PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:01 WIB
PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. [Dok. Tim Media PDIP]
baca 10 detik
  • DPP PDI Perjuangan melarang kader mencari keuntungan finansial dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui surat resmi.
  • Instruksi yang ditandatangani 24 Februari 2026 itu menuntut kader mengawal ketat program bersumber APBN demi akuntabilitas.
  • Pelanggaran terhadap instruksi ini akan dikenakan sanksi disiplin organisasi sesuai AD/ART partai.

Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh kadernya di Indonesia terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui surat internal bernomor 940/IN/DPP/II/2026 yang diterima Suara.com dari salinan yang beredar, partai berlambang banteng moncong putih ini melarang keras anggotanya mengambil keuntungan finansial maupun material dari program pemerintah tersebut.

Surat yang ditandatangani Ketua DPP Komarudin Watubun dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto pada 24 Februari 2026 itu ditujukan kepada pengurus DPD dan DPC, anggota DPR/DPRD, serta seluruh kepala daerah dari PDI Perjuangan.

Dalam pertimbangannya, DPP PDI Perjuangan menyoroti bahwa pembiayaan Program MBG bersumber dari APBN, yang di dalamnya termasuk hasil realokasi anggaran pendidikan nasional.

PDIP menekankan bahwa anggaran pendidikan seharusnya diprioritaskan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, seperti gaji tenaga pengajar, peningkatan kualitas guru, serta sarana dan prasarana sekolah.

Oleh karena itu, penggunaan dana tersebut untuk program makan gratis harus dikawal dengan sangat ketat agar tidak terjadi penyimpangan.

Langkah tegas ini diambil menyusul adanya berbagai laporan dari masyarakat mengenai dinamika sosial dan kendala di lapangan. DPP PDIP mengaku menerima laporan terkait ketidaktepatan sasaran, kualitas makanan yang buruk, kasus keracunan, hingga munculnya dugaan praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan Program MBG.

"PDI Perjuangan sebagai partai yang berwatak kerakyatan berkewajiban mengawal agar setiap program yang bersumber dari uang rakyat benar-benar tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta tidak merugikan masyarakat," tulis surat tersebut.

Sehubungan dengan hal itu, DPP PDI Perjuangan memberikan tiga instruksi utama kepada seluruh kader di struktur partai, legislatif, maupun eksekutif:

baca juga
  1. Dilarang Keras Mencari Keuntungan
    Kader dilarang memanfaatkan Program MBG untuk mencari keuntungan finansial pribadi maupun kelompok.
  2. Menjaga Integritas
    Kader wajib memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan yang dapat merusak kepercayaan rakyat terhadap partai.
  3. Pengawalan Ketat di Daerah
    Kader diinstruksikan mengawal pelaksanaan program di daerah masing-masing agar berjalan sesuai aturan, transparan, serta mengutamakan keselamatan masyarakat.

PDI Perjuangan menegaskan tidak main-main dengan instruksi ini. Dalam poin penutup surat tersebut ditegaskan bahwa setiap pelanggaran akan dianggap sebagai pelanggaran disiplin partai.

Kader yang terbukti melanggar akan dikenakan sanksi organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan internal partai. Langkah ini dilakukan demi menjaga garis perjuangan partai yang setia pada kepentingan rakyat.

Sementara itu, politisi PDIP M Guntur Romli membenarkan adanya surat tersebut. Menurutnya, surat itu ditujukan untuk internal partai.

"Betul, surat tersebut untuk internal Partai sebagai jawaban untuk menegaskan bahwa Partai selama ini tidak pernah mengijinkan adanya kepentingan orang per orang untuk ikut terlibat dalam “bisnis” MBG. Dengan adanya larangan tersebut sikap Partai sangat jelas. MBG adalah program pemerintah untuk rakyat dan dalam pelaksanaannya tidak boleh ada komersialisasi atas program kerakyatan tersebut," kata Guntur kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab

5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab

Health | Jum'at, 27 Februari 2026 | 11:58 WIB

Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial

Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 16:43 WIB

Fenomena Rakyat Menentang MBG, Justru Disebut Lawan HAM?

Fenomena Rakyat Menentang MBG, Justru Disebut Lawan HAM?

