- Ratusan warga lintas keyakinan bergotong royong membersihkan Kelenteng Fuk Ling Miau di Yogyakarta menyambut Imlek 2577.
- Kegiatan bersih-bersih ini bertujuan memelihara toleransi antarumat beragama dan memastikan kenyamanan perayaan Imlek.
- Relawan membersihkan berbagai area kelenteng, termasuk altar dan patung, sebagai wujud tindakan nyata kerukunan sosial.
Sembahyang Sekaligus Bersih-bersih
Di antara para relawan, ada Handy (26) yang berdiri sejenak memandangi altar dan memegang dupa untuk bersembahyang.
Ia datang dari Tegal, kebetulan memiliki waktu luang saat berada di Yogyakarta.
Niat awalnya sederhana: bersembahyang, menundukkan kepala, memanjatkan harap di hadapan Dewa Bumi atau Hok Tek Ceng Sin.
"Saya tidak tahu ada acara bersih-bersih," kata Handy.

Namun siang itu, langkahnya seperti diarahkan pada perjumpaan yang tak direncanakan. Melihat banyak orang membersihkan kelenteng bersama-sama, ia merasa ada panggilan untuk ikut terlibat.
Tanpa banyak tanya, ia mengambil lap dan mulai membantu mengelap bagian-bagian yang bisa dijangkaunya.
Bagi Handy, membersihkan kelenteng menjelang Imlek bukan sekadar aktivitas fisik.
Ia memaknainya sebagai jeda untuk menata batin sekaligus menghapus sisa-sisa kesalahan, kekecewaan, dan kegagalan di tahun lalu.
"Membersihkan ini sebetulnya ada maknanya bahwa kita membersihkan hati kita," ujarnya.
Handy berharap Tahun Kuda Api membawa kehidupan yang lebih baik, karier yang lebih lapang, usaha yang lebih lancar, serta rezeki yang lebih berkah.
Setelah sekian lama tak kembali ke Yogyakarta sejak masa SMP, momen itu terasa seperti lingkaran yang menutup dengan cara yang indah: datang untuk berdoa, lalu pulang dengan pengalaman kebersamaan.
"Jadi tadi langsung datang ke sini, 'ah, pas nih momennya," jadi saya ikut bersih-bersih. Beruntung sekali saya hari ini," tuturnya.
Di pelataran kelenteng yang kian bersih, Handy hanyalah satu dari banyak tangan yang bekerja hari ini.
Namun di antara gerakan sederhana mengelap dan menyapu, terselip keyakinan bahwa kerukunan dan toleransi bisa tumbuh dari hal-hal kecil.