Kantor Media Dibakar Buntut Berita Bias Kasus Pembunuhan Sadis Aktivis Anti Pemerintah

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 10 Maret 2026 | 13:42 WIB
Kantor Media Dibakar Buntut Berita Bias Kasus Pembunuhan Sadis Aktivis Anti Pemerintah
Ilustrasi kebakaran (Pixabay)
  • Polisi India menangkap dua tersangka pembunuh aktivis Sharif Osman Hadi di wilayah perbatasan Bongaon.

  • Kasus pembunuhan ini sempat memicu kerusuhan besar dan serangan terhadap kantor media di Bangladesh.

  • Hubungan diplomatik India dan Bangladesh mulai membaik setelah kemenangan partai BNP dalam pemilu terbaru.

Suara.com - Pasukan Khusus Kepolisian Benggala Barat berhasil meringkus dua pria asal Bangladesh yang diduga kuat sebagai otak pembunuhan aktivis mahasiswa.

Operasi penangkapan tersebut dilakukan oleh tim Special Task Force (STF) di wilayah Bongaon pada hari Minggu, 8 Maret 2026.

Kedua tersangka yang diamankan adalah Rahul alias Faisal Karim Masud yang berusia 37 tahun dan rekannya, Alamgir Hossain.

Mereka diketahui melarikan diri ke India melalui jalur perbatasan Meghalaya tak lama setelah serangan fatal terhadap Sharif Osman Hadi.

Dikutip dari media India, wionews, peristiwa berdarah yang merenggut nyawa Hadi tersebut dilaporkan terjadi pada tanggal 12 Desember silam di wilayah Dhaka.

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa kedua tersangka terus berpindah tempat di India sebelum akhirnya terdeteksi berada di wilayah perbatasan.

"Mereka memasuki wilayah India secara ilegal melalui perbatasan Meghalaya dan berpindah-pindah tempat di India sebelum akhirnya tiba di Bongaon, Benggala Barat, dengan niat untuk menyeberang kembali ke Bangladesh," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Langkah taktis kepolisian ini mengakhiri pelarian panjang para tersangka yang telah menjadi buronan utama di negara asalnya.

Keberadaan mereka di India sempat tidak terdeteksi karena memanfaatkan jalur-jalur tikus di area timur laut negara tersebut.

Penyidik kini tengah mendalami jaringan yang membantu mobilitas mereka selama bersembunyi di tanah India selama berbulan-bulan.

Kematian Sharif Osman Hadi sebelumnya telah memicu gelombang protes yang sangat hebat di seluruh penjuru negara Bangladesh.

Massa yang marah melakukan aksi perusakan dan pembakaran terhadap kantor-kantor media besar di negara tetangga Indonesia tersebut.

Surat kabar ternama seperti The Daily Star dan Prothom Alo menjadi sasaran amuk massa karena dituding memberikan pemberitaan bias.

Hadi sendiri bukan sosok sembarangan karena ia menjabat sebagai juru bicara organisasi berpengaruh bernama Inquilab Mancha.

Selain aktif sebagai penggerak massa, ia juga berprofesi sebagai dosen di Departemen Studi Bisnis, Universitas Scholars, Dhaka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sakit Hati Diusir, Suami Siri Bunuh Istri di Depok dan Tinggalkan Jasad hingga Tinggal Tulang

Sakit Hati Diusir, Suami Siri Bunuh Istri di Depok dan Tinggalkan Jasad hingga Tinggal Tulang

News | Senin, 09 Maret 2026 | 16:49 WIB

Ngeri! Istri Muda di Tangerang Habisi Suami, Jasad Penuh Luka Sayatan di Tempat Tidur

Ngeri! Istri Muda di Tangerang Habisi Suami, Jasad Penuh Luka Sayatan di Tempat Tidur

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 19:19 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Maut di Sedayu Bantul, Satu Orang Jadi Tersangka

Polisi Tangkap Pelaku Pembacokan Maut di Sedayu Bantul, Satu Orang Jadi Tersangka

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 14:31 WIB

Terkini

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:05 WIB

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:32 WIB

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:30 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:41 WIB

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 07:05 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB