Peringati Hari Wanita Sedunia, Mahasiswi di Aksi Kamisan: Perempuan Masih di Hierarki Terbawah

Kamis, 12 Maret 2026 | 21:00 WIB
Peringati Hari Wanita Sedunia, Mahasiswi di Aksi Kamisan: Perempuan Masih di Hierarki Terbawah
Peringati Hari Wanita Sedunia, Mahasiswi di Aksi Kamisan: Perempuan Masih di Hierarki Terbawah, Kamis (12/3/2026). (Suara.com/Faqih)
Baca 10 detik
  • Ira Damayanti (20) menyampaikan keresahan perempuan saat demonstrasi di Aksi Kamisan, Monas, Jakarta Pusat, 12 Maret 2026.
  • Menurut Ira, posisi perempuan dalam struktur sosial belum berubah signifikan meskipun zaman terus berganti menuju kesetaraan.
  • Ira menekankan perlunya penegakan hukum yang lebih tegas untuk melindungi perempuan dari kerentanan dan pelecehan.

Suara.com - Ira damayanti (20), berdiri di antara massa aksi Kamisan, di wilayah Monas Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). Dalam refleksinya ia menyampaikan soal peringatan hari wanita sedunia, yang jatuh pada 8 Maret lalu.

Ira menyoroti tentang keresahan perempuan yang hingga saat ini masih menyelimuti, terutama saat melakukan demonstrasi.

Menurutnya, meski zaman terus berganti, posisi perempuan dalam struktur sosial belum mengalami perubahan yang berarti.

“Perempuan masih berada di hierarki terbawah untuk segala hal,” ujarnya, kepada Suara.com, dalam Aksi Kamisan, Kamis (12/3/2026).

Ia juga menyoroti bagaimana perempuan menjadi kelompok yang paling rawan saat berhadapan dengan aparat di tengah aksi massa, seperti pada peringatan Hari Buruh atau May Day.

“Belum ada perubahan yang signifikan,” katanya.

Meski Indonesia telah memiliki berbagai instrumen hukum untuk melindungi perempuan, implementasi di lapangan masih menjadi rapor merah.

Ia menekankan bahwa negara perlu memiliki aturan yang lebih tegas dan, yang lebih penting, memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik.

“Harapan saya, negara bisa punya aturan yang jelas terkait ini. Walaupun ada beberapa aturannya, tapi pelaksanaannya belum cukup baik,” tuturnya.

Baca Juga: Jelang Sidang Vonis, Delpedro Sempatkan Orasi di Aksi Kamisan: Saya Nggak Tahu Nasib Saya Besok

Pernah Jadi Korban

Ira mengatakan, dirinya sendiri pernah menjadi korban pelecehan. Saat itu usianya belum genap 17 tahun.

Kala itu, ia mendatangi seorang tukang jahit untuk mengecilkan rok sekolahnya. Namun, prosedur pengukuran rol yang seharusnya profesional justru berubah menjadi tindakan pelecehan.

“Di situ saya syok sih, kayak ini apaan sih?” kenangnya.

Pengalaman tersebut menjadi bukti nyata betapa seksisme dan pelecehan dapat terjadi di ruang-ruang keseharian yang paling tak terduga, memperkuat alasannya untuk terus bersuara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI