- Militer AS dan Israel menyerang Teheran, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Maret 2026.
- Rusia mengutuk serangan tersebut sebagai agresi tanpa provokasi, sementara China menyerukan gencatan senjata segera.
- Korea Utara mengecam keras operasi militer tersebut, menyebutnya agresi ilegal dan pelanggaran kedaulatan nasional.
Berdasarkan laporan Reuters yang mengutip media pemerintah KCNA, Korea Utara menilai serangan tersebut sudah dapat diprediksi karena sifat Amerika Serikat yang mereka sebut sebagai “gangster dan hegemonik.”
"Perang agresi oleh Amerika Serikat dan Israel tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun," tegas juru bicara tersebut.
Pyongyang juga menyerukan agar negara-negara di kawasan bertanggung jawab untuk memulihkan stabilitas di Timur Tengah.
Reporter: Dinda Pramesti K