- AMPHURI DIY memastikan operasional penerbangan umrah dari Yogyakarta berjalan normal meski sempat ada dinamika konflik Timur Tengah.
- Mayoritas jemaah DIY menggunakan penerbangan langsung sehingga jadwal keberangkatan tidak terpengaruh penutupan wilayah udara transit.
- Pemerintah Arab Saudi memberikan jaminan keamanan penuh, dan tidak ada pembatalan keberangkatan umrah dari DIY.
Suara.com - Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) DIY, H. Adam Basyori, memastikan operasional penerbangan umrah bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya tetap berjalan sesuai jadwal.
Meski sempat terjadi dinamika akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, maskapai-maskapai besar kini telah kembali beroperasi secara reguler.
“Penerbangan yang tertunda namun sudah normal kembali Emirat, Oman, Qatar, Etihad. Sedang penerbangan langsung Garuda, Lion dan Saudia semua on schedule,” kata Adam saat dikonfirmasi, Selasa (3/3/2026).
Mayoritas Jemaah Gunakan Penerbangan Langsung
Adam menjelaskan, mayoritas jemaah asal DIY menggunakan maskapai dengan rute penerbangan langsung (direct flight). Hal ini membuat jadwal keberangkatan relatif stabil dan tidak terdampak penutupan wilayah udara di negara transit.
“Mereka rata-rata menggunakan pesawat yang direct, baik itu Garuda, Lion, atau Saudia,” ujarnya.
Sementara itu, bagi jemaah yang sempat tertahan karena menggunakan maskapai transit seperti Emirates, kini sudah mulai diberangkatkan kembali sejak tadi malam. Hal ini menandakan jalur udara internasional telah kembali dibuka setelah penutupan singkat selama dua hari.
“Jadi penerbangan yang itu ditunda, tapi mulai tadi malam jam 00.15 itu dari Emirates pun sudah mengumumkan penerbangan pertama setelah ditutup dua hari kemarin,” tuturnya.
Tidak Ada Pembatalan Keberangkatan
Menjelang akhir Ramadan, jumlah jemaah umrah tercatat cukup signifikan, dengan rata-rata 35 hingga 45 orang per grup. Namun, dari hasil koordinasi antar-travel di DIY, tidak ada pembatalan keberangkatan.
“Itu mereka semuanya tidak ada penundaan,” imbuhnya.
Jaminan Keamanan dari Arab Saudi
Terkait isu keamanan, Adam menegaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi memberikan jaminan penuh bagi para jemaah umrah. Hal ini menjadi dasar bagi pihak travel untuk tetap memberangkatkan jemaah sesuai rencana tanpa kekhawatiran berlebih.
Menurutnya, mentalitas jemaah umrah Ramadan juga cenderung tenang. Banyak di antara mereka sudah berpengalaman melakukan perjalanan religi ke Arab Saudi.
“Rata-rata mereka enggak (khawatir), karena mereka yang umrah Ramadan itu biasanya sudah lebih dari satu kali. Jadi mereka lebih paham kondisi di Arab Saudi,” tandasnya.