- Pemerintah Indonesia berencana mengirim 8.000 personel TNI ke Gaza sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF).
- Amnesty International Indonesia mengkritik rencana ini sebagai pertaruhan berbahaya yang harus ditinjau ulang oleh pemerintah.
- Pengiriman pasukan dinilai berisiko melegitimasi pendudukan ilegal Israel dan merusak tatanan global berbasis keadilan.
Hingga kini pemerintah belum mengumumkan jadwal pengiriman pasukan maupun rincian teknis lain terkait mandat, waktu penugasan, titik penempatan, dan mekanisme operasional pasukan Indonesia dalam misi tersebut.
Sementara itu, media Israel melaporkan bahwa Indonesia akan menjadi negara pertama yang mengirim pasukan asing ke Gaza dan kemungkinan ditempatkan di antara Rafah dan Khan Younis.