Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin

M Nurhadi

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:10 WIB
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
ARSIP-Donald Trump dan Vladimir Putin (REUTERS/Kevin Lamarque)
baca 10 detik
  • Presiden Trump mengindikasikan operasi militer AS di Iran segera berakhir pasca percakapan rahasia dengan Presiden Putin.
  • Pernyataan Trump menyebabkan harga minyak dunia turun drastis dari USD 120 menjadi kisaran USD 80 per barel.
  • Trump murka atas serangan udara Israel karena memicu kepanikan pasar energi, mengakibatkan pembatalan pertemuan puncak AS-Israel.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan bahwa operasi militer Amerika Serikat di Iran akan segera berakhir. Pernyataan ini disampaikan Trump hanya beberapa jam setelah ia melakukan percakapan telepon yang bersifat rahasia dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Seiring pernyataan ini, harga minyak dunia langsung turun cukup drastis dari level tertinggi di angka USD 120 dengan rata-rata USD 105 jadi kisaran USD 80.

Saat artikel ini ditulis pada Selasa (10/3/2026), harga minyak mentah WTI berada di kisaran USD 87.

Dalam keterangannya kepada CBS News, Trump mengeklaim bahwa kekuatan militer Iran—mulai dari angkatan laut, angkatan udara, hingga sistem komunikasi—telah lumpuh total akibat serangan presisi yang dilancarkan militer AS.

"Saya rasa perang ini sudah hampir selesai. Mereka tidak memiliki angkatan laut, komunikasi, maupun angkatan udara yang tersisa," ujar Trump dengan nada optimis.

Menurut laporan dari pihak Kremlin, pembicaraan Trump dan Putin tidak hanya membahas mengenai penghentian konflik di Iran, tetapi juga menyentuh topik krusial lainnya, termasuk perang di Ukraina serta dinamika pasar minyak di Venezuela.

Sinyal perdamaian ini langsung direspons positif oleh pasar keuangan global yang sempat terpuruk. Indeks Dow Jones ditutup menguat 200 poin setelah sempat jatuh 900 poin, sementara saham S&P 500 dan Nasdaq turut mencatatkan rebound signifikan.

Harga minyak mentah AS juga mengalami penurunan ke angka US$86 per barel dari sebelumnya US$91, menyusul pernyataan Trump yang mengindikasikan stabilisasi situasi di Selat Hormuz.

Di tengah runtuhnya infrastruktur militer Iran, Trump memberikan pesan keras kepada pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, yang baru saja dilantik pada Minggu lalu pasca-kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

baca juga

Saat ditanya mengenai pesannya bagi Mojtaba, Trump menjawab dengan dingin, "Saya tidak punya pesan untuknya. Sama sekali tidak ada."

Sumber internal Gedung Putih bahkan menyebutkan bahwa Trump siap memberikan dukungan jika ada pihak yang ingin menyingkirkan Mojtaba, terutama jika sang pemimpin baru tersebut menolak untuk menghentikan program nuklir negara tersebut.

Mojtaba sendiri dikenal sebagai sosok fundamentalis garis keras yang memiliki hubungan sangat erat dengan Garda Revolusi Iran (IRGC). Saat ini, namanya sudah masuk dalam daftar target eliminasi oleh pihak Israel.

Ketegangan Tersembunyi dengan Israel

Meskipun terlihat kompak di panggung dunia, friksi mulai tampak antara Washington dan Tel Aviv. Trump dilaporkan sangat murka atas serangan udara besar-besaran yang dilakukan Israel terhadap 30 depot minyak Iran pada akhir pekan lalu.

Gedung Putih merasa kecewa karena serangan tersebut memicu kepanikan di pasar energi dan mengancam kenaikan harga bensin di Amerika Serikat, yang kini rata-rata mencapai US$3,4 per galon.

"Presiden tidak suka serangan itu. Dia ingin menyelamatkan minyak agar harga bensin tidak melonjak dan membebani rakyat," ungkap salah satu penasihat Trump. Sebagai buntut kekecewaan, pertemuan puncak antara AS dan Israel yang dijadwalkan pada Senin lalu akhirnya dibatalkan.

Trump juga meralat ancaman sebelumnya mengenai pengerahan pasukan darat ke fasilitas nuklir bawah tanah di Isfahan. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan untuk melakukan invasi darat.

"Kami belum membuat keputusan apa pun soal itu. Kami masih jauh dari tahap tersebut," tuturnya, sekaligus menekankan bahwa operasi militer di Iran hanyalah "ekskursi jangka pendek" untuk menyingkirkan elemen-elemen yang dianggap membahayakan.

Saat ini, dunia internasional masih memantau apakah sinyal "ekskursi jangka pendek" ini akan benar-benar berujung pada perdamaian permanen atau sekadar jeda sebelum eskalasi baru kembali pecah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei

Situasi Terkini Iran Jelang Baiat untuk Pemimpin Baru Ayatollah Mojtaba Khamenei

News | Senin, 09 Maret 2026 | 23:32 WIB

5 Fakta Mojtaba Khamenei: Jebolan Perang Iran-Irak, Nikahi Anak Politisi Senior Iran

5 Fakta Mojtaba Khamenei: Jebolan Perang Iran-Irak, Nikahi Anak Politisi Senior Iran

News | Senin, 09 Maret 2026 | 23:24 WIB

Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah

Cara Iran Acungkan 'Jari Tengah' ke Trump: Pilih Mojtaba Khamenei Jadi Ayatollah

News | Senin, 09 Maret 2026 | 21:35 WIB

Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut

Sentuh Rp16.949 per Dolar AS, Rupiah Berpotensi Tertekan jika Konflik Timur Tengah Berlanjut

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 21:01 WIB

Tiga Kali Dikhianati? Ini Kronologi Retaknya Diplomasi ASIran

Tiga Kali Dikhianati? Ini Kronologi Retaknya Diplomasi ASIran

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:56 WIB

1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran

1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:48 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×