- Presiden Trump mengindikasikan operasi militer AS di Iran segera berakhir pasca percakapan rahasia dengan Presiden Putin.
- Pernyataan Trump menyebabkan harga minyak dunia turun drastis dari USD 120 menjadi kisaran USD 80 per barel.
- Trump murka atas serangan udara Israel karena memicu kepanikan pasar energi, mengakibatkan pembatalan pertemuan puncak AS-Israel.
"Presiden tidak suka serangan itu. Dia ingin menyelamatkan minyak agar harga bensin tidak melonjak dan membebani rakyat," ungkap salah satu penasihat Trump. Sebagai buntut kekecewaan, pertemuan puncak antara AS dan Israel yang dijadwalkan pada Senin lalu akhirnya dibatalkan.
Trump juga meralat ancaman sebelumnya mengenai pengerahan pasukan darat ke fasilitas nuklir bawah tanah di Isfahan. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan untuk melakukan invasi darat.
"Kami belum membuat keputusan apa pun soal itu. Kami masih jauh dari tahap tersebut," tuturnya, sekaligus menekankan bahwa operasi militer di Iran hanyalah "ekskursi jangka pendek" untuk menyingkirkan elemen-elemen yang dianggap membahayakan.
Saat ini, dunia internasional masih memantau apakah sinyal "ekskursi jangka pendek" ini akan benar-benar berujung pada perdamaian permanen atau sekadar jeda sebelum eskalasi baru kembali pecah.