Siapa Mojtaba Khamenei? Sosok 'Penguasa Bayangan' Calon Pengganti Ali Khamenei di Iran

Vania Rossa

Senin, 02 Maret 2026 | 11:57 WIB
Siapa Mojtaba Khamenei? Sosok 'Penguasa Bayangan' Calon Pengganti Ali Khamenei di Iran
Mojtaba Khamenei, putra Ayatollah Ali Khamenei. (X/@_GlobeObserver)
baca 10 detik
  • Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, wafat akibat serangan gabungan AS dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
  • Putra keduanya, Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, muncul kandidat kuat suksesi karena pengaruhnya di militer dan Garda Revolusi.
  • Mojtaba memiliki reputasi garis keras, pernah disanksi AS, dan tantangan suksesi muncul karena ia bukan Ayatollah.

Reputasi Garis Keras dan Sanksi Internasional

Nama Mojtaba mulai menjadi sorotan global saat gelombang protes Pilpres 2009 (Gerakan Hijau) meletus. Ia dituding sebagai arsitek di balik represi milisi Basij terhadap demonstran oposisi.

Namanya kembali digaungkan dalam protes besar 2022 pasca-kematian Mahsa Amini. Di jalanan, sebagian demonstran menyebutnya sebagai simbol represi elit penguasa.

Pada 2019, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Mojtaba atas dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Selain dukungan militer, ia juga disebut memiliki pengaruh besar atas aset yang dikelola Setad, lembaga semi-negara Iran dengan nilai kekayaan mencapai puluhan miliar dolar.

Dinasti Baru atau Stabilitas Negara?

Meski memiliki jaringan kekuatan yang solid, jalan Mojtaba menjadi Rahbar (Pemimpin Tertinggi) tidak sepenuhnya mulus.

Secara keagamaan, ia menyandang gelar Hojjatoleslam—tingkat ulama menengah—bukan Ayatollah yang selama ini menjadi syarat tak tertulis bagi pemimpin tertinggi. Namun, akselerasi gelar dinilai bukan hal mustahil dalam sistem politik Iran.

Tantangan terbesar justru bersumber dari ideologi negara. Republik Islam Iran lahir dari semangat anti-monarki. Suksesi dari ayah ke anak berpotensi memicu resistensi publik dan penolakan ulama moderat karena dianggap sebagai bentuk monarki terselubung.

baca juga

Namun, isu suksesi ini disebut bukan perkara mendadak. Majelis Ahli—badan beranggotakan 88 ulama yang berwenang memilih Pemimpin Tertinggi—dikabarkan telah menggelar pertemuan rahasia pada September 2024 atas permintaan Ali Khamenei untuk membahas skenario pasca-wafatnya Presiden Ebrahim Raisi.

Kini, dengan militer berada di garis depan menghadapi konflik dengan Israel dan Amerika Serikat, stabilitas negara menjadi prioritas utama. IRGC diprediksi tidak akan mengambil risiko dengan figur yang belum teruji loyalitasnya.

Apakah Mojtaba Khamenei akan keluar dari bayang-bayang dan resmi memegang tampuk kekuasaan tertinggi Iran?

Keputusan Majelis Ahli dalam waktu dekat akan menentukan arah sejarah baru Republik Islam Iran.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlibat Perang dengan AS, Iran Kepikiran Mundur dari Piala Dunia 2026

Terlibat Perang dengan AS, Iran Kepikiran Mundur dari Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 11:21 WIB

Update Konflik Iran: Ayatollah Khamenei Gugur, China dan Rusia Gelar Pembicaraan Darurat

Update Konflik Iran: Ayatollah Khamenei Gugur, China dan Rusia Gelar Pembicaraan Darurat

News | Senin, 02 Maret 2026 | 10:58 WIB

Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan

Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 10:56 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Belanja Pemerintah Pusat ke Daerah Naik Rp 85 T di 2027 Meski TKD Dipotong

Purbaya Klaim Belanja Pemerintah Pusat ke Daerah Naik Rp 85 T di 2027 Meski TKD Dipotong

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:41 WIB

Razia Moral Selamatkan Keluarga, Puluhan Kaum LGBT Ditangkap di Turki

Razia Moral Selamatkan Keluarga, Puluhan Kaum LGBT Ditangkap di Turki

News | Senin, 14 September 2026 | 14:41 WIB

Wajah Kusam Cocok Pakai Sunscreen Apa? Begini Cara Memilih dan Rekomendasinya

Wajah Kusam Cocok Pakai Sunscreen Apa? Begini Cara Memilih dan Rekomendasinya

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

Bukan Overload, PenyebabTenggelamnya KMP Virgo 8 Transport Tunggu KNKT

Bukan Overload, PenyebabTenggelamnya KMP Virgo 8 Transport Tunggu KNKT

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

BI Kembalikan Rp440 Triliun GWM Bank, Dorong Kredit ke Sektor Strategis

BI Kembalikan Rp440 Triliun GWM Bank, Dorong Kredit ke Sektor Strategis

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:35 WIB

Lokasi Pasar Murah di Lima Titik Wilayah Kampar dan Pekanbaru

Lokasi Pasar Murah di Lima Titik Wilayah Kampar dan Pekanbaru

Riau | Senin, 14 September 2026 | 14:34 WIB

Kenalan Lewat Aplikasi Kencan, Wanita 18 Tahun Tewas Usai Bertemu Pria di Bekasi

Kenalan Lewat Aplikasi Kencan, Wanita 18 Tahun Tewas Usai Bertemu Pria di Bekasi

News | Senin, 14 September 2026 | 14:33 WIB

Perbedaan Cushion Skintific vs Barenbliss, Bagus Mana untuk Hasil Dewy Glow?

Perbedaan Cushion Skintific vs Barenbliss, Bagus Mana untuk Hasil Dewy Glow?

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?

Suzuki Karimun Wagon R Terbaru Tertangkap Kamera: Mesin 1200 cc, Harga Baru 90 Jutaan?

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Pangsa Pasar Mobil Honda di Indonesia Tinggal 4 Persen

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:29 WIB

×