Marak Kasus Kekerasan, Aparat Akan Diberi Pelatihan Hak Asasi Manusia Agar Lebih Humanis

Dwi Bowo Raharjo | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:24 WIB
Marak Kasus Kekerasan, Aparat Akan Diberi Pelatihan Hak Asasi Manusia Agar Lebih Humanis
Ilustrasi personel kepolisian. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta).
  • Kementerian HAM dan Mabes Polri sepakat kerja sama untuk mengadakan pelatihan penguatan HAM bagi aparat penegak hukum.
  • Kemenham akan dilibatkan dalam meninjau ulang regulasi internal kepolisian agar berbasis pada prinsip-prinsip HAM.
  • Kerja sama ini adalah respons terhadap kasus kekerasan aparat, mendorong reformasi Polri menuju sikap lebih humanis.

Suara.com - Wakil Menteri HAM Mugiyanto menyebutkan pihaknya telah lakukan kesepakatan kerja sama dengan Mabes Polri untuk mengadakan pelatihan terkait penguatan hak asasi manusia bagi para aparat.

Kerja sama itu dilakukan sebagai respon dari berbagai kejadian kekerasan oleh aparat polisi kepada masyarakat sipil.

"Kita sudah MoU dengan Polri untuk kerjasama penguatan hak asasi manusia. Kita sudah menginisiasi kemitraan kerja sama untuk membentuk tim bersama, Kementerian HAM dengan Mabes Polri untuk melakukan pelatihan-pelatihan hak asasi manusia," kata Mugiyanto kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Selain pelatihan, Kementerian HAM juga dilibatkan dalam mengulas ulang regulasi internal kepolisian untuk memastikan setiap peraturannya berbasis HAM.

Mugiyanto menyampaikan, bila belum ada aturan kuat tentang perlindungan HAM dalam penugasan aparat, maka disarankan untuk diadakan.

"Kalau perlu nanti membuat guidelines, panduan atau buku saku polisi yang ramah HAM. Misalnya, bagaimana melakukan penyelidikan, bagaimana cara mengintrogasi, melakukan BAP yang berperspektif HAM," sarannya.

Di tengah maraknya kasus kekerasan oleh aparat kepada masyarakat sipil yang belakangan viral, Mugiyanto mendorong dilakukan reformasi Polri secara internal.

Ia menekankan bahwa Kementerian HAM siap berikan pendampingan dalam membantu Polri untuk mendalami perspektif HAM.

Menurut Mugiyanto, Polri jangan lagi menggunakan tindakan kekerasan dalam menegakan aturan. Apalagi Indonesia sudah turut meratifikasi konveksi anti penyiksaan sejak lama.

"Karena ini kejadian yang berulang-ulang terus, kekerasan oleh polisi terjadi di mana-mana, kita selalu berteriak, polisi please reform. Silahkan bereformasi diri mengacu pada prinsip-prinsip hak asasi manusia yang sudah kita ratifikasi. Karena sudah bukan zamannya (pakai kekerasan)," ucapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa polisi Indonesia saat ini telah menjadi aparat keamanan sipil sejak dipisahkan dari ABRI sejak era reformasi. Sehingga, menurutnya, aparat polisi harus bersikap lebih humanis setiap kali berurusan dengan masyarakat sipil.

"Attitude-nya juga harus yang lebih humanis. Makanya supaya hal itu terjadi, polisi harus reform supaya kultur polisi itu kultur yang humanis, tidak melakukan kekerasan, melindungi, mengayongi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!

Viral Perang Sarung Kebumen, KemenPPPA Soroti Dampak Mengerikan Ini pada Anak dan Polisi!

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:24 WIB

Viral Anak Perang Sarung di Kebumen Kena 'Binaan' Aparat TNI, KemenPPPA: Hindari Hukuman Fisik

Viral Anak Perang Sarung di Kebumen Kena 'Binaan' Aparat TNI, KemenPPPA: Hindari Hukuman Fisik

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 10:16 WIB

3 Tahun Alami Kekerasan, Cewek Ini Akhirnya Tempuh Jalur Hukum usai Ditendang Pacar Perkara Utang

3 Tahun Alami Kekerasan, Cewek Ini Akhirnya Tempuh Jalur Hukum usai Ditendang Pacar Perkara Utang

Entertainment | Kamis, 26 Februari 2026 | 03:05 WIB

Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!

Minta Maaf ke Publik, Kapolri: Anggota Cederai Keadilan Akan Kami Tindak Tegas!

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 21:21 WIB

Terkini

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB

Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:22 WIB

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:10 WIB

Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni

Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:59 WIB

Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ

Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:52 WIB

Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan

Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:47 WIB