Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik

Erick Tanjung

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:37 WIB
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik
Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui di Kediamannya, Solo, Jumat (30/1/2026). (Suara.com/Ari Welianto)
baca 10 detik
  • Slamet Ginting sebut dukungan Jokowi ke PSI blunder yang mengancam koalisi.
  • Analis nilai Jokowi gunakan PSI sebagai sekoci politik demi perlindungan keluarga.
  • Manuver politik Jokowi di Makassar dianggap upaya menjaga relevansi pasca-jabatan presiden.

Suara.com - Pidato berapi-api mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional/Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar baru-baru ini memicu reaksi keras.

Pengamat politik Universitas Nasional (UNAS), Slamet Ginting, menilai manuver tersebut bukan sekadar dukungan biasa, melainkan upaya Jokowi untuk menunjukkan dirinya tetap relevan pasca-presidensi. Namun, langkah ini juga dianggap sebagai blunder politik yang dapat mengancam soliditas koalisi pemerintahan saat ini.

Dalam kanal YouTube Abraham Samad SPEAK yang diunggah pada Selasa (10/2/2026), Slamet Ginting menyoroti pernyataan Jokowi yang mengaku siap terjun 'habis-habisan' hingga ke tingkat kecamatan demi memenangkan PSI. Menurut Slamet, kehadiran fisik Jokowi di panggung politik merupakan pesan simbolik untuk menepis isu penurunan kesehatannya.

"Kehadiran Jokowi di acara puncak PSI bisa dibaca sebagai komunikasi simbolik. Ia ingin menegaskan masih sangat kuat secara politik dan merupakan aktor yang tetap diperhitungkan, meski sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden," ujar Slamet Ginting, dikutip Selasa (10/2/2026).

Panggung Politik vs Panggung Hukum

Slamet melihat adanya kontradiksi tajam antara keberanian Jokowi di panggung politik dengan sikapnya terhadap proses hukum. Ia menyinggung ketidakhadiran Jokowi dalam sejumlah persidangan, termasuk gugatan terkait dugaan ijazah palsu di Solo, yang berbanding terbalik dengan semangatnya saat berpidato di Makassar.

Slamet menjelaskan bahwa dalam strategi kekuasaan, aktor politik kerap memisahkan arena politik dan hukum.

"Arena politik adalah tempat membangun narasi legitimasi massa. Sementara arena hukum memiliki risiko reputasi yang tinggi, sehingga ia cenderung mengelolanya secara defensif melalui kuasa hukum," ungkapnya.

Ia menambahkan, Jokowi sengaja menghindari panggung hukum karena sifatnya yang tidak bisa dikendalikan.

baca juga

"Di pengadilan tidak bisa menggunakan settingan. Itulah mengapa ia menghindari proses hukum," tegas Slamet.

Blunder Politik dan Dampak bagi Gibran

Lebih lanjut, Slamet menilai dukungan terbuka Jokowi kepada PSI justru menjadi bumerang. Langkah all-out tersebut ditengarai memicu ketidaknyamanan bagi partai besar dalam koalisi Prabowo Subianto, seperti Golkar, Gerindra, PAN, dan Demokrat.

Slamet mencium gelagat partai-partai tersebut mulai membatasi diri dengan Gibran Rakabuming Raka dan lebih memilih fokus mendukung Prabowo secara tunggal untuk periode mendatang.

"Beberapa partai mulai menyatakan dukungan hanya kepada Prabowo untuk periode berikutnya. Ini menandakan masa 'bulan madu' politik mulai berakhir," jelasnya.

Langkah Jokowi ini dianggap telah menabuh "genderang perang" prematur, sekaligus mengirim sinyal bahwa kontestasi kekuasaan yang sesungguhnya telah dimulai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagi Viral! Ini Penampakan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor

Lagi Viral! Ini Penampakan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 17:52 WIB

Roy Suryo Cs akan Boyong Bonatua Silalahi Jadi Ahli Meringankan di Kasus Ijazah Jokowi

Roy Suryo Cs akan Boyong Bonatua Silalahi Jadi Ahli Meringankan di Kasus Ijazah Jokowi

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:39 WIB

Heboh Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Refly Harun: Hasil Penelitian Roy Suryo 99,9 Persen Palsu

Heboh Salinan Ijazah Jokowi Tanpa Sensor, Refly Harun: Hasil Penelitian Roy Suryo 99,9 Persen Palsu

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 15:34 WIB

Terkini

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:57 WIB

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:05 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:03 WIB

×