Macet dan Polusi Memburuk, Cekungan Bandung Perlu Reformasi Transportasi Terintegrasi

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:33 WIB
Macet dan Polusi Memburuk, Cekungan Bandung Perlu Reformasi Transportasi Terintegrasi
Ilustrasi Bandung [Unsplash/Zulfikar Arifuzzaki]
  • Cekungan Bandung makin macet karena kendaraan tumbuh tanpa dukungan transportasi umum, memicu boros BBM dan lonjakan emisi.
  • Data KPBB 2024 menunjukkan pemborosan 69,2 juta kiloliter BBM per tahun dan polusi di Bandung sudah melewati standar aman, berdampak pada kesehatan warga.
  • Kecepatan kendaraan turun drastis dan Bandung terancam gridlock 2027, sehingga optimalisasi BRT dan integrasi transportasi jadi solusi mendesak.

Suara.com - Cekungan Bandung menghadapi persoalan serius akibat pertumbuhan kendaraan yang tidak diimbangi transportasi umum yang memadai. Ketidakseimbangan ini bukan hanya memicu kemacetan, tetapi juga menyebabkan pemborosan bahan bakar dan lonjakan emisi.

Data KPBB pada 2024 menunjukkan sistem transportasi yang tidak efisien membuat konsumsi BBM terbuang hingga 69,2 juta kiloliter per tahun secara nasional. Emisi polusi udara tercatat mencapai 30,49 juta ton per tahun, sementara emisi gas rumah kaca menyentuh 295,12 juta ton CO2e per tahun.

Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin, menyebut hampir seluruh parameter polusi udara di Cekungan Bandung telah melampaui standar nasional maupun pedoman WHO. Konsentrasi PM2.5 dan sulfur oksida (SOx) bahkan berada jauh di atas ambang batas aman. Kondisi ini berdampak langsung pada kesehatan warga, mulai dari meningkatnya kasus ISPA, asma, pneumonia, hingga penyakit jantung dan gangguan paru kronis, termasuk pada anak-anak.

Masalah polusi diperparah oleh kemacetan yang kian parah. Sepuluh tahun lalu, rata-rata kecepatan kendaraan di Bandung masih sekitar 27 kilometer per jam. Kini, berdasarkan TomTom Traffic Index 2025, kecepatannya turun menjadi 16 kilometer per jam. Jika tidak ada pembenahan serius, Bandung diperkirakan bisa mengalami gridlock atau kemacetan total pada 2027.

Menurut Ahmad Safrudin, solusi mendesak diperlukan agar kemacetan tidak semakin memburuk dan emisi kendaraan dapat ditekan. Ia menilai persoalan utama bukan semata kekurangan anggaran, melainkan lemahnya manajemen transportasi dan belum terintegrasinya kebijakan mobilitas orang serta barang.

Pemerintah daerah telah menyiapkan rencana pembangunan 18 koridor BRT di Cekungan Bandung dengan dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan Bank Dunia. Selain itu, terdapat rencana pengembangan transportasi massal berbasis listrik serta integrasi dengan Commuter Line.

Namun sejumlah akademisi mengingatkan agar pemerintah tidak terburu-buru mengejar proyek besar seperti LRT yang membutuhkan biaya sangat besar. Fokus sebaiknya diarahkan pada optimalisasi BRT, penyediaan jalur khusus bus, serta pembangunan fasilitas pejalan kaki dan jalur sepeda. Upaya ini dinilai lebih realistis dan berdampak langsung pada pengurangan kendaraan pribadi di jalan.

Pengamat transportasi juga menekankan pentingnya komitmen dan kepemimpinan yang kuat untuk mengoordinasikan kebijakan lintas sektor. Tanpa langkah terintegrasi dan konsisten, kemacetan dan polusi dikhawatirkan terus meningkat dan membebani kesehatan serta kualitas hidup warga Bandung di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solusi Membasmi Polusi Kekinian Ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian Ala Panasonic

Lifestyle | Jum'at, 30 Januari 2026 | 11:00 WIB

India Open 2026 Viral: Polusi Ekstrem, Kotoran Burung di Lapangan, Monyet Masuk Tribun

India Open 2026 Viral: Polusi Ekstrem, Kotoran Burung di Lapangan, Monyet Masuk Tribun

Sport | Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:43 WIB

Di Balik Kilau Kembang Api: Psikologi Normalisasi Polusi dalam Perayaan

Di Balik Kilau Kembang Api: Psikologi Normalisasi Polusi dalam Perayaan

Your Say | Selasa, 30 Desember 2025 | 15:24 WIB

Terkini

Prabowo ke PDIP: Alangkah Manisnya Kalau Semua Partai di Pemerintah

Prabowo ke PDIP: Alangkah Manisnya Kalau Semua Partai di Pemerintah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:13 WIB

KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru dalam Pengembangan Kasus Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 15:08 WIB

JPPI Sentil Pemerintah: Kasih Anak Makan Gratis Tak Otomatis Ubah Program Pangan Jadi Pendidikan

JPPI Sentil Pemerintah: Kasih Anak Makan Gratis Tak Otomatis Ubah Program Pangan Jadi Pendidikan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:44 WIB

Yakin Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo, Surya Paloh: Selain Optimisme Apalagi yang Kita Punya?

Yakin Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo, Surya Paloh: Selain Optimisme Apalagi yang Kita Punya?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:43 WIB

Israel Culik Aktivis Global Sumud Flotilla dan 9 WNI, PBB: Mereka Harus Dilindungi

Israel Culik Aktivis Global Sumud Flotilla dan 9 WNI, PBB: Mereka Harus Dilindungi

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:35 WIB

Tok! DPR RI Setujui RUU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR

Tok! DPR RI Setujui RUU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:34 WIB

Kemenko Polkam Pastikan Negara Hadir Jamin Keselamatan WNI yang Ditahan Tentara Zionis Israel

Kemenko Polkam Pastikan Negara Hadir Jamin Keselamatan WNI yang Ditahan Tentara Zionis Israel

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:27 WIB

Prabowo Diminta Kurangi Pidato Politik demi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Redam Kekhawatiran Investor

Prabowo Diminta Kurangi Pidato Politik demi Jaga Stabilitas Ekonomi dan Redam Kekhawatiran Investor

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:26 WIB

KemenHAM: Pemerintah Sedang Upayakan Pembebasan WNI yang Ditahan Israel

KemenHAM: Pemerintah Sedang Upayakan Pembebasan WNI yang Ditahan Israel

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:22 WIB

Soroti Anggaran Jumbo untuk MBG di Sidang MK, JPPI: Jutaan Anak Masih Belajar di Sekolah Rusak

Soroti Anggaran Jumbo untuk MBG di Sidang MK, JPPI: Jutaan Anak Masih Belajar di Sekolah Rusak

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:20 WIB