Epstein Files: Donald Trump Perkosa Anak di Bawah Umur

Bernadette Sariyem

Senin, 09 Maret 2026 | 20:46 WIB
Epstein Files: Donald Trump Perkosa Anak di Bawah Umur
Foto Donald Trump dan Melania Trump bersama (mantan) Pangeran Andrew, Jeffrey Epstein, dan Ghislaine Maxwell di Klub Mar-a-Lago milik Trump di Florida pada tahun 2000. (Dagens ETC)
  • Anggota Kongres Ted Lieu menyebut nama Donald Trump muncul ribuan kali dalam berkas Epstein, termasuk tuduhan spesifik pemerkosaan anak.
  • Lieu mengkritik keras Wakil Jaksa Agung Todd Blanche karena salah menafsirkan hukum perdagangan seks federal terkait pesta Epstein.
  • Lieu menuntut pengunduran diri Blanche akibat kegagalan menyensor foto korban dan dugaan perlakuan khusus terhadap Ghislaine Maxwell.

Suara.com - Anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Ted Lieu, mengungkap nama Presiden Donald Trump banyak muncul dalam Epstein files. Salah satunya adalah Trump memperkosa anak di bawah umur.

Pernyataan Ted lieu itu merupakan lanjutan gelombang guncangan politik AS, menyusul perilisan dokumen terbaru terkait jaringan perdagangan seks anak di bawah umur mendiang Jeffrey Epstein.

Dikutip dari Ibtimes.co.uk, Senin (9/3/2026), Lieu mengungkapkan bahwa nama Donald Trump muncul dalam berkas-berkas tersebut sebanyak "ribuan kali".

Namun, yang jauh lebih mengkhawatirkan adalah substansi dari catatan tersebut yang mencakup tuduhan spesifik mengenai pemerkosaan dan ancaman pembunuhan terhadap anak-anak di bawah umur.

Berbicara di hadapan para jurnalis, Ted Lieu menepis upaya kubu Partai Republik yang belakangan ini gencar menyoroti keterkaitan Bill dan Hillary Clinton dengan Epstein.

Menurut Lieu, fokus terhadap keluarga Clinton hanyalah distraksi politik yang dirancang untuk mengalihkan perhatian publik dari besarnya materi yang melibatkan Donald Trump dalam arsip tersebut.

"Dalam berkas-berkas tersebut, terdapat tuduhan yang sangat mengganggu tentang Donald Trump yang memerkosa anak-anak, tentang Donald Trump yang mengancam akan membunuh anak-anak," tegas Lieu dengan nada bicara yang serius.

Lieu mendesak awak media untuk melakukan investigasi mendalam terhadap klaim-klaim spesifik ini, ketimbang membiarkan informasi tersebut terkubur di bawah tumpukan data masif yang sedang dirilis ke publik.

Perseteruan Sengit dengan Departemen Kehakiman

Selain menyerang Trump, Lieu juga melayangkan kritik keras terhadap Wakil Jaksa Agung, Todd Blanche.

Perselisihan ini berpusat pada interpretasi undang-undang perdagangan seks federal. Sebelumnya, Blanche dilaporkan menyatakan bahwa menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh Jeffrey Epstein, pada dasarnya, bukanlah sebuah tindak pidana.

Lieu, yang memiliki latar belakang sebagai jaksa di Angkatan Udara AS, membantah keras penafsiran hukum tersebut. Ia menilai argumen Blanche cacat secara hukum.

"Wakil Jaksa Agung (Blanche) baru saja salah dalam memahami hukum," kata Lieu.

Ia menjelaskan, hukum federal mengkriminalisasi tindakan "menggurui" atau menjadi pelanggan (patronizing) di sebuah tempat atau kegiatan perdagangan seks.

"Jika Jeffrey Epstein melakukan perdagangan manusia terhadap anak di bawah umur untuk pesta seks ini dan Anda datang serta mendukung (menjadi pelanggan) perusahaan di pesta tersebut, ya, Anda bersalah," tegas Lieu.

Ia mengisyaratkan bahwa kesalahpahaman hukum inilah yang mungkin menjelaskan mengapa Departemen Kehakiman belum membuka penyelidikan terhadap beberapa tokoh profil tinggi yang disebutkan dalam dokumen, termasuk Donald Trump.

Pelanggaran Privasi dan Kelalaian fatal

Kemarahan Ted Lieu tidak berhenti pada masalah interpretasi hukum. Ia secara terbuka menuntut pengunduran diri segera Wakil Jaksa Agung Blanche, dengan alasan kegagalan katastrofik dalam melindungi privasi para korban.

Meskipun perilisan dokumen ini merupakan mandat undang-undang yang disahkan Kongres pada November lalu untuk transparansi, Lieu menyoroti bahwa DOJ gagal melakukan sensor atau redaksi (redact) pada gambar-gambar sensitif.

"Mereka merilis banyak foto anak di bawah umur tanpa disensor, dan baru saja melanggar privasi gadis-gadis ini," ujar Lieu.

Ia menyebut kesalahan tersebut sebagai "pelanggaran privasi terbesar dalam sejarah" dan sesuatu yang "sangat tidak perlu terjadi".

Kritik ini senada dengan pernyataan para ahli PBB yang juga mengecam proses sensor yang serampangan, yang membuat para penyintas merasa terekspos dan kembali mengalami trauma.

