Pramono Anung Larang Ormas Razia Rumah Makan Saat Ramadan, Tegaskan Jakarta Harus Damai

Vania Rossa | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:52 WIB
Pramono Anung Larang Ormas Razia Rumah Makan Saat Ramadan, Tegaskan Jakarta Harus Damai
Pramono Anung kunjungan kerja di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/2/2026). (Suara.com/Adiyoga)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat di Senen (14/2/2026) tekankan pentingnya jaga kedamaian transisi Imlek ke Ramadan.
  • Pramono menegaskan Pemprov DKI telah siap menyambut Ramadan dan melarang keras ormas melakukan sweeping rumah makan.
  • Gubernur tidak memberikan toleransi bagi kegiatan SOTR atau hal lain yang berpotensi memicu kerawanan atau keributan sosial.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeluarkan pernyataan tegas terkait pengamanan ibu kota menjelang masuknya bulan suci Ramadan tahun ini.

Pramono menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan kerukunan antarumat beragama di tengah transisi perayaan besar di Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Pramono saat melakukan kunjungan kerja di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/2/2026).

Awalnya, Pramono menyoroti periode perayaan Imlek yang berlangsung sejak tanggal 13 hingga 17 Februari mendatang.

Ia menyebut bahwa wajah Jakarta akan segera bersalin rupa dari suasana Imlek menuju persiapan menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri beberapa hari setelahnya.

"Saya ingin menegaskan bahwa itu harus penuh kedamaian dan kerukunan," ujar Pramono.

Pramono juga memastikan Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai persiapan matang untuk menyongsong bulan puasa.

Sebagai pemimpin daerah, ia merasa memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kondusivitas masyarakat Jakarta yang mayoritas beragama Islam.

Terkait maraknya kekhawatiran masyarakat terhadap aksi sepihak organisasi kemasyarakatan (ormas), Pramono dengan lugas melarang adanya razia rumah makan selama Ramadan.

"Saya tahu Jakarta ini mayoritas adalah beragama Islam. Nah, tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu, dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," tegasnya.

Selain masalah razia rumah makan, orang nomor satu di Jakarta ini juga memberikan atensi khusus terhadap kegiatan Sahur on the Road (SOTR).

Kegiatan turun ke jalan pada dini hari tersebut kerap memicu kerawanan sosial, termasuk potensi terjadinya tawuran antar-kelompok.

Pramono tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk kegiatan yang berpotensi menyulut keributan di tengah masyarakat.

"Ya pokoknya, hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya nggak izinkan. Tapi kalau yang menimbulkan kenyamanan, saya izinkan," pungkasnya.

Pernyataan ini diharapkan menjadi maklumat bagi seluruh elemen masyarakat di Jakarta agar tetap menjaga ketertiban selama bulan suci berlangsung. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pramono Anung Bikin Gebrakan: Bakal Ada Haul Akbar Ulama dan Pejuang Betawi di Monas

Pramono Anung Bikin Gebrakan: Bakal Ada Haul Akbar Ulama dan Pejuang Betawi di Monas

News | Sabtu, 14 Februari 2026 | 14:33 WIB

Pramono Anung Borong Bandeng Raksasa 14 Kilogram di Rawa Belong

Pramono Anung Borong Bandeng Raksasa 14 Kilogram di Rawa Belong

News | Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:49 WIB

Rampung Akhir Bulan, Taman Bendera Pusaka Bakal Alih Fungsi Jadi 'Waduk' Saat Curah Hujan Tinggi

Rampung Akhir Bulan, Taman Bendera Pusaka Bakal Alih Fungsi Jadi 'Waduk' Saat Curah Hujan Tinggi

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:56 WIB

Terkini

Zebra Cross Pac-Man Viral, Pemprov DKI Akhirnya Bangun 5 Penyeberangan Baru di Tebet

Zebra Cross Pac-Man Viral, Pemprov DKI Akhirnya Bangun 5 Penyeberangan Baru di Tebet

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:56 WIB

Kasus Amsal Sitepu: Saat Kreativitas Dinilai Rp0 dan Berujung Tuntutan 2 Tahun Penjara

Kasus Amsal Sitepu: Saat Kreativitas Dinilai Rp0 dan Berujung Tuntutan 2 Tahun Penjara

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:38 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL saat Misi Perdamaian

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL saat Misi Perdamaian

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:32 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:56 WIB

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:35 WIB

Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet

Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:33 WIB

Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum

Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:29 WIB

Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum

Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:27 WIB

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 00:33 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB