus Suparman dalam Kasus Suap Bea Cukai

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:58 WIB

Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?

Sepak Bola Ternyata Sumbang Puluhan Juta Ton Emisi Karbon Tiap Tahun, Bagaimana Menguranginya?

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:50 WIB

ASN WFH Setiap Jumat, Mendagri Minta Pemda Hitung Dampak Efisiensi Anggaran

ASN WFH Setiap Jumat, Mendagri Minta Pemda Hitung Dampak Efisiensi Anggaran

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:46 WIB

Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa

Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:41 WIB

Harga BBM Amerika Meroket, Rakyat Mulai Ngamuk ke Donald Trump: karena Perang Bodoh!

Harga BBM Amerika Meroket, Rakyat Mulai Ngamuk ke Donald Trump: karena Perang Bodoh!

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:36 WIB

Adopsi Strategi Mao Zedong, Rahasia 'Pertahanan Mosaik' Iran yang Bikin AS-Israel Pusing

Adopsi Strategi Mao Zedong, Rahasia 'Pertahanan Mosaik' Iran yang Bikin AS-Israel Pusing

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:36 WIB

Drone Iran Hancurkan Pangkalan Pilot Militer AS di Saudi, Hantam 200 Personel

Drone Iran Hancurkan Pangkalan Pilot Militer AS di Saudi, Hantam 200 Personel

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:31 WIB

KPK Cecar Legal Lippo Cikarang Soal Pembelian Rumah Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara

KPK Cecar Legal Lippo Cikarang Soal Pembelian Rumah Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:18 WIB

Donald Trump Ngamuk-ngamuk ke Benjamin Netanyahu Usai Israel Serang Iran ke Daerah Ini

Donald Trump Ngamuk-ngamuk ke Benjamin Netanyahu Usai Israel Serang Iran ke Daerah Ini

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:12 WIB

KPK Sebut Bos Maktour dan Eks Dirjen Haji Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Sebut Bos Maktour dan Eks Dirjen Haji Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Rabu, 01 April 2026 | 12:06 WIB