- Wakil Kepala BGN menyoroti pihak mendirikan yayasan hanya untuk bisnis dapur Program Makan Bergizi Gratis.
- Beberapa mitra penyelenggara mengutamakan keuntungan sehingga mengabaikan standar fasilitas dan operasional dapur MBG.
- BGN akan evaluasi ketat mitra MBG karena program ini adalah investasi sosial, bukan sekadar orientasi bisnis.
Nanik menyampaikan program MBG memang dirancang sebagai investasi sosial dan kemanusiaan. Pada tahap awal pelaksanaan, pemerintah membuka peluang kemitraan bagi lembaga yang ingin terlibat dalam penyediaan layanan dapur MBG dengan prioritas kepada yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Kebijakan tersebut bertujuan agar lembaga-lembaga sosial yang selama ini telah membantu masyarakat juga mendapatkan dukungan untuk memperbaiki fasilitas mereka.
"Di awal, mau tidak mau, mitra itu dalam bentuk CV atau PT. Tetapi, harus dalam bentuk yayasan. Yayasan pun itu ada syaratnya; harus yayasan pendidikan, sosial, keagamaan," kata Nanik.
"Mengapa? Karena waktu itu Pak Prabowo berpikir bahwa yayasan-yayasan ini sudah kerja membantu negara, tapi enggak punya uang sehingga diharapkan kalau ada insentif itu bisa digunakan untuk membenahi pondoknya, membenahi sekolahnya, karena makannya kan sudah dapat dari negara," sambungnya.