Iran Tutup Pintu Dialog, Ali Larijani Tegaskan Tak akan Bernegosiasi dengan Amerika Serikat

Bangun Santoso

Senin, 02 Maret 2026 | 16:58 WIB
Iran Tutup Pintu Dialog, Ali Larijani Tegaskan Tak akan Bernegosiasi dengan Amerika Serikat
Ilustrasi Bendera Iran dan AS [Suara.com]
  • Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, Senin (2/3/2026) membantah keras upaya negosiasi dengan Amerika Serikat.
  • Pernyataan ini muncul pasca eskalasi militer usai operasi AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran.
  • Iran membalas serangan tersebut dengan drone dan rudal, mengakibatkan tewasnya tiga personel militer Amerika Serikat.

Suara.com - Tensi geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengeluarkan pernyataan resmi yang menutup rapat pintu diplomasi dengan Washington.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (2/3/2026) hari ini, Larijani secara tegas membantah segala klaim yang menyebutkan bahwa Teheran tengah berupaya memulai kembali perundingan dengan Amerika Serikat.

Langkah ini diambil di tengah eskalasi militer yang semakin tidak terkendali di kawasan tersebut.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Larijani melalui platform media sosial X, sebagai respons langsung terhadap laporan yang beredar luas di media internasional.

Laporan tersebut sebelumnya mengklaim bahwa Iran sedang meluncurkan inisiatif diplomatik baru untuk mencairkan hubungan yang membeku dengan pemerintahan AS.

Namun, Larijani memastikan bahwa posisi Teheran tetap teguh pada prinsip awal untuk tidak terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan pihak Washington.

Secara spesifik, Larijani merujuk pada laporan Al Jazeera yang mengutip pemberitaan dari The Wall Street Journal.

Dalam laporan media Barat tersebut, disebutkan bahwa Larijani secara pribadi berupaya melanjutkan negosiasi dengan Washington melalui perantara Oman, yang selama ini memang dikenal sebagai mediator tradisional bagi kedua negara.

Menanggapi klaim tersebut, Larijani memberikan jawaban singkat namun sangat menentukan arah kebijakan luar negeri Iran saat ini.

“Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS,” katanya.

Penegasan ini menjadi sinyal kuat bagi komunitas internasional bahwa ruang dialog telah tertutup. Bagi audiens di kota-kota besar Indonesia yang memantau stabilitas ekonomi global, ketegangan ini diprediksi akan berdampak pada fluktuasi harga energi dan keamanan maritim di jalur perdagangan internasional.

Dalam unggahan terpisah di platform yang sama, Larijani juga melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Ia menilai kepemimpinan Trump telah membawa kawasan Timur Tengah ke dalam jurang kekacauan yang lebih dalam. Larijani menyoroti retorika Trump yang dianggapnya hanya didasarkan pada pandangan yang tidak realistis terhadap situasi di lapangan.

Ia mengkritik Trump karena dinilai menyeret kawasan ke dalam kekacauan dengan “ilusi kosong.”

Larijani memandang bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Gedung Putih saat ini justru mengabaikan kepentingan nasional Amerika Serikat sendiri demi kepentingan pihak lain.

“Kini ia khawatir akan jatuhnya lebih banyak tentara Amerika. Dengan delusinya sendiri, ia telah mengubah slogan ‘America First’ menjadi ‘Israel First’ dan mengorbankan pasukan Amerika demi ambisi kekuasaan Israel,” ujar Larijani.

Lebih lanjut, Larijani menuduh bahwa kebijakan militer yang diambil oleh Trump hanya akan memberikan dampak buruk bagi warga Amerika sendiri, terutama mereka yang bertugas di garis depan.

Ia juga menuduh Trump “membuat tentara Amerika dan keluarga mereka membayar harga melalui kebohongan baru.”

Situasi ini semakin diperparah oleh rentetan peristiwa militer yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Sebuah kampanye militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada hari Sabtu dilaporkan telah memicu dampak yang sangat fatal.

Operasi militer tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk figur paling sentral di negara tersebut, yakni Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Kematian pejabat tinggi ini memicu kemarahan besar di Teheran. Sebagai bentuk balasan, Iran segera meluncurkan serangan balasan menggunakan teknologi drone dan rudal yang menargetkan sejumlah titik strategis di negara-negara Teluk.

Serangan balasan ini tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari pihak militer Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan terkini, tiga personel militer AS dilaporkan tewas dan lima lainnya mengalami luka serius akibat serangan balasan Iran tersebut.

Eskalasi ini menandai babak baru konflik terbuka yang melibatkan kekuatan besar di Timur Tengah, di mana diplomasi tampaknya bukan lagi menjadi pilihan utama bagi kedua belah pihak yang bertikai.

Dengan posisi Larijani yang menolak negosiasi, kekhawatiran akan terjadinya perang yang lebih luas di kawasan kini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ingin Jadi Mediator Konflik Iran-AS, Pengamat UGM: Siapa yang Mau Percaya?

Prabowo Ingin Jadi Mediator Konflik Iran-AS, Pengamat UGM: Siapa yang Mau Percaya?

News | Senin, 02 Maret 2026 | 16:53 WIB

Tentara AS Tewas, Trump Bersumpah Hancurkan Iran dengan Lebih Brutal

Tentara AS Tewas, Trump Bersumpah Hancurkan Iran dengan Lebih Brutal

News | Senin, 02 Maret 2026 | 16:37 WIB

Eks Kiper Iran Hilang Tanpa Jejak Usai Kritik Ali Khamenei, Sang Istri Ungkap Fakta Miris

Eks Kiper Iran Hilang Tanpa Jejak Usai Kritik Ali Khamenei, Sang Istri Ungkap Fakta Miris

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 16:28 WIB

Selamat Tinggal Timnas Indonesia, Hanya 2 Negara Ini yang Berpotensi Gantikan Iran

Selamat Tinggal Timnas Indonesia, Hanya 2 Negara Ini yang Berpotensi Gantikan Iran

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 16:11 WIB

Sejumlah Pesawat Tempur AS Jatuh di Kuwait

Sejumlah Pesawat Tempur AS Jatuh di Kuwait

News | Senin, 02 Maret 2026 | 16:08 WIB

24 Jam Menegangkan! Cerita Eks Barcelona Berpacu dengan Waktu Tinggalkan Iran

24 Jam Menegangkan! Cerita Eks Barcelona Berpacu dengan Waktu Tinggalkan Iran

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 16:01 WIB

Kisah Memilukan Zahra, Cucu Ali Khamenei Berusia 14 Bulan Ikut Tewas dalam Serangan Udara

Kisah Memilukan Zahra, Cucu Ali Khamenei Berusia 14 Bulan Ikut Tewas dalam Serangan Udara

News | Senin, 02 Maret 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:00 WIB

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:42 WIB

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:38 WIB

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:30 WIB

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:10 WIB

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

Terduga Pembunuh Wanita Muda di Hotel Kebayoran Baru Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:00 WIB

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:35 WIB

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:25 WIB

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:20 WIB

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

Skandal WO Marwah: 58 Calon Pengantin Tertipu, Total Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB