DPR Dorong Penguatan Baharkam Polri, Fungsi Pencegahan Kejahatan Harus Diperkuat

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 11 Maret 2026 | 16:37 WIB
DPR Dorong Penguatan Baharkam Polri, Fungsi Pencegahan Kejahatan Harus Diperkuat
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Anggota Komisi III DPR RI dari PKB, Abdullah, mendorong penguatan besar-besaran terhadap Baharkam Polri pada RDP Rabu (11/3/2026).
  • Abdullah menekankan keberhasilan Polri harus diukur dari pencegahan kejahatan, bukan hanya penegakan hukum represif seperti penangkapan.
  • Ia mengkritik anggaran Polri yang belum fokus pada fungsi pencegahan Baharkam dibandingkan satuan taktis seperti Brimob.

Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mendorong penguatan besar-besaran terhadap Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri. 

Menurutnya, keberhasilan institusi kepolisian seharusnya tidak hanya diukur dari seberapa banyak orang yang ditangkap, tetapi seberapa efektif kejahatan mampu dicegah.

Hal tersebut disampaikan Abdullah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI bersama Kabaharkam Polri di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (11/3/2026).

Abdullah menilai, selama ini publik lebih banyak disuguhi aksi penegakan hukum yang bersifat represif, seperti penangkapan oleh Reskrim atau pemberantasan narkoba. 

Padahal, ruh utama kepolisian adalah fungsi preventif (pencegahan) yang ada di pundak Baharkam.

"Tujuan adanya kepolisian ini bukan untuk menangkap masyarakat, tapi lebih mengutamakan mencegah terjadinya kejahatan. Baharkam ini adalah tulang punggung wajah kepolisian, ujung tombak—bahkan ujung tembok—kita di sana," ujarnya.

Ia menyayangkan selama ini Baharkam kurang mendapat eksposur dan apresiasi dari publik karena kinerjanya yang tidak "atraktif" di media. 

"Publik menilai penegakan hukum dengan cara menangkap itu adalah prestasi. Harusnya dicari konsep bagaimana Baharkam yang memang eksposurnya tidak menarik ini bisa lebih diapresiasi publik," tambahnya.

Dalam interupsinya, Abdullah juga menyoroti dilema peran antara Baharkam (khususnya Sabhara) dengan Korps Brimob yang lebih bersifat paramiliteristik atau taktis. 

baca juga

Ia melihat ada kecenderungan Polri lebih sering memunculkan Brimob dengan kendaraan taktis dan senjata lengkap saat menghadapi gejolak masyarakat atau demonstrasi.

"Padahal ketika Sabhara (Baharkam) yang ditonjolkan, mereka berhadapan dengan karakter masyarakat yang berbeda; tidak pegang senjata, tidak ada kendaraan taktis. Ini lebih humanis," tegasnya.

Lebih lanjut, Abdullah mengkritik komposisi anggaran Polri yang dinilainya belum berpihak pada fungsi pencegahan. 

Ia melihat anggaran saat ini masih menitikberatkan pada satuan taktis seperti Brimob untuk selalu tampil di depan.

"Kita lihat komposisi anggarannya tidak menunjukkan penguatan preventif. Lebih menunjukkan Brimob yang harus selalu tampil di depan ketika ada gejolak. Ini dilematis, sedangkan Baharkam yang merupakan wajah baik Polri malah tidak dilirik publik dan tidak ada indikator kesuksesannya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Abdullah menegaskan bahwa Fraksi PKB mendukung penuh upaya Kabaharkam untuk memperkuat fungsi pencegahan agar polisi hadir di tengah masyarakat sebelum kejahatan terjadi.

"Saya sangat support sekali ketika Baharkam ini ingin diperkuat. Penegakan hukum itu penting, tapi pencegahan itulah yang sebenarnya sangat kita perlukan di negara ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Targetkan Bhabinkamtibmas Jadi Super Polisi yang Serba Bisa Penolong Masyarakat

Polri Targetkan Bhabinkamtibmas Jadi Super Polisi yang Serba Bisa Penolong Masyarakat

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:07 WIB

Viral Simulator Kuda Polri, Kadiv Humas: Pengadaan 2016, Harganya Rp1 Miliar

Viral Simulator Kuda Polri, Kadiv Humas: Pengadaan 2016, Harganya Rp1 Miliar

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:21 WIB

Pembatasan Angkutan Barang dan Truk Lebaran 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwalnya Menurut SKB

Pembatasan Angkutan Barang dan Truk Lebaran 2026 Mulai Kapan? Ini Jadwalnya Menurut SKB

Otomotif | Selasa, 10 Maret 2026 | 12:19 WIB

Terkini

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

×