5 Fakta Al-Aqsa Diblokade Israel saat Ramadan: Pancing Amarah Negara Muslim

Cesar Uji Tawakal | Suara.com

Kamis, 12 Maret 2026 | 17:28 WIB
5 Fakta Al-Aqsa Diblokade Israel saat Ramadan: Pancing Amarah Negara Muslim
Al-Aqsa, Palestina (Unsplas/nour tayeh)

Suara.com - Pendudukan Israel terhadap Palestina kini tiba di titik puncak usai keputusan Israel untuk menutup akses masjid Al-Aqsa, Yerusalem di bulan Ramadan 2026 ini.

Keputusan ini menambah panasnya konflik Israel dan Palestina sehingga kembali mengubah kondisi geopolitik dunia di Timur Tengah.

Negara-negara Muslim berbondong-bondong memberikan kecaman keras terhadap keputusan yang diambil oleh Israel tersebut.

Sejumlah negara telah memberikan pernyataan tegas dan akan mengambil tindakan serius jika blokade Al-Aqsa tak segera diurungkan oleh Israel.

Simak fakta Israel blokade Al-Aqsa berikut selengkapnya.

Awal mula penutupan

Mengutip Al Jazeera, Kamis (12/3/2026), blokade ketat terhadap Masjid Al-Aqsa ini telah berlangsung selama 12 hari berturut-turut, terhitung sejak awal Maret 2026.

Penutupan akses ini menjadi sangat kontroversial karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Israel dinilai mengambil keputusan yang tak manusiawi pada masa umat Muslim seharusnya meningkatkan intensitas ibadah di masjid tersebut.

Israel secara sepihak menutup gerbang-gerbang utama menuju kompleks Al Haram A Sharif, sehingga mencegah masuknya jamaah yang ingin menunaikan salat fardu maupun tarawih.

Tindakan ini memicu ketegangan besar di Yerusalem Timur, mengingat durasi penutupan yang cukup lama di tengah momen religius yang sangat penting bagi masyarakat Palestina dan umat Islam dunia.

Warga Palestina melakukan shalat Idul Adha di lapangan kompleks Masjid Al Aqsa yang oleh Muslim dikenal sebagai 'Tempat Suci' dan untuk Yahudi dikenal sebagai 'Temple Mount' di Kota Tua Yerusalem, 11 Agustus 2019. (ANTARA/Reuters/Ammar Awad/aww/cfo)
Warga Palestina melakukan shalat Idul Adha di lapangan kompleks Masjid Al Aqsa yang oleh Muslim dikenal sebagai 'Tempat Suci' dan untuk Yahudi dikenal sebagai 'Temple Mount' di Kota Tua Yerusalem, 11 Agustus 2019. (ANTARA/Reuters/Ammar Awad/aww/cfo)

Nasib jemaah Al-Aqsa nelangsa

Selama masa blokade, jamaah Al-Aqsa mengalami pembatasan ruang gerak yang sangat represif di wilayah Kota Tua Yerusalem.

Pasukan keamanan Israel menerapkan penjagaan ketat dan pemeriksaan berlapis yang menghalangi warga untuk mencapai tempat ibadah mereka.

Middle East Monitor melaporkan warga Palestina yang terpaksa melakukan salat di jalanan aspal atau lorong-lorong sempit di luar gerbang karena akses masuk ditutup total.

Tindakan ini tidak hanya menghambat kebebasan beragama, tetapi juga menciptakan suasana mencekam bagi warga sipil.

Larangan akses ini dianggap sebagai bentuk provokasi langsung yang melukai perasaan spiritual jamaah yang telah menantikan momen beribadah di bulan Ramadan.

Israel berdalih tegakkan keadilan

Pihak berwenang Israel mendalihkan kebijakan penutupan ini sebagai langkah keamanan yang diperlukan akibat situasi perang yang sedang berlangsung dengan Iran.

