Sikap Mojtaba Khamenei usai Menguasai Iran Jadi Sorotan, Dia Dinilai...

Rabu, 11 Maret 2026 | 08:55 WIB
Sikap Mojtaba Khamenei usai Menguasai Iran Jadi Sorotan, Dia Dinilai...
Mojtaba Khamenei (Twitter)
Baca 10 detik

 

  • Mojtaba Khamenei resmi memimpin Iran dengan fokus utama rekonsiliasi diplomatik negara-negara Teluk.

  • Dukungan penuh dari IRGC dan penguasaan intelijen menjadi modal kuat stabilitas kepemimpinan Mojtaba.

  • Pemimpin baru Iran ini berkomitmen menjaga kedaulatan negara dari intervensi Amerika dan Israel.

Suara.com - Era baru kepemimpinan di Republik Islam Iran kini resmi dimulai dengan naiknya Mojtaba Khamenei sebagai tokoh sentral.

Banyak pihak meyakini bahwa suksesi ini akan membawa gelombang transformasi besar dibandingkan periode kepemimpinan sebelumnya.

Meskipun memiliki garis keturunan langsung dari pemimpin terdahulu, Mojtaba dikenal sebagai sosok yang mandiri dan sulit didikte.

Salah satu fokus utama yang diprediksi akan mencuat adalah upaya membangun rekonsiliasi yang lebih solid dengan negara tetangga.

Hubungan diplomatik dengan negara-negara Arab di kawasan Teluk menjadi prioritas dalam peta jalan politik barunya nanti.

Analis dari Jaringan Kebijakan Al-Shabaka di Qatar, Abdullah Al-Arian, memberikan pandangan mendalam mengenai dinamika perubahan ini.

Ia melihat adanya ruang terbuka bagi pemimpin baru ini untuk mengimplementasikan rangkaian kebijakan yang lebih segar.

"Ia mungkin berada dalam posisi di mana ia dapat mulai menerapkan kebijakan yang berbeda," kata Al-Arian.

Kondisi ini dianggap sebagai momentum emas untuk memperbaiki keretakan hubungan dengan negara-negara di semenanjung Arab.

Baca Juga: Harga Minyak Bergerak Liar Pagi Ini, Imbas Perang dan Tekanan di Selat Hormuz

Selain itu, terdapat ekspektasi mengenai adanya reformasi politik jangka panjang yang mungkin terjadi di internal pemerintahan Iran.

Langkah ini diharapkan menjadi alternatif yang lebih bisa diterima oleh berbagai pihak di luar poros tradisional.

"Mungkin ini bisa menjadi kesempatan untuk juga mencari kemungkinan rekonsiliasi dengan beberapa negara Teluk, atau bahkan berpikir lebih jangka panjang tentang kemungkinan reformasi atau perubahan politik apa pun yang mungkin terjadi," kata Al-Arian.

Namun, pendekatan ini sepertinya tidak akan sejalan dengan ambisi maksimalis yang sering disuarakan oleh Amerika Serikat maupun Israel.

Fokus utama Mojtaba tetap pada kedaulatan negara tanpa harus tunduk pada skenario penghancuran rezim dari pihak luar.

Kedekatan emosional dan struktural dengan ayahnya memberikan keuntungan strategis bagi Mojtaba dalam mengelola negara.

Ia diyakini telah memegang kendali atas berbagai data intelijen dan informasi rahasia selama masa persiapan konflik sebelumnya.

“Dalam hal posisinya dalam hierarki internal yang sebenarnya, ia dianggap sebagai Sebagai ulama tingkat menengah, ia sebenarnya tidak menerima gelar ayatollah, yang tentu saja melibatkan pencapaian kredensial yang lebih tinggi, tetapi kemungkinan besar ia akan diberi gelar itu di masa mendatang," kata Al-Arian.

Meskipun saat ini status keulamaannya masih di tingkat menengah, gelar ayatollah diprediksi akan segera disematkan kepadanya.

Dukungan dari Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC juga menjadi pilar kekuatan utama bagi keberlangsungan posisinya.

Penerimaan yang luas dalam struktur kekuasaan memastikan bahwa rencana strategis negara akan tetap berjalan tanpa hambatan berarti.

“Ia juga digambarkan sangat dekat dengan kepemimpinan IRGC dan memiliki penerimaan khusus dalam struktur kekuasaan yang tersisa,” kata Al-Arian.

Di sisi lain, narasi negatif dari media Barat terhadap sosoknya dianggap sebagai upaya pembunuhan karakter yang sistematis.

Zohreh Kharazmi, akademisi dari Universitas Teheran, menekankan bahwa citra Mojtaba di mata internasional sering kali disalahpahami.

Antusiasme masyarakat lokal justru meningkat drastis sesaat setelah pengumuman resmi pengangkatan dirinya sebagai pemimpin.

Dukungan dari loyalis garis keras tetap utuh sementara harapan dari kelompok moderat mulai tumbuh perlahan.

Kemampuannya dalam menyeimbangkan kepentingan kelompok prinsipis dan reformis menjadi modal penting untuk menjaga keutuhan bangsa.

Mojtaba dipandang memiliki kecakapan dalam mengelola birokrasi yang rumit berkat pengalamannya mendampingi pemimpin terdahulu.

Interaksi langsung dengan rakyat dan sekutu regional membuatnya memahami realitas tantangan hidup yang sedang dihadapi masyarakat.

Pengalaman bertahun-tahun dalam mengelola urusan negara memberikan ketajaman dalam cara berpikir strategisnya saat ini.

Kini dunia menanti langkah nyata dari Mojtaba Khamenei dalam menentukan arah masa depan Iran di kancah global.

Stabilitas kawasan Timur Tengah akan sangat bergantung pada bagaimana ia memainkan bidak diplomasi dan kekuatan militernya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI