Mendagri Minta Dukungan Parlemen Normalkan Anggaran TKD Provinsi Terdampak Bencana

Erick Tanjung | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 11 Februari 2026 | 18:25 WIB
Mendagri Minta Dukungan Parlemen Normalkan Anggaran TKD Provinsi Terdampak Bencana
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat diwawancarai wartawan di Kota Padang, Selasa (13/1/2026). [Dok. Antara/ Muhammad Zulfikar]
  • Mendagri minta dukungan DPR normalkan anggaran TKD tiga provinsi terdampak bencana.
  • Kemenkeu kucurkan Rp4,7 triliun ke BNPB untuk pemulihan pascabencana di Sumatra.
  • Tito Karnavian tekankan validasi data BPS untuk percepatan pemulihan pascabencana Sumatra.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas)Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatra, Tito Karnavian, meminta dukungan parlemen untuk proses normalisasi anggaran Transfer ke Daerah atau TKD di tiga provinsi terdampak.

Tito menilai normalisasi TKD tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap percepatan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

“Kami memohon dukungan dari MPR dan DPR. Presiden telah menyampaikan agar transfer daerah di tiga provinsi terdampak bencana dikembalikan seperti pada tahun 2025. Hal ini akan memberikan dampak besar bagi pemulihan,” ujar Tito dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Tito optimistis langkah normalisasi TKD mampu mempercepat pemulihan di wilayah terdampak. Anggaran tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk melengkapi berbagai kebutuhan krusial, mulai dari pengadaan mebel hingga perbaikan infrastruktur publik dan perkantoran pemerintah yang rusak akibat bencana.

Di sisi lain, Tito mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengucurkan anggaran sebesar Rp4,7 triliun kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung proses pemulihan. Dana tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai kriteria yang telah ditetapkan. 

Oleh karena itu, ia kembali menegaskan pentingnya dukungan pimpinan MPR RI dan DPR RI agar seluruh proses percepatan pemulihan dapat berjalan maksimal. Namun, Tito juga menekankan pentingnya akurasi data dari pemerintah daerah sebagai dasar penanganan komprehensif.

Ia meminta pemerintah daerah yang belum mengirimkan data kondisi wilayahnya agar segera melapor. Nantinya, data tersebut akan divalidasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) guna menjamin akuntabilitas.

“Mekanismenya adalah bottom-up, tergantung pada kecepatan Pemda. Saya terus memantau setiap minggu melalui rapat virtual. Setelah data masuk, validasi akan dilakukan oleh BPS untuk menghindari masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Secara umum, Tito menyampaikan bahwa proses pemulihan pascabencana di 52 kabupaten/kota menunjukkan progres yang signifikan. Meski masih ada beberapa daerah yang memerlukan penanganan lanjutan, sebagian besar wilayah dilaporkan telah kembali ke kondisi normal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasatgas Tito: Pengungsi Berkurang Signifikan dan Roda Ekonomi Kembali Berputar

Kasatgas Tito: Pengungsi Berkurang Signifikan dan Roda Ekonomi Kembali Berputar

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 17:16 WIB

Korban Bencana Sumatra Dapat Kompensasi hingga Rp 60 Juta Lebih, Ini Rinciannya

Korban Bencana Sumatra Dapat Kompensasi hingga Rp 60 Juta Lebih, Ini Rinciannya

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 15:42 WIB

Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana

Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 21:55 WIB

Terkini

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:49 WIB

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35 WIB

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:17 WIB

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

Eileen Wang Agen Rahasia China yang Menyelinap dan Sukses Jadi Walikota di AS, Kini Nasibnya Tragis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:54 WIB

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:15 WIB

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:48 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:47 WIB

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB