Trauma Dihajar Oknum Aparat, 3 Pegawai SPBU Cipinang Takut Masuk Kerja: Dia Panggil Nama Saya

Bangun Santoso

Selasa, 24 Februari 2026 | 10:32 WIB
Trauma Dihajar Oknum Aparat, 3 Pegawai SPBU Cipinang Takut Masuk Kerja: Dia Panggil Nama Saya
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 yang menjadi lokasi penganiayaan pegawai oleh pelaku yang diduga aparat di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
baca 10 detik
  • Dugaan penganiayaan oknum aparat terjadi pada Minggu (22/2) malam di SPBU Cipinang, Jakarta Timur, melukai tiga karyawan.
  • Ketiga korban mengalami trauma dan mengambil cuti kerja karena takut diintimidasi dan terancam oleh pelaku.
  • Manajemen SPBU melaporkan insiden kekerasan tersebut ke Polsek Pulo Gadung dan melibatkan Propam Polda Metro Jaya.

Suara.com - Insiden dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang oknum aparat terhadap karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Jakarta Timur menyisakan trauma mendalam bagi para korban.

Tiga pegawai SPBU 3413901 yang berlokasi di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, mengaku didera rasa takut yang luar biasa pasca-kejadian tersebut.

Ketakutan ini bahkan membuat mereka terpaksa meliburkan diri dari pekerjaan sehari-hari karena khawatir pelaku akan kembali mendatangi lokasi untuk melakukan intimidasi lanjutan.

Salah satu korban yang merupakan operator SPBU, Lukman Hakim (19), mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak masuk kerja diambil karena situasi psikologisnya yang belum stabil.

Lukman yang baru saja memulai kariernya setelah lulus SMK ini merasa keselamatannya terancam jika tetap bekerja.

"Iya, sempat libur karena takutnya pelaku ini datang lagi ke lokasi, mungkin masih emosi," kata salah satu operator SPBU korban penganiayaan oleh oknum tersebut, Lukman Hakim (19) saat ditemui di SPBU Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026).

Intimidasi dan Ancaman di Balik Seragam

Kekhawatiran para pekerja ini bukan tanpa alasan. Lukman membeberkan bahwa pelaku sempat menunjukkan perilaku yang sangat mengintimidasi saat kejadian berlangsung.

Selain melakukan kekerasan fisik, oknum tersebut diduga menggunakan pengaruh jabatannya untuk menekan para pekerja yang hanya menjalankan tugas sesuai prosedur.

baca juga

Berdasarkan jadwal yang ada, Lukman seharusnya sudah kembali bertugas pada Senin (23/2). Namun, melihat kondisi lapangan dan potensi bahaya yang mengintai, pihak manajemen SPBU mengambil langkah preventif dengan meminta Lukman untuk beristirahat di rumah demi keamanan pribadinya.

"Saya seharusnya masuk kemarin Senin (22/2), tapi tidak diizinkan bos. Takutnya dia datang lagi nyari saya. Dia sempat manggil-manggil nama saya," ujar Lukman sebagaimana dilansir Antara.

Sebagai pekerja di sektor pelayanan yang setiap hari berinteraksi dengan berbagai karakter konsumen, Lukman merasa posisinya sangat rentan.

Terlebih, pelaku sempat melontarkan pernyataan mengenai status sosial dan jabatan tingginya, yang membuat para operator merasa kecil dan tidak berdaya.

"Kita hanya orang biasa. Takutnya dia balik lagi bawa backing-an. Jadi, masih khawatir," ucap Lukman.

Kondisi Fisik dan Psikologis Korban

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek

Balita 3 Tahun di Sragen Dianiaya Ayah Kandung, Pemerintah Asesmen Pengasuhan KakekNenek

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 10:24 WIB

Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual

Bripda Mesias Dipecat Tidak Hormat Usai Kasus Tewaskan Pelajar di Tual

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 08:23 WIB

Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan

Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 07:55 WIB

Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ayah Nizam Curigai Hubungan Istri dengan Anak Angkat

Anak Meninggal Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Ayah Nizam Curigai Hubungan Istri dengan Anak Angkat

Entertainment | Selasa, 24 Februari 2026 | 07:54 WIB

Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot

Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot

News | Senin, 23 Februari 2026 | 20:48 WIB

Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak

Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak

News | Senin, 23 Februari 2026 | 20:04 WIB

7 Fakta Tragis NS di Sukabumi: Remaja 12 Tahun Meninggal Diduga Korban Kekerasan Ibu Tiri

7 Fakta Tragis NS di Sukabumi: Remaja 12 Tahun Meninggal Diduga Korban Kekerasan Ibu Tiri

News | Senin, 23 Februari 2026 | 17:41 WIB

Terkini

Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!

Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:36 WIB

816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta

816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:22 WIB

Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature

Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB

Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna

Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 22:08 WIB

Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!

Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:44 WIB

Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:23 WIB

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:18 WIB

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 21:00 WIB

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:58 WIB

Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah

Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 20:18 WIB

×