DUAAARRRR Ledakan Besar Terdengar di Kota Yerusalem, Hujan Rudal Kiamat Iran Makin Brutal

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:40 WIB
DUAAARRRR Ledakan Besar Terdengar di Kota Yerusalem, Hujan Rudal Kiamat Iran Makin Brutal
Rudal Iran
  • Militer Iran meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan udara Palmachim dan Ovda Israel.

  • Pasukan Quds bersumpah melakukan pembalasan tanpa henti hingga musuh mereka benar-benar terkalahkan.

  • Serangan ini menyasar markas besar Shin Bet sebagai balasan atas agresi bulan lalu.

Suara.com - Kota Yerusalem mendadak diliputi ketegangan luar biasa setelah serangkaian suara ledakan hebat memecah keheningan pada Kamis (12/3).

Pemicu kekacauan ini berasal dari deteksi dini militer Israel (IDF) terhadap proyektil mematikan yang meluncur dari wilayah Iran.

Pihak keamanan di Tel Aviv segera mengaktifkan protokol pertahanan udara untuk membentengi wilayah kedaulatan mereka dari ancaman udara.

Sistem intersepsi canggih bekerja keras di atas langit untuk menghalau serangan yang masuk ke pusat-pusat populasi penting.

Kondisi darurat ini dikonfirmasi langsung melalui saluran resmi militer Israel yang memantau pergerakan senjata dari Teheran tersebut.

"Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah negara Israel. Sistem pertahanan sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," demikian unggahan militer di Telegram.

Laporan dari berbagai media internasional seperti Al Arabiya dan AFP turut memvalidasi eskalasi besar-besaran di wilayah Timur Tengah ini.

Di sisi lain, pihak Teheran tidak menampik keterlibatan mereka dalam operasi udara yang cukup masif tersebut.

Militer Iran justru secara terbuka mengakui bahwa mereka telah membidik beberapa aset vital milik otoritas keamanan Israel.

Target utama dari serangan ini mencakup pangkalan udara strategis serta kantor pusat intelijen dalam negeri yang sangat rahasia.

"Pangkalan udara Palmachim dan Ovda milik rezim Zionis serta markas besar Shin Bet menjadi sasaran drone dari militer Republik Islam Iran," kata militer Iran dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah.

Penggunaan pesawat tanpa awak atau drone menjadi instrumen utama dalam upaya Iran melumpuhkan kekuatan pertahanan musuhnya.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari pola konfrontasi terbuka yang melibatkan banyak pihak di kawasan sensitif tersebut.

Sebelumnya, Iran juga diketahui telah melakukan serangan serupa terhadap instalasi militer milik Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Rentetan serangan ini dipicu oleh operasi militer gabungan AS dan Israel yang menyasar target di daratan Iran bulan lalu.

Ketegangan semakin memuncak saat Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan peringatan keras bagi para lawannya.

Mereka menegaskan bahwa aksi militer ini bukanlah akhir, melainkan awal dari fase pembalasan yang jauh lebih intens.

Unit elite Iran ini berkomitmen untuk terus memberikan tekanan militer selama agresi lawan masih terus berlangsung di kawasan.

Pasukan Quds bersumpah untuk "membuka pintu api bagi mereka dan tidak akan berhenti sampai musuh dikalahkan."

Narasi ini menunjukkan bahwa peluang diplomasi untuk mendinginkan suasana saat ini terlihat sangat kecil dan penuh hambatan.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (11/3) waktu setempat, Pasukan Quds menyebut serangan AS-Israel terhadap Republik Islam itu yang dimulai pada 28 Februari lalu, sebagai pelanggaran hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.

Argumen moral dan hukum ini digunakan Iran untuk melegitimasi aksi balasan mereka di hadapan masyarakat dunia secara global.

Sejak akhir Februari lalu, intensitas pertempuran udara antara kedua belah pihak memang menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan.

Dunia internasional kini menaruh perhatian penuh pada bagaimana Israel akan merespons gempuran drone yang menyasar markas Shin Bet.

Publik khawatir jika aksi saling balas ini akan memicu perang terbuka yang lebih luas dan melibatkan banyak negara.

Hingga saat ini, proses identifikasi kerusakan dan korban akibat ledakan di Yerusalem masih terus dilakukan oleh otoritas setempat.

Pangkalan Palmachim dan Ovda merupakan tulang punggung bagi operasional angkatan udara Israel dalam melakukan pengawasan rutin harian.

Keberhasilan drone Iran menjangkau titik-titik ini menjadi sinyal merah bagi efektivitas payung udara yang selama ini dibanggakan.

Masyarakat sipil diinstruksikan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan keselamatan dari komando garis belakang militer Israel setiap saat.

Langit Yerusalem yang biasanya tenang kini berubah menjadi zona pertempuran teknologi rudal dan sistem pertahanan udara yang sangat canggih.

Situasi di Timur Tengah saat ini berada pada titik nadir yang sangat berbahaya bagi stabilitas keamanan energi global.

Setiap serangan baru yang diluncurkan akan memicu reaksi berantai dari sekutu masing-masing pihak yang bertikai di medan laga.

Amerika Serikat sendiri belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait serangan drone yang juga mengancam aset-aset militer mereka.

Namun, kehadiran armada perang di laut sekitar menunjukkan bahwa Washington siap melakukan intervensi jika situasi dianggap semakin tidak terkendali.

Publik hanya bisa berharap agar konflik ini tidak berujung pada kehancuran total yang merugikan semua pihak tanpa terkecuali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Simpan Bahan Baku Senjata Kiamat di Dalam Tanah, Akhir Dunia Sudah di Depan Mata

Iran Simpan Bahan Baku Senjata Kiamat di Dalam Tanah, Akhir Dunia Sudah di Depan Mata

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:24 WIB

Iran Serukan Perlawanan Total: Blokir Selat Hormuz, Siap Harga Minyak Tembus USD 200

Iran Serukan Perlawanan Total: Blokir Selat Hormuz, Siap Harga Minyak Tembus USD 200

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 08:27 WIB

Kapal Tanker Meledak Kena Serangan Iran, Harga Minyak Kembali 'Mendidih'

Kapal Tanker Meledak Kena Serangan Iran, Harga Minyak Kembali 'Mendidih'

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 08:10 WIB

Terkini

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43 WIB

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:41 WIB

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36 WIB

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:28 WIB

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:53 WIB

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:52 WIB

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:51 WIB

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:49 WIB