Tuduhan Perlakuan Khusus bagi Ghislaine Maxwell

Dalam pengungkapan lebih lanjut, Lieu menuduh kepemimpinan Departemen Kehakiman memberikan perlakuan istimewa kepada Ghislaine Maxwell, rekan lama Epstein yang saat ini menjalani hukuman penjara karena perdagangan seks.

Lieu mengklaim bahwa Wakil Jaksa Agung Blanche secara pribadi telah bertemu dengan Maxwell.

Menurut penuturan Lieu, setelah pertemuan tersebut, Maxwell dipindahkan ke penjara dengan keamanan minimum dan bahkan diberikan seekor anak anjing sebagai hewan peliharaan di dalam sel.

Fakta-fakta ini dianggap Lieu sebagai bukti adanya kolusi dan ketidakprofesionalan di level tertinggi penegakan hukum AS.

"Karena semua alasan itu, dia harus segera meninggalkan Departemen Kehakiman," pungkas Lieu, merujuk pada tuntutannya agar Todd Blanche mundur dari jabatannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya

Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya

News | Senin, 09 Maret 2026 | 18:23 WIB

Lionel Messi Dihujat Usai Bertemu Trump, Istri Maradona: Dia Tak Peduli Omongan Orang

Lionel Messi Dihujat Usai Bertemu Trump, Istri Maradona: Dia Tak Peduli Omongan Orang

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 03:32 WIB

Cek Fakta: Benarkah Bek Uruguay Sindir Messi Lewat Foto Che Guevara? Ini Kebenarannya

Cek Fakta: Benarkah Bek Uruguay Sindir Messi Lewat Foto Che Guevara? Ini Kebenarannya

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 06:00 WIB

Akademisi Nilai Pernyataan Trump soal Iran Lebih Bernuansa Tekanan Psikologis

Akademisi Nilai Pernyataan Trump soal Iran Lebih Bernuansa Tekanan Psikologis

News | Minggu, 08 Maret 2026 | 17:45 WIB

Ribuan Berkas Epstein Files Mendadak Hilang, Banyak Singgung Donald Trump

Ribuan Berkas Epstein Files Mendadak Hilang, Banyak Singgung Donald Trump

News | Minggu, 08 Maret 2026 | 10:28 WIB

AS Diduga Serang SD Putri di Iran Tewaskan 168 Orang, Donald Trump Justru Salahkan Teheran

AS Diduga Serang SD Putri di Iran Tewaskan 168 Orang, Donald Trump Justru Salahkan Teheran

News | Minggu, 08 Maret 2026 | 13:10 WIB

Bocah Iran Marah Lihat Messi Haha Hihi Ketemu Trump, Buang Jersey Inter Miami ke Tong Sampah

Bocah Iran Marah Lihat Messi Haha Hihi Ketemu Trump, Buang Jersey Inter Miami ke Tong Sampah

Bola | Sabtu, 07 Maret 2026 | 19:13 WIB

Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump

Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump

News | Sabtu, 07 Maret 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Jaksa Tuding Nadiem Makarim Sembunyikan Kendali di Gojek Lewat Surat Kuasa

Jaksa Tuding Nadiem Makarim Sembunyikan Kendali di Gojek Lewat Surat Kuasa

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:15 WIB

Eks Tapol Turun Tangan, STPI Serahkan Amicus Curiae ke MA Bela Aktivis Demo Agustus 2025

Eks Tapol Turun Tangan, STPI Serahkan Amicus Curiae ke MA Bela Aktivis Demo Agustus 2025

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:10 WIB

Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?

Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:08 WIB

Modus Kencan di Kos Berujung Curas, Motor dan Ponsel Pria Kalideres Raib

Modus Kencan di Kos Berujung Curas, Motor dan Ponsel Pria Kalideres Raib

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:02 WIB

Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru

Tepis Isu Bottleneck Karier, Kapolri Tegaskan Regenerasi Polri Tetap Berjalan Meski Ada UU Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:58 WIB

Kunjungan Menteri P2MI ke BTP Perkuat Jalur Karier Internasional bagi SDM Hospitality

Kunjungan Menteri P2MI ke BTP Perkuat Jalur Karier Internasional bagi SDM Hospitality

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:58 WIB

PT PMM Sebut TNI AL Bertindak Arogan Buka 15 Kontainer, Sengketa Ekspor Tambang Makin Memanas

PT PMM Sebut TNI AL Bertindak Arogan Buka 15 Kontainer, Sengketa Ekspor Tambang Makin Memanas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:49 WIB

Detik-Detik Mencekam! Jet Pribadi Meledak Usai Lepas Landas, Dua Pilot Tewas

Detik-Detik Mencekam! Jet Pribadi Meledak Usai Lepas Landas, Dua Pilot Tewas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:46 WIB

Dugaan Pesta Sesama Jenis di Karawang, Wagub Jabar Minta Polisi Usut Tuntas

Dugaan Pesta Sesama Jenis di Karawang, Wagub Jabar Minta Polisi Usut Tuntas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:43 WIB

Jaksa Serang Balik Nadiem: Pleidoi Puitis tapi Tak Mampu Bantah Fakta Korupsi Chromebook

Jaksa Serang Balik Nadiem: Pleidoi Puitis tapi Tak Mampu Bantah Fakta Korupsi Chromebook

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:41 WIB