Trauma Dihajar Oknum Aparat, 3 Pegawai SPBU Cipinang Takut Masuk Kerja: Dia Panggil Nama Saya

Bangun Santoso

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:32 WIB
Trauma Dihajar Oknum Aparat, 3 Pegawai SPBU Cipinang Takut Masuk Kerja: Dia Panggil Nama Saya
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 yang menjadi lokasi penganiayaan pegawai oleh pelaku yang diduga aparat di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
baca 10 detik
  • Dugaan penganiayaan oknum aparat terjadi pada Minggu (22/2) malam di SPBU Cipinang, Jakarta Timur, melukai tiga karyawan.
  • Ketiga korban mengalami trauma dan mengambil cuti kerja karena takut diintimidasi dan terancam oleh pelaku.
  • Manajemen SPBU melaporkan insiden kekerasan tersebut ke Polsek Pulo Gadung dan melibatkan Propam Polda Metro Jaya.

Dampak dari penganiayaan ini tidak hanya dirasakan oleh Lukman. Dua rekan kerjanya, Ahmad Khoirul Anam dan Abud Mahmudin, juga mengalami nasib serupa.

Ketiganya memilih untuk beristirahat di rumah masing-masing guna memulihkan kondisi fisik dan mental yang terguncang.

Meskipun tidak sampai menjalani rawat inap di rumah sakit, luka fisik yang mereka derita cukup serius untuk ukuran pekerja pelayanan.

Staf SPBU 3413901, Mukhlisin (38), memberikan konfirmasi bahwa manajemen memang memberikan kebijakan libur sementara bagi ketiga korban.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan perusahaan terhadap karyawannya yang sedang mengalami tekanan mental pasca-kekerasan.

"Saat ini, memang korban kondisinya masih shock, tapi tidak dirawat di rumah sakit, cukup istirahat di rumah. Mereka libur dulu sehari, diganti staf lain," kata Mukhlisin.

Mukhlisin menambahkan bahwa pihak SPBU tidak ingin mengambil risiko jika pelaku kembali datang dalam kondisi emosi yang tidak terkontrol.

Perlindungan terhadap kondisi psikologis korban menjadi prioritas utama sebelum mereka dinyatakan siap untuk kembali melayani masyarakat di area SPBU.

Kronologi Kekerasan di SPBU Cipinang

baca juga

Peristiwa yang mencekam ini terjadi pada Minggu (22/2) malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu, suasana SPBU yang seharusnya tenang mendadak berubah menjadi ricuh ketika oknum aparat tersebut diduga melakukan tindakan anarkis kepada tiga orang pegawai sekaligus.

Ketiga korban memiliki latar belakang masa kerja yang berbeda-beda. Ahmad Khoirul Anam merupakan staf senior yang telah mengabdi selama lima tahun.

Sementara Abud Mahmudin adalah operator dengan masa kerja empat tahun. Lukmanul Hakim sendiri merupakan pegawai paling muda yang baru bekerja selama enam bulan.

Rincian kekerasan fisik yang dialami para korban tergolong cukup parah. Khoirul Anam dilaporkan terkena tamparan keras di bagian pipi.

Lukman mengalami pemukulan di bagian rahang sebelah kanan. Kondisi paling memprihatinkan dialami oleh Abud Mahmudin, yang dipukul di area bawah mata dan pipi dekat mulut hingga mengakibatkan salah satu giginya copot.

Langkah Hukum dan Keterlibatan Propam

Pemilik SPBU 3413901, Ernesta, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam melihat karyawannya diperlakukan secara tidak manusiawi.

Segera setelah kejadian, manajemen langsung menempuh jalur hukum untuk memastikan keadilan bagi para korban.

Laporan resmi telah dilayangkan ke pihak kepolisian setempat. Selain itu, para korban juga telah menjalani prosedur visum sebagai bukti otentik adanya kekerasan fisik yang dilakukan oleh oknum tersebut.

"Kami sudah laporkan juga ke Polsek Pulo Gadung seberang SPBU, dan pegawai-pegawai saya yang luka-luka juga sudah divisum," kata Ernesta saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (23/2).

Kasus ini pun mendapatkan perhatian serius dari institusi kepolisian. Mengingat terduga pelaku merupakan oknum aparat, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya dilaporkan telah turun tangan.

Tim Propam sudah mendatangi lokasi kejadian di SPBU Cipinang untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mendalami pelanggaran disiplin maupun pidana yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Kini, para pekerja SPBU di Cipinang berharap adanya jaminan keamanan yang pasti. Mereka ingin kembali bekerja dengan tenang tanpa harus merasa terancam oleh siapa pun, termasuk oleh mereka yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek

Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 10:24 WIB

Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual

Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 08:23 WIB

Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan

Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 07:55 WIB

Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ayah Nizam Curigai Hubungan Istri dengan Anak Angkat

Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ayah Nizam Curigai Hubungan Istri dengan Anak Angkat

Entertainment | Selasa, 24 Februari 2026 | 07:54 WIB

Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot

Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot

News | Senin, 23 Februari 2026 | 20:48 WIB

Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak

Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak

News | Senin, 23 Februari 2026 | 20:04 WIB

7 Fakta Tragis NS di Sukabumi: Remaja 12 Tahun Meninggal Diduga Korban Kekerasan Ibu Tiri

7 Fakta Tragis NS di Sukabumi: Remaja 12 Tahun Meninggal Diduga Korban Kekerasan Ibu Tiri

News | Senin, 23 Februari 2026 | 17:41 WIB

Terkini

Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:23 WIB

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:18 WIB

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:00 WIB

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:58 WIB

Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah

Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:18 WIB

Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar

Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:43 WIB

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:35 WIB

ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!

ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:16 WIB

Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi

Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:00 WIB

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 18:53 WIB

×