Namun, klaim tersebut ditolak keras oleh berbagai pihak karena dianggap sebagai dalih belaka melakukan aeksasi.

Berdasarkan pantauan Al Jazeera bahwa secara hukum internasional, tindakan Israel dinilai sebagai pelanggaran terhadap hukum di Yerusalem di mata dunia internasional.

Blokade tersebut melanggar prinsip kebebasan akses ke tempat ibadah yang dijamin oleh hukum kemanusiaan internasional.

Israel juga dianggap mengabaikan wewenang Departemen Wakaf Yerusalem yang secara sah memiliki yurisdiksi eksklusif untuk mengelola urusan di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa.

Kecaman dari negara-negara Islam

AFP pada Kamis (12/3/2026) melansir delapan negara yang terdiri dari Qatar, Yordania, Indonesia, Turki, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, dan Uni Emirat Arab mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk keras blokade tersebut.

Para menteri luar negeri dari negara-negara tersebut menegaskan bahwa langkah Israel adalah tindakan ilegal dan tidak dapat dibenarkan.

Mereka bersatu dalam posisi bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem yang diduduki, termasuk situs-situs suci Islam dan Kristen di dalamnya.

Pernyataan bersama ini menunjukkan solidaritas lintas negara untuk menekan Israel agar segera menghentikan provokasi.

Mereka menuntut penghapusan segera semua pembatasan akses agar umat Muslim dapat kembali beribadah dengan tenang dan terhormat.

Hamas: Tindakan Israel berbahaya

Hamas dan Kementerian Luar Negeri Palestina juga memperingatkan bahwa blokade ini menciptakan preseden sejarah yang sangat berbahaya bagi stabilitas kawasan.

Mereka menuntut pihak penengah dari komunitas global mampu menjadi penengah.

Perlu adanya pihak tegas guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas akibat penutupan akses terhadap salah satu masjid suci umat Islam ini.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian

Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:54 WIB

Intelijen Basi, 2 Serangan Fatal AS dan Israel di Iran Gagal Total Akibat Data Usang

Intelijen Basi, 2 Serangan Fatal AS dan Israel di Iran Gagal Total Akibat Data Usang

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:40 WIB

Iran Rusak Sistem Keamanan Udara Israel, Rezim Zionis Kocar-kacir Sulit Halau Rudal 'Kiamat'

Iran Rusak Sistem Keamanan Udara Israel, Rezim Zionis Kocar-kacir Sulit Halau Rudal 'Kiamat'

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:23 WIB

Pakar Militer Ungkap Fakta Kerusakan Israel hingga Warga AS Diminta Kabur

Pakar Militer Ungkap Fakta Kerusakan Israel hingga Warga AS Diminta Kabur

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:00 WIB

Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?

Menghitung Amunisi Perang AS, Israel dan Iran, Siapa Duluan Habis?

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz

Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:57 WIB

Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah

Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:52 WIB

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:45 WIB

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:32 WIB

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:25 WIB

Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy

Sempat Bikin Geger, Kini Amien Rais Hapus Video Fitnah yang Singgung Prabowo dan Seskab Teddy

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:24 WIB

Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar

Modus Dua Sejoli Jadi Atlet NBA, Tipu Banyak Korban hingga Raup Rp56 Miliar

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:18 WIB

Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman

Donald Trump Tantrum Dikritik Kanselir Merz, 5000 Pasukan AS Ditarik dari Jerman

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:10 WIB

Qodari Sayangkan Amien Rais Jadi Korban Hoaks Terkait Teddy Indra Wijaya

Qodari Sayangkan Amien Rais Jadi Korban Hoaks Terkait Teddy Indra Wijaya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:06 WIB

Biarawati Diserang Orang Yahudi di Yerusalem, Kekerasan Anti-Kristen di Israel Kian Parah

Biarawati Diserang Orang Yahudi di Yerusalem, Kekerasan Anti-Kristen di Israel Kian Parah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 09:00 WIB