Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil

Erick Tanjung | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:28 WIB
Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil
Warga Israel kocar-kacir melarikan diri ke tempat Perlindungan di Tel Aviv usai serangan Iran. [Ist]
  • Konflik Timur Tengah berisiko picu inflasi impor hingga ke pedagang kecil.
  • Pengamat peringatkan kenaikan harga bahan baku akibat tersendatnya pasokan minyak dunia.
  • Masyarakat diimbau hemat dan prioritaskan kebutuhan pokok hadapi dampak ekonomi global.

Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran diperkirakan akan memberikan dampak domino hingga ke lapisan masyarakat bawah di Indonesia. Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo, memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak dunia dapat memicu inflasi yang merembet hingga ke pedagang kecil.


"Jika bicara skala mikro, pedagang gorengan kemungkinan akan menghadapi kenaikan harga gandum atau minyak goreng di masa mendatang," ujar Sri saat dihubungi, Rabu (4/3/2026).


Sri memaparkan bahwa gangguan pada jalur distribusi minyak di Selat Hormuz menyebabkan pasokan minyak mentah dunia tersendat. Sebagai negara importir neto (*net importer*), Indonesia sangat rentan terhadap lonjakan harga bahan baku BBM, yang berujung pada meningkatnya beban subsidi pemerintah serta biaya transportasi domestik.


"Biaya produksi naik karena ongkos transportasi meningkat. Hal ini mencakup harga sembako dan bahan baku lainnya. Inilah efek domino yang disebut sebagai inflasi impor (*imported inflation*)," tuturnya.


Dampak ini tidak hanya terbatas pada sektor bahan bakar. Komoditas pangan impor seperti gandum, kedelai, dan jagung juga berpotensi terdampak karena membengkaknya biaya produksi di negara asal akibat krisis energi global. Hal tersebut otomatis akan memengaruhi harga produk turunan di pasar lokal.


"Kenaikan harga gandum akan berimbas pada harga mi dan roti. Sementara kenaikan harga jagung serta kedelai akan memicu lonjakan harga tahu, tempe, hingga pakan ternak yang berdampak pada harga daging ayam dan telur," jelas Sri. "Perang ini menaikkan harga minyak dan BBM di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia."


Kenaikan harga ini diprediksi mulai dirasakan secara luas oleh masyarakat dalam satu hingga tiga bulan ke depan jika konflik terus berkepanjangan. Momentum Ramadan dan Lebaran saat ini dipandang sebagai fase "pemanasan", di mana harga beberapa komoditas serta BBM nonsubsidi sudah mulai merangkak naik.


Menyikapi potensi tekanan ekonomi tersebut, masyarakat diimbau untuk lebih rasional dalam mengatur keuangan keluarga dengan menerapkan skala prioritas. "Kebutuhan pokok harus menjadi prioritas utama, sementara kebutuhan sekunder dan tersier sebaiknya ditunda terlebih dahulu," saran Sri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak

Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:02 WIB

Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama

Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 09:50 WIB

Prabowo Evaluasi Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Pasca-Agresi AS ke Iran, Siap Keluar?

Prabowo Evaluasi Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Pasca-Agresi AS ke Iran, Siap Keluar?

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 09:39 WIB

Terkini

Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya

Kontraktor Nuklir AS Hilang Tanpa Jejak, Publik Tuding Negara Pelakunya

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:38 WIB

Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026

Konsisten Bela Palestina lewat Parlemen, Jazuli Juwaini Diganjar KWP Award 2026

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:24 WIB

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:16 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:12 WIB

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

News | Sabtu, 18 April 2026 | 16:56 WIB

Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali

Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali

News | Sabtu, 18 April 2026 | 15:54 WIB

Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital

Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital

News | Sabtu, 18 April 2026 | 15:21 WIB

KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif

KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif

News | Sabtu, 18 April 2026 | 14:51 WIB

Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo

Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo

News | Sabtu, 18 April 2026 | 14:12 WIB

Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati

Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:57 WIB