Ali Khamenei Pengagum Berat Bung Karno, Bela Nasakom saat Dipenjara Syah Iran

Bernadette Sariyem

Kamis, 05 Maret 2026 | 19:51 WIB
Ali Khamenei Pengagum Berat Bung Karno, Bela Nasakom saat Dipenjara Syah Iran
Ayatollah Ali Khamenei (kiri) dan Bung Karno (kanan). [Suara.com]
baca 10 detik
  • Ayatollah Ali Khamenei merupakan pengagum pemikiran Presiden Soekarno dan membela ideologinya saat dipenjara rezim Syah.
  • Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kekaguman tersebut melalui surat duka cita atas meninggalnya Pemimpin Agung Iran tersebut.
  • Khamenei menjadikan semangat Dasasila Bandung dan Pancasila sebagai referensi kemandirian Iran pasca-Revolusi Islam 1979.

Suara.com - Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Agung Iran yang gugur dibunuh Israel-Amerika Serikat, ternyata pengagum berat pemikiran Presiden pertama RI Soekarno. Bahkan, ia pernah membela pemikiran Bung Karno meski 6 kali dipenjara oleh Syah Iran Mohammad Reza Pahlavi sebelum Revolusi Islam 1979.

Hal itu diungkapkan Presiden ke-5 RI sekaligus putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri dalam surat dukanya untuk Republik Islam Iran, yang dilayangkan pada Selasa (3/3).

Surat tersebut tidak sekadar menjadi formalitas diplomatik, melainkan simbol kuatnya hubungan ideologis antara Indonesia dan Iran yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengantarkan langsung surat tersebut kepada Duta Besar Iran untuk Republik Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi sang pemimpin spiritual.

Dalam dokumen tersebut, Megawati menegaskan Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya seorang pemimpin politik, melainkan sosok negarawan yang teguh dalam mempertahankan kedaulatan negara dari intervensi asing.

Megawati melihat adanya keselarasan antara visi Khamenei dengan perjuangan kemerdekaan yang selama ini digaungkan oleh ayahnya, Proklamator RI Bung Karno.

"Bagi kami di Indonesia, sosok Ayatollah Ali Khamenei memiliki kedekatan batin dan pemikiran dengan perjuangan Bung Karno," tulis Megawati dalam dokumen tersebut.

Warisan Ideologi: Pancasila dan Dasasila Bandung di Teheran

Kekaguman Ayatollah Ali Khamenei terhadap Indonesia ternyata berakar sangat dalam.

baca juga

Sejarah mencatat bahwa kemandirian Iran pasca-revolusi banyak mengambil referensi dari semangat Dasasila Bandung dan Pancasila.

Bagi Khamenei, pemikiran Soekarno adalah lentera perlawanan terhadap hegemoni global yang menindas bangsa-bangsa berkembang.

Megawati menceritakan kembali kenangan personalnya saat berkunjung ke Teheran pada tahun 2004 sebagai Presiden RI.

Kala itu, ia merasakan sendiri betapa besar kharisma dan keramahan Khamenei.

Meskipun hingga akhir hayatnya Khamenei belum sempat menginjakkan kaki di Indonesia, ikatan batin antara keduanya tetap terjaga melalui forum-forum internasional seperti Konferensi D-8.

"Walaupun beliau tak sempat ke Indonesia hingga akhir hayatnya, saya merasakan ikatan historis yang sangat mendalam," ungkap Megawati, dikutip hari Kamis (5/3/2026).

Kesaksian Boediono

Kesaksian mengenai kekaguman Khamenei terhadap Soekarno juga pernah disampaikan oleh Wakil Presiden RI ke-11, Boediono, saat melawat ke Teheran pada tahun 2012.

Dalam pertemuan tertutup yang dijaga ketat oleh militer Iran, Khamenei mengenang bagaimana ia sering mendengarkan pidato berapi-api Bung Karno melalui saluran radio internasional saat ia masih muda.

“Ayatollah Ali Khamenei mengakui, dia mendengar pidato Bung Karno ketika muda, dan amat terkesan pada sosok beliau,” ungkap Boediono kepada awak media di Wisma Duta, Teheran, beberapa tahun silam.

Membela 'Ahmad Soekarno' di Mimbar Dunia

Nama Soekarno memiliki tempat istimewa di hati Khamenei, hingga ia menyematkan nama "Ahmad Soekarno" sebagai bentuk keakraban dan rasa hormat.

Saat membuka KTT Gerakan Non-Blok (GNB) di Teheran, Khamenei dengan bangga mengutip pidato historis Soekarno pada Konferensi Asia Afrika 1955.

Ia mengingatkan para pemimpin dunia bahwa solidaritas bangsa-bangsa dunia ketiga berdiri di atas landasan nasib yang sama, bukan sekadar letak geografis.

“Tapi, seperti yang dikatakan Ahmad Soekarno… dasar dari pendirian Gerakan Non-Blok bukanlah kesamaan geografis, rasial, atau relijius, melainkan adanya kesamaan kebutuhan,” tegas Khamenei dalam pidatonya kala itu.

Membela Bung Karno dari Penjara

Kekaguman ini bahkan teruji saat Khamenei berada dalam situasi paling sulit, yakni ketika ia mendekam di tahanan rezim Syah Pahlevi.

Dalam memoarnya yang berjudul Art of Humanism Religius Iran, Khamenei mengisahkan perdebatan sengit dengan seorang tahanan sosialis-komunis.

Dengan cerdas, ia meluruskan pandangan keliru tentang ideologi Nasionalis-Agama-Komunis atau Nasakom Soekarno yang dianggap tidak berdasar agama.

”Anda salah. Bahwa Soekarno memang betul bapak humanisme sosialis, tapi Soekarno bukanlah seorang komunis dan negara beliau tidak berdasarkan agama, tapi negara beliau berdasarkan ketuhanan, di mana semua manusia wajib bertuhan sebagai dasar kebangsaan.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda

Jimly Asshiddiqie: RI Perlu Tangguhkan Keanggotaan BoP Sampai Perang Iran-AS Reda

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:48 WIB

Doa Bersama dan Petisi Solidaritas untuk Iran Digelar di Jakarta

Doa Bersama dan Petisi Solidaritas untuk Iran Digelar di Jakarta

Foto | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:46 WIB

Pemerintah Didesak Prioritaskan Evakuasi WNI di Timur Tengah Ketimbang Ambisi Jadi Penengah

Pemerintah Didesak Prioritaskan Evakuasi WNI di Timur Tengah Ketimbang Ambisi Jadi Penengah

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:46 WIB

Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei

Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:42 WIB

Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!

Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:23 WIB

Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup

Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:00 WIB

Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh

Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:00 WIB

Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip

Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 18:06 WIB

Terkini

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:10 WIB

×