- Anggota Kongres Ted Lieu menyebut nama Donald Trump muncul ribuan kali dalam berkas Epstein, termasuk tuduhan spesifik pemerkosaan anak.
- Lieu mengkritik keras Wakil Jaksa Agung Todd Blanche karena salah menafsirkan hukum perdagangan seks federal terkait pesta Epstein.
- Lieu menuntut pengunduran diri Blanche akibat kegagalan menyensor foto korban dan dugaan perlakuan khusus terhadap Ghislaine Maxwell.
Suara.com - Anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Ted Lieu, mengungkap nama Presiden Donald Trump banyak muncul dalam Epstein files. Salah satunya adalah Trump memperkosa anak di bawah umur.
Pernyataan Ted lieu itu merupakan lanjutan gelombang guncangan politik AS, menyusul perilisan dokumen terbaru terkait jaringan perdagangan seks anak di bawah umur mendiang Jeffrey Epstein.
Dikutip dari Ibtimes.co.uk, Senin (9/3/2026), Lieu mengungkapkan bahwa nama Donald Trump muncul dalam berkas-berkas tersebut sebanyak "ribuan kali".
Namun, yang jauh lebih mengkhawatirkan adalah substansi dari catatan tersebut yang mencakup tuduhan spesifik mengenai pemerkosaan dan ancaman pembunuhan terhadap anak-anak di bawah umur.
Berbicara di hadapan para jurnalis, Ted Lieu menepis upaya kubu Partai Republik yang belakangan ini gencar menyoroti keterkaitan Bill dan Hillary Clinton dengan Epstein.
Menurut Lieu, fokus terhadap keluarga Clinton hanyalah distraksi politik yang dirancang untuk mengalihkan perhatian publik dari besarnya materi yang melibatkan Donald Trump dalam arsip tersebut.
"Dalam berkas-berkas tersebut, terdapat tuduhan yang sangat mengganggu tentang Donald Trump yang memerkosa anak-anak, tentang Donald Trump yang mengancam akan membunuh anak-anak," tegas Lieu dengan nada bicara yang serius.
Lieu mendesak awak media untuk melakukan investigasi mendalam terhadap klaim-klaim spesifik ini, ketimbang membiarkan informasi tersebut terkubur di bawah tumpukan data masif yang sedang dirilis ke publik.
Perseteruan Sengit dengan Departemen Kehakiman
Selain menyerang Trump, Lieu juga melayangkan kritik keras terhadap Wakil Jaksa Agung, Todd Blanche.
Perselisihan ini berpusat pada interpretasi undang-undang perdagangan seks federal. Sebelumnya, Blanche dilaporkan menyatakan bahwa menghadiri pesta yang diselenggarakan oleh Jeffrey Epstein, pada dasarnya, bukanlah sebuah tindak pidana.
Lieu, yang memiliki latar belakang sebagai jaksa di Angkatan Udara AS, membantah keras penafsiran hukum tersebut. Ia menilai argumen Blanche cacat secara hukum.
"Wakil Jaksa Agung (Blanche) baru saja salah dalam memahami hukum," kata Lieu.
Ia menjelaskan, hukum federal mengkriminalisasi tindakan "menggurui" atau menjadi pelanggan (patronizing) di sebuah tempat atau kegiatan perdagangan seks.
"Jika Jeffrey Epstein melakukan perdagangan manusia terhadap anak di bawah umur untuk pesta seks ini dan Anda datang serta mendukung (menjadi pelanggan) perusahaan di pesta tersebut, ya, Anda bersalah," tegas Lieu.
Ia mengisyaratkan bahwa kesalahpahaman hukum inilah yang mungkin menjelaskan mengapa Departemen Kehakiman belum membuka penyelidikan terhadap beberapa tokoh profil tinggi yang disebutkan dalam dokumen, termasuk Donald Trump.
Pelanggaran Privasi dan Kelalaian fatal
Kemarahan Ted Lieu tidak berhenti pada masalah interpretasi hukum. Ia secara terbuka menuntut pengunduran diri segera Wakil Jaksa Agung Blanche, dengan alasan kegagalan katastrofik dalam melindungi privasi para korban.
Meskipun perilisan dokumen ini merupakan mandat undang-undang yang disahkan Kongres pada November lalu untuk transparansi, Lieu menyoroti bahwa DOJ gagal melakukan sensor atau redaksi (redact) pada gambar-gambar sensitif.
"Mereka merilis banyak foto anak di bawah umur tanpa disensor, dan baru saja melanggar privasi gadis-gadis ini," ujar Lieu.
Ia menyebut kesalahan tersebut sebagai "pelanggaran privasi terbesar dalam sejarah" dan sesuatu yang "sangat tidak perlu terjadi".
Kritik ini senada dengan pernyataan para ahli PBB yang juga mengecam proses sensor yang serampangan, yang membuat para penyintas merasa terekspos dan kembali mengalami trauma.
Tuduhan Perlakuan Khusus bagi Ghislaine Maxwell
Dalam pengungkapan lebih lanjut, Lieu menuduh kepemimpinan Departemen Kehakiman memberikan perlakuan istimewa kepada Ghislaine Maxwell, rekan lama Epstein yang saat ini menjalani hukuman penjara karena perdagangan seks.
Lieu mengklaim bahwa Wakil Jaksa Agung Blanche secara pribadi telah bertemu dengan Maxwell.
Menurut penuturan Lieu, setelah pertemuan tersebut, Maxwell dipindahkan ke penjara dengan keamanan minimum dan bahkan diberikan seekor anak anjing sebagai hewan peliharaan di dalam sel.
Fakta-fakta ini dianggap Lieu sebagai bukti adanya kolusi dan ketidakprofesionalan di level tertinggi penegakan hukum AS.
"Karena semua alasan itu, dia harus segera meninggalkan Departemen Kehakiman," pungkas Lieu, merujuk pada tuntutannya agar Todd Blanche mundur dari jabatannya.