Mengenal Pertahanan Mosaik: Taktik Perang Iran yang Bikin AS dan Israel Boncos

Arief Apriadi

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:59 WIB
Mengenal Pertahanan Mosaik: Taktik Perang Iran yang Bikin AS dan Israel Boncos
Ilustrasi - Anggota Satuan Aerospace Pasukan Garda Revolusi Islam Iran memberi hormat di base rudal bawah tanah dengan unit pelontar di lokasi yang dirahasiakan, di foto yang tidak bertanggal dari Fars News. [Fars News]
baca 10 detik
  • Iran merancang konsep "decentralised mosaic defence" agar militernya tetap bisa beroperasi penuh meski komandan senior gugur atau ibu kota hancur dibombardir.
  • Teheran menolak peperangan singkat dengan mengubah konflik menjadi perang panjang yang menguras logistik serta finansial musuh, salah satunya lewat drone Shahed.
  • Konsep "fourth successor" memastikan setiap posisi krusial memiliki empat pengganti untuk mencegah kelumpuhan negara saat menghadapi serangan pemenggalan.

Suara.com - Strategi rahasia Iran untuk menghadapi potensi perang panjang melawan Militer Amerika Serikat dan Israel kini menjadi sorotan utama di tengah ketegangan geopolitik global.

Melalui konsep militer mutakhir yang dikenal sebagai "Pertahanan Mosaik" atau “Doktrin Mosaik", Iran telah mempersiapkan diri selama dua dekade agar rezim pimpinan Ali Khamenei tidak mudah digulingkan musuh.

Menyitat Al Jazeera, Selasa (10/3/2026), gagasan taktik ini diungkapkan secara tersirat oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang selaras dengan visi tempur dari Garda Revolusi Iran dalam menjaga kedaulatan wilayahnya.

Pusat dari doktrin pertahanan ini didasarkan pada asumsi berani bahwa mereka mungkin saja kehilangan komandan senior, jaringan komunikasi, hingga fasilitas kunci secara tiba-tiba akibat serangan mendadak.

Oleh karena itu, prioritas utama Teheran bukanlah sekadar melindungi pusat ibu kota, melainkan menjaga setiap unit tempur tetap operasional di lapangan meski tanpa instruksi komando terpusat.

Iran tidak tinggal diam meski menghadapi lawan tangguh. Telusuri pilihan militer dan politik yang diambil Teheran untuk mengimbangi dominasi persenjataan lawannya.
Iran tidak tinggal diam meski menghadapi lawan tangguh. Telusuri pilihan militer dan politik yang diambil Teheran untuk mengimbangi dominasi persenjataan lawannya.

Mantan komandan militer negara Persia itu, Mohammad Ali Jafari, merupakan tokoh penting yang mulai menanamkan konsep "decentralised mosaic defence" ini ke dalam struktur pertahanan mereka sejak rentang tahun 2007 hingga 2019.

Dalam model perang yang canggih ini, kekuatan pertahanan negara sengaja dipecah menjadi beberapa lapisan regional yang beroperasi secara semi-independen.

Sistem tersebut memastikan bahwa jika satu jaringan wilayah berhasil dilumpuhkan oleh musuh, rantai komando tidak akan runtuh karena unit lokal memiliki otonomi untuk langsung mengambil alih kendali.

Pembagian tugas di medan tempur juga diatur dengan sangat rapi, di mana pasukan reguler atau Artesh akan bertindak sebagai tameng pertama untuk menyerap gempuran awal dan menstabilkan garis depan.

baca juga

Sementara itu, unit pertahanan udara ditugaskan untuk menggunakan taktik penyamaran, penipuan, serta penyebaran aset demi membatasi dominasi kekuatan udara yang dimiliki oleh pihak lawan.

Pada tahap konflik yang lebih dalam, pasukan relawan Basij yang tersebar di 31 provinsi akan menjalankan operasi gerilya dan penyergapan secara mandiri sesuai dengan kondisi geografis wilayah masing-masing.

Di wilayah perairan, armada angkatan laut akan mengubah perairan Teluk dan Selat Hormuz menjadi zona mematikan dengan mengerahkan kapal cepat, ranjau, hingga rudal antikapal.

Perubahan haluan strategi ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman Teheran saat menyaksikan betapa mudahnya negara terpusat seperti Irak hancur lebur saat diinvasi pada tahun 2003 silam.

Ketimbang mencoba menandingi kecanggihan konvensional musuh secara langsung, pemikir strategi radikal seperti Hassan Abbasi lebih memilih fokus pada peningkatan daya tahan negara secara jangka panjang.

Penerapan nyata dari teori ini terlihat jelas pada pengerahan massal drone Shahed yang biaya produksinya sangat murah namun memaksa musuh menghabiskan jutaan dolar hanya untuk mencegatnya di udara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh

Trump Klaim Perang AS-Israel vs Iran Segera Usai, Sebut Militer Iran Nyaris Lumpuh

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:40 WIB

Apa Itu Rudal Tomahawk? Senjata Jarak Jauh yang Tewaskan Ratusan Anak di iran

Apa Itu Rudal Tomahawk? Senjata Jarak Jauh yang Tewaskan Ratusan Anak di iran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:25 WIB

Begini Cara Kerja Drone MQ-9 Reaper AS yang Ditembak Jatuh Militer Iran

Begini Cara Kerja Drone MQ-9 Reaper AS yang Ditembak Jatuh Militer Iran

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:39 WIB

Media Luar Ungkap Perang AS-Iran Terus Memanas, Ini Penyebabnya

Media Luar Ungkap Perang AS-Iran Terus Memanas, Ini Penyebabnya

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:17 WIB

Erdogan Peringatkan Presiden Iran Usai Rudal Balistik Masuk Wilayah Turki

Erdogan Peringatkan Presiden Iran Usai Rudal Balistik Masuk Wilayah Turki

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:02 WIB

Terkini

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

×