Video | Kamis, 26 Februari 2026 | 15:00 WIB

PDIP Kritik RI Gabung Board of Peace Tanpa Persetujuan DPR, Singgung Biaya 8.000 Pasukan

PDIP Kritik RI Gabung Board of Peace Tanpa Persetujuan DPR, Singgung Biaya 8.000 Pasukan

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 12:10 WIB

MBG TV Punya Siapa? Ramai Disorot, Bos BGN Mengaku Tak Tahu

MBG TV Punya Siapa? Ramai Disorot, Bos BGN Mengaku Tak Tahu

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:31 WIB

Isyana Sarasvati Kuliah di Mana? Bantah Tuduhan Terima Beasiswa LPDP

Isyana Sarasvati Kuliah di Mana? Bantah Tuduhan Terima Beasiswa LPDP

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 10:16 WIB

Tasya Kamila Sampaikan Permintaan Maaf Terkait Unggahan Kontribusi LPDP, Kini Singgung Pajak

Tasya Kamila Sampaikan Permintaan Maaf Terkait Unggahan Kontribusi LPDP, Kini Singgung Pajak

Entertainment | Kamis, 26 Februari 2026 | 09:31 WIB

Belajar dari China, Sampah Makanan MBG Berpotensi Jadi Biodiesel

Belajar dari China, Sampah Makanan MBG Berpotensi Jadi Biodiesel

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 09:03 WIB

Kritik Kebijakan Jadi Pelanggaran HAM? Logika Terbalik Menteri Pigai

Kritik Kebijakan Jadi Pelanggaran HAM? Logika Terbalik Menteri Pigai

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 06:17 WIB

PDIP Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pickup dari India: Jangan Rugikan Pabrikan Dalam Negeri

PDIP Soroti Rencana Impor 105.000 Mobil Pickup dari India: Jangan Rugikan Pabrikan Dalam Negeri

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 06:50 WIB

Terkini

Mahasiswa Ngebut Bawa Mobil Tabrak Motor di Medan, IRT Tewas

Mahasiswa Ngebut Bawa Mobil Tabrak Motor di Medan, IRT Tewas

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Cuma 99 Ribu, Bawa Pulang 2 Produk Salon Ternama Johnny Andrean Pakai BRImo

Cuma 99 Ribu, Bawa Pulang 2 Produk Salon Ternama Johnny Andrean Pakai BRImo

Bri | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:30 WIB

5 Sepatu Lokal Wanita Kronikel Project Paling Laris, Model Stylish Wajib Masuk Wishlist

5 Sepatu Lokal Wanita Kronikel Project Paling Laris, Model Stylish Wajib Masuk Wishlist

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:25 WIB

BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla

BNPB Jelaskan Alasan Ambil Air Kolam Warga untuk Padamkan Karhutla

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:18 WIB

4 Rekomendasi Sepatu Lari Stylish untuk Tren Run to Coffee, Sporty tapi Tetap Trendi

4 Rekomendasi Sepatu Lari Stylish untuk Tren Run to Coffee, Sporty tapi Tetap Trendi

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi

Saatnya Aliansi Sawit Melindungi Petani Swadaya, Bukan Cuma Korporasi

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:15 WIB

Besok, Siswa di Pekanbaru Masuk Sekolah usai Diliburkan Gegara Kabut Asap

Besok, Siswa di Pekanbaru Masuk Sekolah usai Diliburkan Gegara Kabut Asap

Riau | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:11 WIB

3 Emiten yang Dicap Sebagai Saham Berbasis Hijau

3 Emiten yang Dicap Sebagai Saham Berbasis Hijau

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Pendukung Gus Yusuf Nyatakan Muktamar NU ke-35 Tak Legitimate, Mosi Tak Percaya ke Pimpinan Sidang

Pendukung Gus Yusuf Nyatakan Muktamar NU ke-35 Tak Legitimate, Mosi Tak Percaya ke Pimpinan Sidang

Jawa Tengah | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:07 WIB

Jasad Bayi Laki-Laki Diseret Anjing di Sumedang

Jasad Bayi Laki-Laki Diseret Anjing di Sumedang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:05 WIB

×