FPIR: Waspada Penunggang Gelap dalam Agenda Reformasi Budaya Polri

Bangun Santoso Suara.Com
Senin, 16 Februari 2026 | 09:35 WIB
FPIR: Waspada Penunggang Gelap dalam Agenda Reformasi Budaya Polri
Ilustrasi polisi siaga jelang nataru. [Ist]
Baca 10 detik
  • Fauzan Ohorella (FPIR) tegaskan Reformasi Budaya Polri fokus pembenahan pelayanan dan kesejahteraan anggota.
  • Sejumlah purnawirawan TNI dikritik karena melontarkan narasi tendensius yang dianggap melemahkan stabilitas keamanan nasional.
  • Habib Syakur menduga serangan terstruktur terhadap Kapolri ditunggangi kelompok eks simpatisan HTI bernuansa politik.

Suara.com - Koordinator Front Pemuda Indonesia Raya (FPIR), Fauzan Ohorella, menegaskan bahwa agenda Reformasi Budaya Polri tidak boleh dibajak oleh kepentingan politik tertentu yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Menurut Fauzan, reformasi Polri harus diarahkan pada pembenahan fundamental yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Reformasi Budaya Polri harus mengarah pada pembenahan sistem pelayanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kesejahteraan anggota Polri, terkhusus Bhabinkamtibmas di pelosok. Mereka adalah ujung tombak pelayanan keamanan negara,” tegas Fauzan dalan SpeakUp Kamtibas (14/10/2026)

Ia menilai, penguatan kapasitas dan kesejahteraan anggota di lapangan jauh lebih penting dibanding narasi politis yang menyerang personal pimpinan institusi.

Fauzan juga melontarkan kritik terhadap sejumlah purnawirawan TNI yang dinilai kerap membangun narasi tendensius terhadap Polri.

“Bahwa purnawirawan seperti Gatot Nurmantyo dan Soenarko, serta lainnya, sangat naif. Kita bisa bayangkan, kalau mereka kehilangan kendaraan atau sesuatu, pasti lapor ke Polsek, bukan ke Said Didu atau Abraham Samad,” sindir Fauzan.

Menurutnya, pernyataan-pernyataan yang menyerang Polri secara umum justru kontraproduktif dan berpotensi melemahkan stabilitas keamanan nasional.

Sementara itu, Habib Syakur Ali Mahdi menyebut ada pola serangan yang terstruktur terhadap Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Dia bilang, pola tersebut memiliki kemiripan dengan serangan yang sebelumnya diarahkan kepada Presiden RI ke-7, Joko Widodo.

Baca Juga: Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima, DPR Minta Polri Beri Sanksi Berat Tanpa Kompromi

Habib Syakur menduga, isu reformasi Polri ditunggangi oleh kelompok eks simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang menurutnya masih menyimpan kekecewaan dan dendam politik terhadap pemerintah dan institusi Polri.

“Serangan verbal terhadap Jenderal Listyo sangat seragam dengan pola menyerang Presiden Joko Widodo. Ini bukan kritik konstruktif, tetapi framing yang sistematis,” kata Syakur.

FPIR menegaskan bahwa kritik terhadap institusi negara tetap merupakan bagian dari demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara objektif dan konstruktif, bukan dengan narasi yang mengarah pada delegitimasi institusi.

Fauzan pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas nasional dan mendukung Reformasi Budaya Polri yang berorientasi pada pelayanan publik, profesionalisme, dan penguatan integritas internal.

"Kami percaya, jika publik tidak mudah lagi terprovokasi, tetapi narasi seperti menyerang individu secara verbal seperti Gatot Nurmantyo dan Soenarko, bisa dikatakan sebagai krisis moral dan etika," ujar Fauzan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI