Tampang Koko Erwin Bandar Pemasok Narkoba Eks Kapolres Bima, Kini Pincang di Kursi Roda

Bangun Santoso

Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:11 WIB
Tampang Koko Erwin Bandar Pemasok Narkoba Eks Kapolres Bima, Kini Pincang di Kursi Roda
Terduga bandar narkoba bernama Erwin alias Koko Erwin digiring ke dalam Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (27/2/2026). (ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi)
baca 10 detik
  • Terduga bandar narkoba, Erwin alias Koko Erwin, ditangkap di Tanjung Balai saat hendak kabur ke Malaysia pada Kamis (26/2).
  • Erwin tiba di Bareskrim Polri pada Jumat (27/2) dengan kondisi kaki terluka akibat perlawanan saat penangkapan.
  • Tersangka ini merupakan DPO kasus narkotika dan diduga terlibat penyuapan miliaran rupiah kepada mantan Kapolres Bima Kota.

Suara.com - Terduga bandar narkoba kelas kakap, Erwin alias Koko Erwin, akhirnya tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, setelah pelariannya berakhir di tangan petugas.

Erwin ditangkap di wilayah Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut), pada Kamis (26/2) saat tengah bersiap untuk menyeberang secara ilegal menuju Malaysia.

Kedatangan Koko Erwin di markas besar kepolisian ini menjadi perhatian utama karena statusnya yang merupakan buronan dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus narkotika dan penyuapan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, memberikan konfirmasi resmi mengenai keberadaan tersangka di Jakarta.

Saat memberikan keterangan kepada awak media pada Jumat (27/2), Eko memastikan bahwa proses pemindahan tersangka dari lokasi penangkapan di Sumatera Utara menuju Jakarta telah selesai dilakukan.

Mengenai keberadaan tersangka saat ini, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menyatakan, “Sudah (di Gedung Bareskrim Polri)”.

Tampang Erwin alias Koko Erwin saat digiring petugas memperlihatkan kondisi yang kontras dengan statusnya sebagai bandar besar.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, Erwin tampak mengenakan kaus berwarna abu-abu muda dengan celana pendek.

Rambutnya terlihat pendek dan wajahnya hanya tertunduk diam saat dikawal ketat oleh sejumlah personel kepolisian bersenjata lengkap.

baca juga

Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya selama proses penggiringan menuju ruang pemeriksaan.

Kondisi fisik Erwin menjadi sorotan karena ia tidak berjalan dengan normal. Erwin terlihat berjalan pincang dan pada beberapa momen harus dibantu menggunakan kursi roda untuk berpindah tempat.

Kedua tangannya dalam posisi terikat erat menggunakan pengikat kabel (cable ties) berwarna putih.

Penampilan Erwin yang harus duduk di kursi roda ini merupakan dampak langsung dari tindakan tegas terukur yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat proses penyergapan berlangsung di lapangan.

Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol. Handik Zusen, menjelaskan secara rinci mengenai penyebab luka pada kaki Erwin.

Menurut Handik, petugas di lapangan terpaksa melepaskan tembakan karena Erwin mencoba melawan dan tidak kooperatif saat akan diamankan.

Terkait kondisi kaki Erwin tersebut, Kombes Pol. Handik Zusen menegaskan bahwa hal itu terjadi “(Karena) upaya melarikan diri dan ada perlawanan saat penangkapan”.

Erwin bukan sekadar pemain baru dalam dunia gelap narkotika. Ia telah lama masuk dalam radar kepolisian dan ditetapkan sebagai DPO.

Selain keterlibatannya dalam jaringan peredaran narkoba, Erwin juga diduga kuat terlibat dalam skandal besar penyuapan.

Ia dituding telah memberikan uang suap dengan nilai mencapai miliaran rupiah kepada mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, guna mengamankan bisnis ilegalnya.

Kronologi penangkapan Erwin diungkapkan oleh Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol. Kevin Leleury.

Erwin terdeteksi berada di wilayah pesisir Sumatera Utara untuk mencari celah keluar dari Indonesia.

Ia berencana melarikan diri ke Malaysia dengan menggunakan kapal laut.

Petugas yang sudah mengantongi informasi keberadaannya langsung melakukan pengepungan di titik koordinat yang telah ditentukan di Tanjung Balai.

Dalam operasi tersebut, Erwin ternyata tidak bergerak sendirian. Petugas juga berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku lainnya yang berperan penting dalam membantu pelarian sang bandar.

Kedua kaki tangan tersebut diketahui berinisial A alias Y dan R alias K. Kombes Pol. Kevin Leleury menjelaskan bahwa koordinasi penangkapan dilakukan di dua lokasi berbeda untuk memutus rantai pelarian Erwin.

Kombes Pol. Kevin Leleury memaparkan rincian penangkapan timnya di lapangan.

"Pelaku A alias Y ditangkap di Riau sementara R alias K di Tanjung Balai bersama Erwin," ucapnya.

Peran A alias Y dan R alias K sangat krusial karena mereka yang menyiapkan segala keperluan logistik dan transportasi agar Erwin bisa menyeberang ke luar negeri tanpa terdeteksi oleh otoritas pelabuhan resmi.

Saat dilakukan penyergapan, Erwin dan rekan-rekannya telah membawa berbagai persiapan untuk menetap di luar negeri dalam waktu lama.

Namun, rencana tersebut gagal total setelah tim gabungan Bareskrim Polri melakukan tindakan cepat.

Meskipun sempat terjadi aksi perlawanan yang membahayakan petugas di lokasi penangkapan, Erwin akhirnya berhasil dilumpuhkan dan dibawa ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Detik-detik Penangkapan Koko Erwin, Bandar Pemasok Narkoba ke Eks Kapolres Bima

Detik-detik Penangkapan Koko Erwin, Bandar Pemasok Narkoba ke Eks Kapolres Bima

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:49 WIB

Pelarian Berakhir! Bandar Sabu Penyuplai Eks Kapolres Bima Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia

Pelarian Berakhir! Bandar Sabu Penyuplai Eks Kapolres Bima Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:23 WIB

Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik

Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 21:23 WIB

Ammar Zoni Tak Bisa Buktikan Dugaan Pemerasan Rp300 Juta di Persidangan

Ammar Zoni Tak Bisa Buktikan Dugaan Pemerasan Rp300 Juta di Persidangan

Entertainment | Kamis, 26 Februari 2026 | 16:13 WIB

Menohok, Cara Hotman Paris Desak DPR Panggil Jaksa yang Tuntut Fandi Hukuman Mati

Menohok, Cara Hotman Paris Desak DPR Panggil Jaksa yang Tuntut Fandi Hukuman Mati

Entertainment | Kamis, 26 Februari 2026 | 15:51 WIB

Hotman Paris Dampingi Keluarga Fandi Ramadhan ke DPR, Protes Tuntutan Mati Kasus 2 Ton Sabu

Hotman Paris Dampingi Keluarga Fandi Ramadhan ke DPR, Protes Tuntutan Mati Kasus 2 Ton Sabu

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 13:01 WIB

Dari Bisnis Narkoba hingga Aniaya Siswa Madrasah: Sejauh Mana Reformasi Polri Bekerja?

Dari Bisnis Narkoba hingga Aniaya Siswa Madrasah: Sejauh Mana Reformasi Polri Bekerja?

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 16:48 WIB

Terkini

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

×