Nestle Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi, Dukung Upaya Pencegahan Stunting

Kamis, 05 Maret 2026 | 07:44 WIB
Nestle Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi, Dukung Upaya Pencegahan Stunting
Nestlé Indonesia menutup rangkaian Program Pendampingan Gizi 2025 bersama seluruh mitra lintas sektor yang berperan dalam pelaksanaannya; (dari kiri ke kanan) Ankur Mittal - Marketing Manager PT Nestlé Indonesia Indonesia, Faelasufa, S.IP., M.PP - Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Prof. Ali Khomsan - Guru Besar Pangan dan Gizi IPB, Amri Ilmma - Chief Operating Officer Yayasan Edu Farmers International, Dr. Yuni Hastutiningsih, SKM., M.Kes - Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Ketua Tim Kerja GENTING (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting), Fajar Dewantara, Director of Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia di Jakarta (4/3/2026) (Dok: Nestle Indonesia)

“Setelah mengikuti Program Pendampingan Gizi, kami lebih memahami kebutuhan gizi anak dan cara memantau pertumbuhannya. Anak kami yang sebelumnya berat badannya sulit naik mulai menunjukkan perbaikan, lebih aktif, dan nafsu makannya meningkat secara bertahap setelah mengikuti program dan pemantauan rutin bersama kader. Kami juga mulai menerapkan pola makan yang lebih sehat untuk seluruh keluarga.”

Program ini dirancang bukan sekadar sebagai intervensi jangka pendek, melainkan sebagai model pendekatan berkelanjutan yang memperkuat kapasitas keluarga, kader, dan komunitas dalam menjaga praktik gizi yang baik di tingkat rumah tangga, sejalan dengan komitmen global Nestlé untuk mendukung 50 juta anak hidup lebih sehat pada 2030.

Keberhasilan program turut didukung oleh keterlibatan pemerintah daerah, Kemendukbangga, tenaga kesehatan, field officer, akademisi IPB, kader posyandu, serta komunitas lokal yang berperan dalam memastikan intervensi berjalan konsisten dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain intervensi kepada anak, program juga memperkuat edukasi keluarga melalui sesi pembelajaran gizi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan keamanan pangan, termasuk jajanan sehat. Dalam pelaksanaannya, karyawan Nestlé Indonesia turut terlibat dalam kegiatan volunteering untuk mendampingi kader posyandu dan keluarga penerima manfaat di lapangan. Keterlibatan ini memperkuat dukungan nyata perusahaan dalam meningkatkan kualitas gizi komunitas lokal.

Pemberian apresiasi oleh Fajar Dewantara, Director of Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia (paling kiri) dan Ankur Mittal - Marketing Manager PT Nestlé Indonesia Indonesia (paling kanan) kepada perwakilan keluarga penerima manfaat dari Karawang, Batang, dan Pasuruan serta para kader sebagai bentuk penghargaan atas komitmen dan kolaborasi yang menjadi kunci keberhasilan Program Pendampingan Gizi 2025 (Dok: Nestle Indonesia)
Pemberian apresiasi oleh Fajar Dewantara, Director of Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia (paling kiri) dan Ankur Mittal - Marketing Manager PT Nestlé Indonesia Indonesia (paling kanan) kepada perwakilan keluarga penerima manfaat dari Karawang, Batang, dan Pasuruan serta para kader sebagai bentuk penghargaan atas komitmen dan kolaborasi yang menjadi kunci keberhasilan Program Pendampingan Gizi 2025 (Dok: Nestle Indonesia)

Sebagai perusahaan “Good food, Good life”, Nestlé Indonesia berkomitmen memanfaatkan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang. Komitmen ini diwujudkan melalui dukungan berkelanjutan terhadap agenda Pemerintah dalam penurunan dan pencegahan stunting melalui berbagai inisiatif, antara lain DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), Program 100 Hari Pendampingan Gizi, serta Program Pendampingan Gizi 2025 yang merupakan bagian dari inisiatif global Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat (Nestlé for Healthier Kids).

Ke depan, Nestlé Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendekatan preventif melalui peningkatan kapasitas keluarga dan komunitas agar praktik gizi baik dapat diterapkan lebih dini dan berkelanjutan. “Kami percaya keberlanjutan program terletak pada perubahan perilaku yang bertahan setelah intervensi selesai. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas komunitas akan terus menjadi fokus kami dalam mendukung upaya pencegahan stunting di Indonesia,” tutup Ankur.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI